Yuk, Menulis Essai!: Bantuan bagi yang Bersemangat

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/120/Yuk-Menulis-Essai-Bantuan-bagi-yang-Bersemangat

Apa Itu Essai?

Akan sulit bagi kita jika ingin menulis essai tanpa mengetahui terlebih dahulu essai itu apa. Betul? Tetapi, ada yang mudah di sini. Essai secara mudah diartikan sebagai tulisan pendek yang mengekspresikan pendapat kita tentang topik tertentu. Apapun pendapat yang kita tuliskan, itulah essai.

Kata “essay” berasal dari bahasa Prancis, essayer, artinya mencoba atau berusaha (a try or attempt). Esai adalah sebuah upaya mengkomunikasikan informasi, opini, atau perasaan, dan biasanya menyajikan argumen tentang sebuah topik. Dalam konteks jurnalistik, essai adalah tulisan yang berisi tinjauan atau bahasan suatu topik yang sama sekali mungkin tidak ada hubungan dengan berita atau peristiwa.

Di perkuliahan, kita cukup sering menulis essai, lho. Nah, itu dia jawaban-jawaban di lembar ujian kita (soal essai). Di kuliah, essai yang kita buat adalah essai yang sifatnya ilmiah. Bisa dikatakan bahwa inilah essai formal, sifatnya serius, berbobot, dan logis alias tidak mengawur yang sering juga disebut papers.

***

Macam-Macam Essai

Dalam menulis essai, ada macam-macam pilihannya nih. Mari kita lihat!

Essai Naratif

Essai Naratif menceritakan sebuah kisah atau cerita, misalnya tentang pengalaman atau peristiwa masa lalu, kejadian atau peristiwa yang baru saja terjadi/ sedang terjadi, bisa juga tentang sesuatu yang terjadi kepada orang lain. Essai naratif menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur. Kejadian yang diceritakan biasanya disajikan sesuai urutan waktu (kronologis).

Essai Deskriptif

Essai Deskriptif menggambarkan sesuatu sejelas dan sedetil mungkin sehingga pembaca dengan mudah membentuk “gambar mental” (mental picture) tentang apa yang ditulis. Essai deskriptif biasanya bertujuan menciptakan kesan tentang seseorang, tempat, atau benda bahkan gagasan.

Essai Persuasif

Essai Persuasif meyakinkan pembaca untuk menyetujui sudut pandang penulis tentang sesuatu atau menerima rekomendasi penulisnya untuk melakukan sesuatu. Ringkasnya, essai jenis ketiga ini berisi ajakan atau seruan. Essai ini berusaha mengubah perilaku pembaca atau memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/ tindakan. Essai ini dapat menyatakan suatu emosi atau tampak emosional.

 Sebelum menulis, kita dapat memilih mau jenis essai yang mana. Misalnya, kalau kita punya ide tentang trik-trik mengajarkan anak agar suka ibadah, kita bisa mencoba essai deskriptif. Kita jelaskan sebaik mungkin ide-ide kita.

 Trivia: Jenis-jenis essai sebenarnya ada banyak. Lebih lanjut, tilik saja wikipedia.com.

***

Cara Membuat

Menulis essai itu mudah. Rumusnya cuma satu, yaitu paham bahwa essai pasti terdiri atas: pendahuluan, isi, dan penutup.

Pendahuluan

Bagian ini berisi latar belakang mengapa essai dibuat, pengantar, atau gambaran masalah yang ingin dibahas dalam essai.

Isi

Bagian ini berisi seluruh informasi tentang topik dari essai yang kita tulis, dari A sampai Z. Dapat dilengkapi dengan teori, fakta, gambar, bagan, dan sebagainya.

Penutup

Bagian ini berisi kesimpulan dari seluruh essai kita. Penutupan tulisan dapat dilakukan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasannya, atau dapat ditambah kalimat-kalimat persuasif.

 Trivia: Essai akademik yang sifatnya formal tidak memperkenankan penggunaan penyebutan orang pertama (saya, kita) dalam tulisan.

 ***

Simple Steps for Writing an Essay

Lets Get Started!!!

Putuskan topikmu.

Buatlah outline atau kerangka essai tentang ide-idemu.

Tulislah hal-hal inti yang ingin kamu sampaikan dalam essai.

Tulislah bagian “isi” dari essaimu (poin utama, subpoin, dan elaborasikan).

Tulislah pembukaannya (pengantar bagi pembaca, sesuatu yang menarik).

Tulislah kesimpulannya (penutup dan rangkuman akhir essai).

Tambahkan sentuhan terakhir.

 ***

Any Trouble?

Bingung menemukan topik?

Jalan-jalan, baca buku, atau mengobrol lah dengan orang-orang di sekitarmu. Insya Allah akan mendapatkan insight.

 Tidak tahu caranya menulis?

Gunakan cara yang mudah! Pertama, buat daftar hal-hal apa saja yang kamu ingin pembaca tahu dari membaca essaimu. Kedua, coba buat outline atau kerangka sepoin demi poin berdasarkan hal-hal inti, tuliskan secara runtut dari pembukaan sampai penutup. Ketiga, kembangkan kerangka tersebut dalam bentuk kalimat-kalimat paragraf.

 Tidak ada ide?

Carilah informasi seluas-luasnya tentang topik yang kamu pilih. Manfaatkan internet, perpustakaan, atau orang-orang di sekitarmu. Informasi ini yang akan menolongmu keluar dari kebuntuan ide.

 Stres?

Sepertinya perlu rehat sejenak. Alihkan perhatian dari layar komputer Anda untuk minum segelas teh atau menonton televisi

***

Menulis memang butuh latihan dan kesungguhan. Pada akhirnya, keberhasilan ditentukan oleh kedua hal itu. Namun, jangan lupa. Isilah motivasi menulis dengan niat-niat yang baik, insya Allah, Allah Maha Menolong.

 Peace! Selamat berkarya. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s