Quotations Collection Part 10

“Ilmu hanyalah milik Yang Maha Pemurah, Jalla Jalaaluhu. Selain Dia, (ia) hanya terbelenggu di alam kebodohannya, tidak tahu apa itu debu dan apa itu ilmu. Ia hanya berusaha untuk tahu bahwa dirinya tidak tahu.” Fakhruddin ar-Razi, dalam “Karakter Ilmu dan Ulama”, h. 29

“Setiap kali waktu bertambah, setiap kali itu pula aku merasa akalku berkurang. Atau aku merasa ilmuku memang bertambah, bertambahnya ilmuku karena bertambahnya kebodohanku.” Imam Syafi’i dalam “Karakter Ilmu dan Ulama” h. 27

“It’s not so important who starts the game but who finishes it.” — John Wooden

“Manusia itu bukan barang yang selama dipegang tidak akan hilang, bukan mesin yang bergerak dengan dipencet tombol sana-sini. Masalah adalah mereka yang mulai berperilaku mekanistis, memperlakukan manusia seperti barang yang bisa dibentuk dengan mudah. Hidup ini bukan permainan catur yang mana pion bisa ditempatkan di mana saja.” MOM 29.03.11 (My-Own-Mind)

“Sungguh saya telah mempelajari semua jalan ilmu kalam dan juga metode-metode ahli filsafat, dan ternyata semua itu tidaklah bisa menyembuhkan yang sakit dan tidak juga mampu membuat puas orang yang dahaga. Dan saya lihat, jalan yang paling dekat adalah jalan al-Quran.” Fakhruddin ar-Razi

“‘To avoid pain’ and ‘to attain pleasure. These two dimensions are the basis of hedonism.” Wandelien V. Erde

“Although poverty certainly is a major threat for child development, a closer look at the underlying mechanisms may help explain why so many poor children perform well in school despite restricted material resources. If parents are successful in providing an emotionally stable and stimulating environment, the negative effects of financial restrictions can be minimized.” Pamela E. Davis-Kean

“We cannot learn from one another until we stop shouting at one another – until we speak quietly enough so that our words can be heard as well as our voices.” — Richard M. Nixon

Ingat ingat dalam mengatur uang😀😀 1) Tamak: upaya penuh yang dijalankan untuk menjamin dari berkurangnya atau kelangkaan harta, 2) Pelit: menyimpan harta pada saat perlu dibelanjakan, 3) Boros: membelanjakan harta yang seharusnya ditahan, dijaga, atau disimpan. (Aftina Nurul Husna)

“Siapa yang bermaksud untuk bebas dari dunia melalui dunia, adalah seperti seseorang yang ingin memadamkan api dengan jerami.” Seorang filsuf, tanpa nama

“…Pahitnya perpisahan yang dirasakan, intensitasnya sama seperti kenikmatan yang diperoleh dalam pertemuannya. Masalahnya demikian, semakin hebat cintanya terhadap kehidupan duniawi (kenikmatan jasmaniah), semakin kuat dan hebat pahitnya perpisahan yang dirasakan setelah kematian… Kenikmatan akan berakhir, sementara penderitaan tak berkesudahan…” Fakhruddin ar Razi dalam “Ruh dan Jiwa”, h. 191 –Sama juga, semakin besar kekecewaan karena besarnya pengharapan.–

“Ini adalah kebiasaan manusia yang tidak merasa senang, juga tidak cenderung pada sesuatu yang tersedia baginya dalam kenyataan yang sebenarnya. Sebaliknya, ia hanya merasa senang bila memperoleh yang hilang dan menginginkan yang tidak ada.” Fakhruddin ar Razi dalam “Ruh dan Jiwa”, h. 194 –Itulah mengapa bersyukur itu susah–

“It takes generosity to discover the whole through others. If you realize you are only a violin, you can open yourself up to the world by playing your role in the concert.” — Jacques Yves Cousteau

“If you will call your troubles experiences, and remember that every experience develops some latent force within you, you will grow vigorous and happy, however adverse your circumstances may seem to be.” — John R. Miller

“Accept responsibility for your life. Know that it is you who will get you where you want to go, no one else.” — Les Brown

“Manusia itu laksana musafir dan dunia ini tempat persinggahan. Ia (dunia) bukanlah sebuah rumah, dimana manusia tinggal selamanya di dalamnya. Perut ibunya adalah permulaan dari perjalanannya dan waktu kehidupannya adalah ukuran (batas) jaraknya, hari-hari dan pernafasannya adalah langkah-langkah hidupnya. Akhirat adalah tujuannya…” Ali bin Abi Thalib

Beliau berkata dengan berapi-api, “Makanya, belajar agama itu pakai ilmu!” Kenang-kenangan dari kelas Psikologi Keluarga, hari ini belajar tentang poligami. 7.6.11😀

“Rulers usually appoint people to watch over their subjects. I appoint you a watcher over me and my behaviour. If you find me at fault in word or action guide me and stop me from doing it.” Umar Ibn Abd al-Aziz

“The more you recognize and express gratitude for the things you have, the more things you will have to express gratitude for.” — Zig Ziglar

“… Cukuplah agama menjaga keselamatan orang yang meyakininya dan kesesuaian agama itu dengan akal, bahwa ia tidak menghambat pemeluknya untuk melakukan pengkajian ilmu dan menerima pendapat yang mendorongnya melakukan eksplorasi dan konklusi…” Abbas Al Aqqad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s