Diari Skripsi Bag. 12: Semua Ada Saatnya

Original Source: aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/268/Diari-Skripsi-Bag.-13-Semua-Ada-Saatnya

Jun 3, ’11 9:32 AM

“Semua ada saatnya.” Kalimat itu menenangkanku. Bukan hanya karena itu ada hubungannya dengan anjuran bersabar, tetapi itu mengingatkanku pada diri manusiaku. Mungkin, teman-teman juga berpikiran yang sama. Seberapa besar tekad kita atas keinginan-keinginan kita, jika Allah tidak atau belum menghendakinya jatuh ke tangan kita, maka yang kita inginkan tidak akan terjadi. Sebaliknya, jika Allah menghendaki sesuatu pada kita, maka tidak ada satu pun di dunia ini yang bisa menahannya untuk tidak terjadi.
 
Hal itulah yang disampaikan kepadaku oleh dosen pembimbing skripsiku. “Lulus itu ada waktunya. Kalau ditakdirkan satu tahun lagi, ya satu tahun lagi (Haaa…  )”. Meskipun aku tak suka dengan ide “satu tahun lagi” itu (ini pasti bercanda!), entah bagaimana “ada waktunya” itu membuat bebanku terbang, lalu aku bisa tertawa bebas dalam menghadapi skripsi. 
 
Aku kembali bersemangat, terutama setelah mendapatkan nasihat, “Nggak usah kemrungsung (terburu-buru)…”. Ya, ini moral dalam melakukan penelitian. Tapi, lebih dari itu aku seperti sedang ditegur. Dalam hati aku mengiyakan, “Benar, manusia diciptakan dengan tabiat tergesa-gesa.” Banyaaaak maunya, tetapi sulit sekali sabar. 
 
Aku semakin merenungkan masalah ini pula ketika adik kelasku, yang menjadi “tempat sampah”-ku mengomentari stresku dengan pertanyaan yang intinya, “Bukankah judul itu kamu yang pilih sendiri?” Ya, aku suka judul ini. Aku menafsirkan ini sebagai: Ya, berarti tidak ada alasan untuk mengorbankan idealisme demi kepentingan-kepentingan pragmatis segera lulus. Benar, aku memulai penelitian ini dengan harapan yang baik bahwa hasilnya dapat bermanfaat bagi banyak orang. Jadi, tidak ada alasan untuk menyerah pada kesulitan-kesulitan di lapangan.
 
Lalu, aku ingat cita-citaku ingin menjadi pendidik. (Wah, yang ini bikin nangis… ). Aku ingin bisa menceritakan proses penelitian pertama dalam hidupku dengan brilian. Aku tidak plagiasi, aku suka judul penelitian dan teori-teorinya, aku suka interaksiku dengan subjek, aku suka mengetik seluruh kata-katanya… Bagaimana aku bisa bercerita tentang indahnya proses dan semangat meneliti  jika aku tidak sendiri tidak menikmati pengalamanku sendiri?
Benar, semua ada saatnya, bukan hanya untuk lulus, tetapi juga untuk berproses. Ada saatnya mengaduh, tetapi ada saatnya untuk bangkit lagi. Ada saatnya menikmati hasil, tetapi ada saatnya untuk berjuang menyelesaikan tugas hari ini. Semua ada saatnya dan sekarang adalah saatnya aku fokus pada perjalanan. Sekarang saatnya bekerja. Sekarang saatnya bekerja. Sekarang saatnya bekerja, berusaha, berdoa untuk akhir yang baik. Sekarang saatnya menyelesaikan ini!!!
 
Ya, berhenti nangis-nangis yang tidak perlu, mengeluh yang tidak ada gunanya, dan semakin menimbulkan stres. Be positive… Luruskan niat, menjalani pendidikan adalah ibadah. Aku memulai dunia ini dengan tujuan baik, maka aku akan mengakhirnya pula dengan sesuatu yang baik. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s