Diari Skripsi Bag. 19: Mencari ke mana Excitement Pergi

Original Source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/315/Diari-Skripsi-Bag.-19-Mencari-ke-mana-Excitement-Pergi

Oct 21, ’11 10:41 AM

Aku tahu kenapa akhir-akhir ini mengerjakan skripsi terasa berat sekali. Berat dalam hal segala sesuatunya mulai terasa jauh, susah, tidak mungkin, tidak yakin… Berjalan asal bisa melangkah maju. Bisa dua langkah, bersyukur, bisa satu langkah, bersyukur…
Kupikir aku terlalu stres, kelelahan mengejar target. Bisa dikata satu tahun lamanya sebagian besar aktifitasku habis untuk mengejar target ini. Tapi, lama-lama terasa berbeda. Dahulu memikirkan skripsi, apa yang akan diketik, membaca literatur aku lakukan dengan perasaan ringan dan senang. Sekarang, meskipun tetap memikirkan skripsi, apa yang diketik, membaca literatur, perasaannya seperti yang ada di paragraf pertama.
O… aku mulai… get burnt out. Skripsi terasa membosankan. Setiap kali ingin berhenti dan istirahat, tetap sulit merasa tenang karena aku jadi berpikir berpikir ini membuang-buang waktu dan seharusnya aku tetap melaju… Tapi capek… Belum lagi dengan tekanan “ayo lulus, ayo lulus…” Huaaaah… capek luar dalam.
Haha… begitulah pengalaman mengerjakan skripsi. Rasanya aku jadi mengerti perasaan senior-seniorku yang berjuang mengerjakan skripsi.
Siapa yang pernah membaca Diari Skripsi Bag. 11? Sekarang temanku itu sudah lulus. Rasanya mau nangis… Senang karena dia akhirnya bisa pulang ke rumah, sedih karena aku sendiri belum selesai. Padahal dulu ketika kami mengobrolkan itu, dia masih Bab I, aku sudah Bab IV.  Aku masih menyelesaikan Bab IV, bulan ini dia wisuda. Huaaaaaa… Ya Tuhan, apa yang sudah kukerjakan selama ini seperti tidak ada kemajuannya!
Dan muncullah saat-saat di mana aku mulai ingin dihibur seperti ketika dulu aku menghibur temanku itu… Teman seperjuangan tiba-tiba menjadi lebih berharga, jauh lebih berharga daripada yang pernah kupikirkan. Aku merasa bersyukur, Ya Allah, terima kasih ada mereka. Inilah saat di mana aku mungkin sulit jika dibiarkan berjuang sendirian.
Hanya berbagi cerita… itu menyenangkan. Berbagi keluhan… itu menyenangkan. Berbagi kemajuan… itu menyenangkan. Berbagi kesusahan… itu menyenangkan. Bahkan bisa ikut nangis ketika temanku cerita tentang partisipan penelitiannya yang status kesehatannya memburuk, bahkan meninggal dunia… Ketika dia sendiri cerita sedang terkena musibah sehingga susah mengerjakan skripsi… Ya Tuhan, ada yang lebih parah keadaannya daripada aku dan dia tetap semangat.
Tiba-tiba, kesusahan dan keluhanku yang pernah kulontarkan jadi tidak ada artinya. Seperti ilusi. Masalah ini aku lebih-lebihkan. Aku jadi merasa bodoh dan malu sekali. Aku bertanya-tanya, ke mana aku yang bersemangat dulu, yang optimis bisa lulus cepat, yang semangat menyemangati teman-teman, yang suka dengan skripsinya? Ke mana harapanku menghilang? Ke mana excitement-ku pergi?
Setelah kurenungkan, mereka semua tidak pergi karena aku yang tahun lalu dan aku yang tahun ini tidak berubah. Mereka tetap ada dalam diriku sendiri, cuma saja tertutupi pikiran-pikiran buruk dan cobaan kehidupan. Mengapa tidak melihat baik-baik? Di balik yang kulihat buruk dari luar ternyata ada yang baik. Aku mulai mendefinisikan apa itu kesempatan. Ketika masih di rumah, bisa membantu orangtua, terutama mendidik adik yang masih kecil. Ketika masih jadi mahasiswa, bisa bersentuhan dan berbagi cerita dengan adik-adik di kampus. Ketika masih belum disibukkan dengan kerja, bisa mengerjakan apa yang disukai sebebas-bebasnya, baca buku, main musik, menggambar, jalan-jalan, menulis, buat cerita, bermain…
Apalagi kalau ingat cita-cita… Ketika memikirkan pengalaman ini sebagai latihan untuk menjadi peneliti yang sesungguhnya, tentu saja aku tidak mau mengorbankan pengalaman ini sekadar menjadi pengalaman yang penuh penderitaan. Pengalaman ini akan jadi pelajaran besar. Aku merasa senang kalau memikirkan itu. Aku merasa ringan kalau memikirkan itu. Aku ingin menghasilkan dan mempersembahkan karya terbaik dalam hidupku. Skripsi ini mungkin yang pertama.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s