Diari Skripsi Bag. 32: TAMAT :D

Original Source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/375/Diari-Skripsi-Bag.-33-TAMAT-D

Sep 22, ’12 10:15 PM

Aku janji membuat tulisan terakhir dalam seri diari skripsiku. Seharusnya ini membahagiakan… Kenyataannya, ini akan menjadi tulisan terakhirku di dalam weblog ini (aftinanurulhusna.multiply.com). Wah, sedih rasanya.Jadi… apa yang akan kusampaikan? Seharusnya tulisan ini kubuat sebulan yang lalu. Tanggal 16 Agustus 2012 akhirnya aku menjalani sidang skripsi sehingga pada hari itu pula aku dinyatakan lulus. Tanggal 12 September lalu aku yudisium. Sekarang aku bisa mencantumkan gelar sarjana psikologi di belakang namaku. Sungguh tanggal-tanggal yang tidak akan terlupakan.

Rasanya seperti benar “direncanakan” oleh Allah Swt, aku tepat lulus pada tanggal itu. Tanggal 16 Agustus adalah tanggal meninggalnya kakekku tersayang. Aku selalu ingin menunjukkan kepadanya, cucu pertamanya ini sudah lulus kuliah. Aku ingin menunjukkan transkrip nilaiku. IPK-ku bisa di atas 3,50. Aku ingin cerita, setelah ini aku akan melanjutkan sekolah dan bermimpi menjadi profesor seperti beliau. Aku mau bilang terima kasih dan berjanji pada diriku sendiri akan menjadi manusia yang baik.

Rasanya seperti direncanakan lagi. Nanti, hari aku diwisuda akan dekat dengan tanggal kelahiran beliau. Setelah dinanti sedemikian rupa, hari itu akhirnya akan datang dalam kehidupanku. Aku tinggal menghitung hari dan setiap hari berdoa, insya Allah… aku keluar perguruan tinggi dengan cara yang baik, aku selesai menjadi mahasiswa dengan cara yang baik, dan akan masuk ke dalam dunia selanjutnya juga dengan cara yang baik, lalu menjalaninya dengan cara yang baik.

Seorang teman bertanya tentang akhir dari jurnal ini: apakah happy ending? Benar. Happy ending. Tidak terasa kalau sebelumnya proses yang kujalani benar-benar dibanjiri air mata. Susah. Benar-benar susah waktu itu. Tapi sekarang, semua terasa seperti mimpi. Semua sudah selesai dan Allah mengabulkan banyak dari yang aku harapkan.Aku pernah bertanya pada seorang kakak kelas, bisakah kita lulus tanpa revisi skripsi? Dia menjawab, bisa. Di ruang sidang, aku diberitahu bahwa aku hampir saja diluluskan tanpa perlu revisi. Tidak benar-benar terkabul sebenarnya, tetapi menyerempet… Rasanya senang, setidaknya, dalam ketidaksempurnaanku, aku tahu bagaimana aku sebagai peneliti pemula. Ada cukup banyak perbaikan, tetapi entah bagaimana, aku senang-senang saja. Akhirnya, aku benar-benar belajar tentang studi fenomenologis. Aku selalu berharap bisa menguasainya, dan… aku diberi kesempatan untuk mempelajarinya. Alhamdulillah…

Aku tidak lagi merasa iri dengan teman-temanku yang lulus beberapa bulan lebih cepat daripada aku. Masa studiku tepat lima tahun! Kata orang, aku terlambat satu tahun, tetapi aku tidak merasa terlambat. Suatu hari, aku pernah berkata pada temanku, aku ingin lulus dan wisuda bersama orang-orang yang spesial dalam kehidupanku, teman-teman terbaikku selama menjadi mahasiswa. Tahu apa yang terjadi? Aku benar-benar lulus dan akan diwisuda bersama mereka! Rasanya, lagi, seperti direncanakan oleh Allah. Alhamdulillah…

***

Sungguh semua memang ada waktunya untuk terjadi. Ketika aku melihat ke belakang, melihat kembali keputusan-keputusan yang aku ambil dan jalan hidup yang aku pilih… aku tersenyum. Aku bisa merasa bahagia, tidak hanya atas kebenaran pilihan, tetapi juga kesalahan-kesalahan yang aku buat. Semua membawaku sampai pada pengambilan keputusan terakhirku; yang menjadi pertanyaan penutup kehidupanku sebagai mahasiswa.

Aku selalu berkutat dengan pertanyaan siapa aku dan akan menjadi apa aku. Kini, aku benar-benar bisa menjawabnya. Aku ingin melayani masyarakat dengan menjadi ilmuwan dan peneliti. Aku ingin menjadi ilmuwan untuk menolong banyak orang. Aku ingin menjadi wanita yang kuat; muslimah yang kuat.

Aku sampai pada titik di mana aku semakin menyadari besarnya tanggung jawab yang kuemban atas nama, gelar, ilmu, dan statusku sebagai hamba Allah. Rasanya sekarang… takut bahwa aku akan menjadi manusia yang lemah dan tak berguna bahkan dalam menjalankan peran hidupku yang paling sederhana, celaka di dunia dan akhirat. Aku mungkin termasuk orang yang terlambat menyadari banyak hal penting dalam hidup, tetapi tidak ada kata terlambat untuk mengejar ketertinggalan, memperbaiki keburukan diri, meningkatkan kapasitas…

Aku selalu mengharapkan masa mahasiswaku menjadi masaku menemukan prinsip-prinsip yang akan aku pegang untuk menjalani hidup. Sekarang, aku mendapatkannya dan aku merasa tenang. Aku tahu jalanku masih panjang, meskipun tidak tahu kapan akan benar-benar berakhir. Aku tahu akan ada banyak kesulitan… tapi, entah bagaimana, ada keberanian untuk menjalani hidup sebagai manusia dewasa. Aku tidak tahu apakah ini cukup untuk menjadi bekal perjalanan, tetapi aku pun selalu berdoa semoga Allah senantiasa mengajariku sesuatu, memperingatkan aku ketika aku bersalah, menunjukiku jalan ketika aku tak tahu arah, memberikanku teman-teman hidup yang baik…

Aku siap menutup buku yang satu ini dan siap membuka lembaran selanjutnya. Mungkin selanjutnya akan ada seri baru… Semoga aku selalu bisa menulis dan berbagi banyak hal. Keep in touch, teman-teman. Emailku: aftinanurulhusna@yahoo.co.id. Aku sangat senang berkenalan dan berinteraksi dengan kalian semua. Semoga kita menjadi manusia yang baik, yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Semangat dan terima kasih untuk semuanya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s