KKN Story Bag. 7: The End of The Story… Tentang Menjadi yang Terbaik

Original Source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/94/KKN-Story-Bag.-7-The-End-of-The-Story…-Tentang-Menjadi-yang-Terbaik

Aug 24, ’10 12:55 AM

Inilah tulisan terakhirku tentang perjalanan 35 hari KKN. 
 
***
 
Sempat kebingungan… topik apa yang hendak aku tulis kali ini. Tidak akan menarik kalau aku menceritakan keluhanku. Mengapa aku mengeluh? Jika biasa dialami saat-saat terakhir adalah saat-saat santai, tanggung jawabku belum selesai. Pertama kalinya dalam hidupku berkutat dengan 125 soal lomba cerdas cermat dalam semalam, dilanjutkan mengurusi pameran potensi di malam selanjutnya, dan dilanjutkan lagi dengan pengerjaan laporan kegiatan setebal 100 halaman pada dua malam selanjutnya. Aku capek berurusan dengan huruf, kata, dan kalimat, tetapi terus saja mengerjakannya. Mungkin aku terobsesi untuk segera menyelesaikannya. Tetapi mungkin saja, aku hanya ingin berusaha dan bertahan sebaik mungkin demi orang-orang yang membutuhkan terselesaikannya tugas  “huruf, kata, dan kalimat” ini. IT IS EASY!
 
Tentang menjadi yang terbaik, melakukan apapun sebaik mungkin… tidak semua orang mengerti. Kebanyakan orang sudah terbiasa dengan “tidak ada manusia yang sempurna”. Itu benar bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tetapi bukan berarti tidak ada manusia yang tidak bisa berbuat sebaik mungkin. Memang sulit untuk melakukan yang terbaik, tetapi itu bukan berarti tidak bisa. Masalah yang sering muncul adalah keengganan untuk melakukan yang terbaik karena ia memang membutuhkan usaha yang merepotkan. Orang-orang yang malas, mereka merasa cukup dengan hal-hal yang minimalis. Tetapi bagi orang yang ingin yang terbaik, mereka mengejar tujuan itu untuk mendapatkan lebih banyak hal. Terutama bagi tujuan-tujuan yang sifatnya moralis, benar-benar dibutuhkan orang-orang yang berusaha untuk berbuat yang terbaik.
 
Jika kita memegang prinsip ini, benarkah hidup kita dan Indonesia akan berubah?
 
Inilah bahan pembicaraan singkat dengan seorang teman KKN dua hari yang lalu. Pembicaraan ini sangat singkat, tetapi semangatnya waktu menekankan pentingnya melakukan yang terbaik membuat pembicaraan ini lebih dari sekadar obrolan mengisi waktu luang biasa… Kupikir, ini prinsip hidupnya. Aku sangat mengagumi ini dan ingin sekali berterima kasih kepadanya.
 
Bagaimana kami dapat membicarakan topik ini? Masalahnya sederhana. Hanya membicarakan kekesalannya pada suatu kejadian di mana orang ribut membicarakan bangsa dalam suatu forum, tetapi kesimpulannya nol besar. Orang-orang dalam forum itu ribut sendiri dan malah berakhir dengan pemikiran bahwa memperbaiki bangsa adalah misi yang nyaris absurd, luar biasa sulit, dihadang hambatan-hambatan besar, dan sebagainya yang mengecilkan semangat. Tetapi, jawab temanku itu gampang… dengan kata-kataku sendiri aku mengingatnya demikian…
 
 “Mengubah bangsa itu gampang…” katanya.
 
Dalam hati aku menimpali, “Iya, betul… semuanya diawali dari mengubah diri sendiri.”
“… lakukan saja yang terbaik. Terserah mau kerja apa. Jadi A kek, B, C, D… tinggal lakukan yang terbaik, jadi orang baik!!!” Nada suaranya meninggi di sini.
 
Mungkin aku tersenyum saja menyaksikan semangatnya, tetapi hatiku kecut. Aku menimpalinya dalam hati dengan jawaban yang tidak sepenuhnya salah. Namun, aku sadar ada yang kurang: “Berawal dari diri sendiri itu maksudnya apa?”
 
