Diari Skripsi Bag. 7: Fun Time with The Subjects

Original Source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/230/Diari-Skripsi-Bag.-8-Fun-Time-with-The-Subjects

Apr 18, ’11 8:06 PM

Ketika menulis ini, aku teringat ide nakalku terkait proses pengumpulan data. Tidak nakal sih, sebetulnya, tetapi entah mengapa aku sempat ingin secara eksplisit mengutarakan pada dosenku agar tidak usah perfeksionis. Aku berpikiran begini karena membandingkan skripsiku dengan kakak kelasku, khusus di bagian transkrip wawancara.
 
Kok dia ambil data bisa sedikit bangeeet
 
Sedangkan aku, satu subjek saja sudah menghasilkan sekitar 97 lembar transkrip wawancara. Aku jelas ngeri bagaimana menghadapi ini. Ditambah dengan subjek keduaku, mungkin total akan ada sekitar 170 lembar transkrip wawancara yang harus dianalisa. Aku betul-betul ngeri. Itu angka yang fantastis. Aku tidak pernah membuat tugas yang seperti ini dalam hidupku. Aku yang berlebihan atau apa sebenarnya ini?
 
Tidak usah perfeksionis? Apakah aku sedang akan meminta keringanan? Ya, ubah saja studi fenomenologis ini jadi studi deskriptif biasa. Biar cepat. Kebetulan temanku sudah ada yang dikabarkan akan sidang Mei nanti. Yeah, aku tidak dapat memecahkan rekor akhirnya. Dengan skripsi yang seperti ini, dengan kecepatan normal aku terima diwisuda bulan Oktober. Namun, dengan kecepatan super, seperti kata pegawai di Biro Skripsi, aku bisa sidang Juni dan diwisuda Juli. Itu sekitar 1,5 bulan lagi. Apakah bisa selesai? Oke. Bisa. Kecepatan super!!! Itu artinya super konsentrasi. Semangat semangat.
 
Skripsi ini memang bikin stres dan maaf, dalam tulisan tentang diari skripsi ini, berkali-kali aku mengutarakan masalah ini. BTW, “diari skripsi” memang tempatku untuk mengabadikan langkah-langkahku menyelesaikan skripsi, tentu dengan suka dukanya. Namun demikian, aku tidak akan berbicara tentang kedukaan, melainkan kesukaan yang akhirnya aku sadari. Tidak ada penyesalan memilih studi fenomenologis, sempat mengganti subjek, mengulang Bab 1, 2, dan 3, dan menghasilkan transkrip wawancara yang super panjang.
 
***
Aku suka dengan penelitianku. Sangat menikmatinya. Apalagi ketika mulai mengambil data dan bertemu dua mahasiswa hebat, subjek penelitianku, aku seperti merasa sangat disayang Allah. 
 
Aku teringat mata kuliah motodologi penelitian kualitatif yang pernah kuikuti. Waktu itu ditanyakan, apakah metode penelitian kesukaanku. Aku bilang, penelitian kualitatif. Pertama, aku lebih suka mendekati manusia dengan cara yang manusiawi. Kedua, aku kurang paham angka-angka statistika dan SPSS-nya. Ketiga, aku berharap dengan studi yang fenomenologis, aku bisa mendapatkan hikmah kehidupan yang besar. 
 
Hikmah kehidupan yang besar itulah yang membuatku menulis malam ini. Harapanku terjawab. Subjekku yang merupakan mahasiswa berprestasi dari dua universitas di kotaku, menyajikan kisah kehidupan mereka yang bagiku sangat luar biasa. Maka dari itu, sering terasa terlalu cepat waktu 1 – 2 jam wawancara. Ini seperti wawancara tokoh dengan kisah inspirasional mereka: bagaimana perjuangan mereka sehingga dapat mencapai prestasi tinggi melalui penetapan tujuan hidup, manajemen diri, dan evaluasi diri. 
 
Mau tidak mau, aku jadi berefleksi dan merenung. Wow, hidup memang indah ketika kita menghayatinya dalam proses mencapai mimpi-mimpi kita. Kerja keras terasa nikmat karena kita melakukannya berdasarkan dorongan hati, kejujuran, dan tanggung jawab. Kesukaran dapat dipandang dengan sangat positif. Kegagalan benar-benar dapat dirasakan sebagai keberhasilan yang tertunda.
 
Begitulah… waktu-waktu yang menyenangkan bersama kedua subjek penelitianku.  Setelah 1,5 bulan berlalu, sudah kuputuskan pengambilan data dari subjek selesai. Jika dosenku sudah berkata, oke dan lanjut analisis, aku mungkin tidak akan bertemu kalian lagi dalam konteks penelitian. Tapi yang jelas, aku sangat berterima kasih atas kesedian kalian berbagi cerita, mempercayakan kisah kalian kepadaku, dan meluangkan waktu untukku. Terima kasih atas persahabatannya. Terima kasih atas kebersamaan kita yang menyenangkan.
 
Aku berharap bisa membalas dengan sesuatu yang bagus. Aku bertanya-tanya, apakah itu. Hari ini dan seterusnya, aku seperti mendapatkan tambahan kekuatan, keberanian, dan semangat untuk menjalani masa depan.
 
Terima kasih, teman-temanku ^^ Wish you for the best! Let’s graduate together.
 
Setelah penelitian ini selesai, ingin sekali aku membagi hasilnya. Ah, semoga segera saja. Ayo, lulus lulus lulus!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s