KKN Story Bag. 1: Be Positive is Good

Original Source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/84/KKN-Story-Bag.-1-Be-Positive-is-Good

Aug 8, ’10 8:10 PM

Ada yang bilang KKN (Kuliah Kerja Nyata) itu…………… macam-macam!
Pada awalnya aku termasuk yang skeptis, terutama karena sejak awal sudah ditakut-takuti dengan masalah susahnya transportasi selama KKN lantaran aku tidak bisa naik motor… Sempat berdebat di rumah soal di mana aku akan menginap, apakah akan mengekos, bagaimana makan, dan sebagainya… Tetapi, 20 hari sudah berlalu dan alhamdulillah, lihat, aku sehat dan baik-baik saja.
 
Ada baiknya jika kuceritakan perihal KKN-ku tahun ini. Tenang, aku punya banyak teman-teman yang OK! Ya, itu bisa mengimbangi lingkungan tempat KKN yang ternyata penuh kejutan. Aku selalu membayangkan bahwa KKN adalah pekerjaan di daerah pedesaan sehingga KKN di kota seperti yang kualami saat ini… seperti sedang kesasar? Hoho… itu salah satu komentar warga. Mereka heran ada mahasiswa universitas di lingkungan mereka. Dan ketika mereka berkata bahwa “tidak perlu ini dan itu” dari kami… ada saat di mana aku merasa apa yang kami kerjakan agak sia-sia.
 
Hoho… tetapi pandangan seperti itu tidak bertahan lama. Sungguh. Kupikir, kami langsung larut dalam kesibukan ber-KKN ria. Pertama, mengajar anak-anak SD matematika, eksperimen alam, dan pelajaran kebersihan (betul-betul menguras tenaga, hiks). Kedua, berkeliling RW untuk sosialisasi peraturan daerah, sosialisasi program KKN, sosialisasi bakti sosial, atau sekadar koordinasi dengan pengurus RW, dan sebagainya… Ketiga, mengusahakan peserta EXPO dan festival makanan… 
 
Bolak-balik ke warga seperti ini… tidak ada yang lebih menyenangkan ketimbang membayangkannya sebagai acara jalan-jalan ^^/. Berjuang!!! Atau dengan mengatakan “Satu urusan selesai!!!” sekalipun itu untuk diri sendiri karena tidak ada orang yang begitu peduli aku mengekspresikan apa. Aku hanya semakin menyetujui ungkapan bahwa kebahagiaan itu muncul dari dalam diri sendiri. Seberapa pun berat KKN dirasakan oleh sebagian mahasiswa, yang membuatnya ringan bagi diriku hanyalah diriku sendiri.
 
Ternyata di sinilah keuntungan aku belajar psikologi. Setidaknya, aku tahu caranya menghadapi dan memikirkan masalah, serta sedikit-sedikit menularkannya kepada teman-teman… Haha… ada saja yang menyenangkan jika kau mau memikirkan sebentar saja apa yang terjadi, sekalipun itu hal yang sangat sepele. Ada hal yang sangat berharga jika kau bisa menghadapi masalah dengan kacamata yang berbeda, berusaha melihat masalah dari sudut pandang yang lain, maka kau akan menemukan suatu “excuse” di situ… dan mudah sekali untuk tidak merasa frustrasi akan keadaan.
 
Bermacam-macam orang punya berbagai pendapat soal bagaimana KKN itu. Tidak salah jika ada yang memandangnya sebagai beban, gudang masalah, gudang persoalan tambahan, gudang pekerjaan menumpuk, gudang pekerjaan dadakan, dan gudang keringat bercucuran… Hoho… tidak salah pula bagi mereka yang memandang KKN adalah gudang penempa diri, gudang tantangan, gudang pengalaman baru, gudang pengabdian, gudang pengorbanan, dan gudang seribu amal baik. 
 
Tidak salah jika ada sebagian orang menyadari sisi positif KKN di akhir… Tetapi, aku bersyukur dan akan sangat bersyukur jika waktu dapat diulang kembali, aku dapat berpikir baik tentang KKN jauh, jauh, dan jauh di awal. Inilah saat menjadi mahasiswa yang nyata, bukan mahasiswa pesolek yang suka hidup mudah. Kenyataan, hidup inilah yang membuat tangan kita kasar dan setiap hari mandi peluh. Selama kita sadar hidup kita ada dalam kenyataan… hayatilah kesempatan KKN dengan “be positive”. Apapun masalahnya, be positive!
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s