Diari Skripsi Bag. 6: Pertarungan Penghargaan Diri

Original Source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/219/Diari-Skripsi-Bag.-6-Pertarungan-Penghargaan-Diri

Apr 5, ’11 8:38 PM

Eh, aku belum pernah merasa sesenang ini ketika membicarakan tentang dosen pembimbing skripsiku. Selama ini yang menjadi tempat curahan hatiku adalah teman-teman seperjuangan skripsi. Namun kali ini, ada sesuatu yang indah yang ingin sekali kubagi.
 
Banyak stres yang kualami selama mengerjakan skripsi. Kalau dihitung-hitung, hampir seluruh stres ada hubungannya dengan dosen pembimbing. Bayangkan. Judul yang ditolak atau draft yang “diobrak-abrik” (begitu istilah seorang teman). Disuruh baca buku ini, baca buku itu, bahasa Inggris pula. Bimbingan, nunggu lamaaaa banget, si ibu nggak datang-datang atau antrenya panjangnya berjam-jam, lalu di ibu tiba-tiba pergi. Ada lebih banyak “disuruh perbaiki lagi” daripada “lanjut”. 
 
Dampak dari semua peristiwa yang tidak enak itu adalah… tidak PD ketika bertemu dosen. Jujur, ada perasaan takut salah dan takut “diobrak-abrik” lagi. Apalagi ketika si ibu menyambut kita dengan tidak berempati dan suportif, padahal kita perlu curhat, “Bu, saya stressss…” lalu kita keluar ruang dosen sambil ling-lung… Sepertinya ada banyak sekali kesalahan yang kita buat… ragu-ragu untuk menemui si ibu lagi minggu depan.
 
Aku sensitif pada ekspresi penolakan dari orang lain. Ugh…
 
Tapi, seketika aku teringat suatu pelajaran dari adik kelasku tentang seni berjualan. Apa hubungannyaaa? Ada. Suatu ketika, kami duduk-duduk di kampus dan mengobrol ria. Adik kelasku itu adalah satu-satunya mahasiswa yang giat berjualan makanan ringan. Katanya kurang lebih begini. Kemampuan orang jualan itu bisa mengindikasikan konsep diri penjualnya. Kalau belum menyapa calon pembeli saja sudah takut ditolak, sebenarnya itu adalah gambaran konsep diri negatif yang dimiliki si penjual, ia sebenarnya menolak/tidak menyukai dirinya sendiri.
 
Nah, insight itu yang kemudian kupakai ketika menghadapi dosen pembimbing. Kenapa takut “diobrak-abrik” ibunya? Kamu salah apa sampai nggak PD begitu? Atau ketika menghubungi dan bertemu dengan partisipan penelitian yang tidak pernah kenal sebelumnya. Kenapa takut mendapatkan reaksi buruk? Penelitianmu sudah oke kok. Kamu paham apa yang mau kamu teliti kok. 
 
Indahnya pikiran dan perasaan yang membesarkan diri itu. Kalau aku merasa lemah di hadapan dosenku, sebenarnya ada yang salah dengan diriku sendiri. Sejak itu, aku berani mengirimkan sms atau melangkahkan kaki masuk ruangannya, “Bu, saya mau bimbingan (karena itu hak saya seberapapun stresnya ibu sekarang, karena saya butuh)”. Aku tidak sedang berbuat buruk, mengapa tidak berani maju dan siap-siap menerima segala kritik, masukan, dan saran? Muka badak! Ayo, semangat, percaya diri, pantang dijatuhkan!
 
Dan…
Mau bimbingan, Nak?” tanya ibunya ketika aku menyapanya yang sedang berjalan menuju ruangannya.
 
Iya, aku mengangguk dan masuk ruangannya dengan langkah-langkah kaku. Kalimat pertama sangat blepotan karena sebelumnya aku was-was, siap-siap menerima pengalaman tidak enak seperti yang kurasakan sebelumnya. Tapi, anehnya… sebenarnya aku yang aneh karena berlebihan menilai beliau tidak menyenangkan.
 
Aku jalani bimbingan yang awalnya kaku itu dan tidak terasa… 1 jam! Aku keasyikan mendengarkan beberapa ceritanya selama menjadi dosen. Tidak menyangka, bimbingan bisa menyenangkan begini jika diawali dengan perasaan dan harapan positif. Juga, dengan penilaian diri yang positif. 
 
***
Saat ini, aku kembali bersemangat menyelesaikan Bab 4. Target. Bab 4 selesai bulan April ini, lalu ngebut Bab 5 dan Bab 6, lalu lulus! 
 
Terima kasih, dosenku atas bimbingannya. Benar-benar, tidak pernah merasa lebih oke sebelum hari itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s