Jawabanku ada pada apa yang dia kata-katakan. AWALI DARI DIRI SENDIRI DENGAN MENJADI SOSOK TERBAIK, SIAPAPUN DIRIMU, SEKECIL APAPUN DIRIMU. Nah, bagiku ini berarti sangat banyak. Terbaik dalam hal: datang rapat atau kuliah tepat waktu, mengerjakan tugas sesempurna mungkin, memperlakukan orang sebaik mungkin, menjaga kesehatan, rajin belajar, tidak melanggar hukum, hidup disiplin, dan sebagainya yang baik-baik. Tidakkah ini menamparku? Wuiih… keras sekali! Aku jadi memaki diriku sendiri. Buat apa nama besar, prestasi atau apapun yang membuatmu disanjung orang, tetapi kau tidak bisa melakukan yang terbaik untuk hal-hal yang kecil, terutama bagi dirimu sendiri. Itu semua menjadi bullshit. Omong kosong.
 
Keindahan hal yang besar muncul karena keindahan hal-hal yang kecil. Kebesaran dirimu akan muncul jika kau membesarkan dirimu dengan menjadi yang terbaik dalam hal yang sederhana. Hidup ini sungguh terdiri atas langkah-langkah kecil yang sederhana. Seberapa berhati-hatinya kita dalam setiap langkahnya menentukan keberlangsungan langkah selanjutnya; apakah kita akan terpeleset, menginjak duri, terkilir… atau melangkah tegap, menjangkau jarak yang jauh, cepat, gesit… Apakah kita akan berjalan pelan-pelan atau berlari kencang… Satu langkah yang terbaik tentu lebih indah daripada banyak langkah besar, tetapi berantakan.
 
***
 
Inilah akhir KKN dan segala ceritanya. Dalam hati, aku bersyukur bertemu banyak orang yang membantuku memperbaiki diri dan memetik banyak pelajaran. Dalam hari aku berharap, semoga di masa mendatang, kami semua dapat bertemu lagi. Mungkin 5, 10, 15, atau 20 tahun lagi. Saat itu… yang dari Fak. Hukum menjadi hakim yang adil, yang dari FISIP menjadi pegawai pemerintahan yang jujur, yang dari Fak. “Ikan-Ikan” menjadi penemu teknologi yang berbudi baik, yang dari Fak. Ekonomi menjadi ahli ekonomi yang peduli pada rakyat kecil, yang dari FMIPA menjadi guru yang memperhatikan nasib anak-anak penerus bangsa, yang dari Fak. Teknik giat membangun bangsa dengan penuh kerelaan untuk berkorban, dan yang dari Fak. Psikologi ini… siap membantu segalam macam permasalahan psikologis teman-teman karena stres menghadapi orang-orang yang tidak suka orang baik. Untuk masalah khusus tertentu, gratis!!! ^^ Haha… Silakan tertawa.
 
Ini hanya mimpi terbaik yang bisa aku bayangkan ketika ada bersama teman-teman KKN sekalian. Hari ini kita dapat tertawa, bahkan menertawakan keluhan-keluhan kita.  Tapi di masa mendatang, tawa kita harus dihemat karena ada banyak orang yang menangis. Mungkin, karena perjuangan menjadi orang baik yang terbaik, kitalah yang paling sering menangis dan memohon pada Yang Kuasa. 
 
Menjadi orang baik memang susah…  Tinggal, apakah kita mewarnai kebaikan itu dengan keimanan yang juga baik sehingga jelas rupa surga yang menanti? Kata orang… surga itu manis karena dunia itu pahit… Nah, inilah saat kita untuk mulai melangkah bersama-sama menjadi generasi yang baik dan terbaik bagi masa depan Indonesia. Semuanya berawal dari kesadaran bersama yang baik tentang ke mana bangsa ini akan kita bawa dan kesadaran bersama itu tidak akan ada tanpa kesadaran dari setiap diri.
 
 
PS: Bagi temanku itu, ingin sekali bisa mengobrol lagi. Semoga kesempatan itu ada. Ingin mengucapkan rasa terima kasih secara langsung, tetapi sepertinya agak sulit karena KKN sudah selesai. Terima kasih banyak, ya😀
 
Bagi teman-teman yang lain… BERSEMANGATLAH MENJADI ORANG BAIK YANG TERBAIK.
 
Huhu… sedihnya KKN sudah berakhir…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s