Diari Skripsi Bag. 28: A Road to Graduation Part 1

Original Source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/371/Diari-Skripsi-Bag.-29-A-Road-to-Graduation-Part-1

Jul 8, ’12 5:25 PM

Aku sudah daftar untuk ujian skripsi bulan ini. Insya Allah akhir bulan nanti akan menjalaninya, insya Allah bulan Oktober nanti aku diwisuda.WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…………………!!!!

Sejak dua tahun yang lalu, aku selalu ingin “Diari Skripsi” langsung melompat ke topik ini. Sejak tahun lalu, bahkan semakin ingin bisa menulis tentang ini. Selalu, hanya bisa mendengar ceritanya, lalu hanya bisa melihatnya, lalu hanya bisa iri mengetahui teman-temanku pergi satu demi satu dari kampus… Tapi, sekarang, aku sudah sampai pada titik di mana aku bisa dengan tegas membayangkan sebentar lagi aku sama seperti mereka. Benar-benar sebentar lagi.

Jika melihat ke belakang, dulu aku selalu merasa depresi. Mengapa studi fenomenologi yang kulakukan untuk skripsi  seberat ini? Aku selalu berpegangan pada prinsip bahwa segala sesuatunya sudah ditetapkan Allah. Ketika “hal buruk” datang, maka ia akan datang. Tapi, ketika “hal baik” datang, maka ia juga pasti akan datang. Bukannya berpikiran kelewat batas, tetapi aku merasa, kenyataanku saat ini sungguh hal yang tak terelakkan lagi… sehingga, aku bisa berkata, “THIS IS REALLY IT”.

Benar kata dosen pembimbingku tahun lalu… Semua ada waktunya. Aku sangat bersyukur atas semua yang sudah terjadi dan sedang terjadi.

Jadi, apa yang aku lakukan selama beberapa bulan terakhir. Aku benar-benar berantakan sampai memutuskan tidak menulis untuk beberapa saat. Aku tidak bisa menulis sesuatu karena tidak punya hal yang bisa kutuliskan. Setelah setahun berlalu, baru akhir Maret tahun ini aku benar-benar jelas dengan hasil penelitianku, penemuanku dan it is deppressing…

Dosenku bilang, daftar saja segera untuk sidang bulan April. Tidak mungkin. Aku sendiri sadar keberhasilan ditemukannya hasil berarti baru dua per tiga jalan selesai kulalui. Dan dimulailah perjalanan membingungkan yang selanjutnya: membuat deskripsi pengalaman subjek yang seabrek itu. Dan tidak sekedar mendeskripsikan, ini juga mensintesiskan penemuan yang terdiri atas 36 poin itu. Dua bulan tidak selesai…

Ternyata membuat sintesis itu tidak mudah. Benar-benar “tidak hanya tahu, tetapi juga paham”. Semua hal bagaikan bintang-bintang di langit yang aku harus bisa memahami mengapa ia ada di sana, bagaimana ia berhubungan dengan bintang lain yang ada di sana. Aku seakan bisa melihat ada rumah laba-laba besar di dalam kepalaku, semua saling berhubungan… Karena semua saling berhubungan itulah, sulit menemukan dari mana harus memulai karena beberapa hal bisa menjadi awal. Itu, pertama.

Kedua, mendeskripsikan juga susah, mengontrol diri untuk tidak berlebihan dan juga tidak terlalu kurang dalam berkata-kata. Bersikap efektif dan efisien dalam berkata-kata secara ilmiah ternyata tidak mudah. Ini seperti bercerita, tetapi yang isinya terkontrol dan dapat dirujuk kembali bahwa apa yang aku ceritakan ada pada data, bukan asumsi-asumsi pribadiku, bukan hasil pemikiran rendah tidak sabaranku karena ingin semua ini selesai.

To grasp all thing, that what phenomenology wants. To describe it efficiently, that also what phenomenology wants.

Inilah masa di mana aku banyak menghabiskan waktu di depan laptop dan tak ada yang kulakukan selain diam dan berpikir, mengetik dan menghapusnya lagi. Dan aku merasa gila… Hahaha… akhirnya aku memutuskan mengistirahatkan otakku dan aku sadar, di tengah situasi yang seperti ini, bermain game kartu, menonton film dan drama, membaca komik, membuat cerita (aku kaget sendiri soal yang ini, dalam satu bulan ketebalannya hampir menyaingi skripsiku!), berkebun, dan segala hal yang berada di bawa lebel “non-skripsi” adalah bagian dari mengerjakan skripsi yang penting. Aku jadi jago main Spider Solitaire yang level difficult.

Dan syukurlah, di akhir Mei semua itu selesai. Bulan Juni, aku membuat pembahasannya. For the first time, I really think I am a real scientist… Skripsiku selesai. Penelitian pertama dalam hidupku selesai.

Ya Allah, terima kasih…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s