Quotations Collection Part 8

 

“Agama memiliki seratus jiwa. Segala sesuatu bila telah dibunuh, pada kali pertama itu pun, ia sudah mati untuk selama-lamanya, kecuali agama. Sekiranya ia seratus kali dibunuh, ia akan muncul lagi dan kembali hidup setelah itu. “Will Durrant

“Apabila manusia meyakini bahwa dirinya akan fana dan bahwa tiada sesuatu di balik kehidupan ini selain ketiadaan mutlak, maka di saat itu ia akan kehilangan perasaan bahwa hidup ini benar-benar bahagia dan mengandung kenikmatan. ” Victor Hugo

“Banyak orang dari kalangan terpelajar pada khususnya, menjauh dari agama akibat pengertian-pengertian keagamaan yang mereka peroleh pada masa kecil, yakni dari kedua orangtua yang tidak memiliki pengetahuan yang benar tentangnya, atau dari para penganjur agama yang bodoh, yang tidak memiliki kecuali gambaran-gambaran keagamaan yang keliru atau telah rusak sehingga tidak dapat bersesuaian dengan akal, ilmu dan logika.” Murtadha Muthahhari, dalam “Perspektif Al Quran tentang Manusia dan Agama”, h. 57

“Seandainya suatu umat ingin membunuh umat lainnya dalam ruh agama, akhlak, keberanian, dan kesatriaan, cara yang paling baik ialah dengan menenggelamkan umat itu dalam berbagai perbuatan sia-sia di atas meja-meja hidangan syahwat dan kelezatan.” Murtadha Muthahhari, dalam “Perspektif Al Quran tentang Manusia dan Agama”, h. 57

“Patience can’t be acquired overnight. It is just like building up a muscle. Every day you need to work on it.” — Eknath Easwaran

“Meninggalkan keraguan mengajarkan kepada kita bahwa dari qadha kita lari ke qadha lainnya. Tidaklah mungkin berlangsung usaha melawan qadha karena setiap usaha adalah bagian dari qadha.” Hakiim Maulawi, Rumi

“Saya heran, mengapa orang yang kehilangan sesuatu akan berusaha mencarinya sementara orang yang kehilangan dirinya, tidak?” Ali bin Abi Thalib

“People will accept your ideas much more readily if you tell them Benjamin Franklin said it first.” — David H. Comins

“Remember that wherever your heart is, there you will find your treasure.” — Paulo Coelho

Prof. Dr. HAMKA: Iman Islam yang menimbulkan kemerdekaan dan keberanian.

“Apabila seseorang merenungkan atau memikirkan perselisihan yang terjadi pada manusia sendiri, niscaya dia akan menemukan kenyataan bahwa setiap golongan mempunyai pengetahuan yang tidak dimiliki oleh golongan lain… Kedua golongan tersebut sama-sama memiliki kebenaran di samping kesalahan. Caranya (menghindari perselisihan) adalah dengan memahami ajaran Rasul secara utuh, bukan mengimani sebagian dan mengingkari sebagian yang lain…” Ibn Taimiyah, dalam “Pembeda antara Haq dan Batil”, h. 180 & 185

“The best preparation for tomorrow is doing your best today.” H. Jackson Brown, Jr.

“Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah memecah-mecah urusannya dan menjadikan kemiskinan di depan matanya. Dia juga takkan mendapatkan dunia kecuali yang telah ditetapkan atasnya. Dan barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai niatnya, maka Allah menghimpun urusannya, menjadikan kecukupan ada di dalam hatinya, dan dunia pun menghampirinya sementara ia memandangnya sebagai sesuatu yang hina.” (HR. Ibnu Majah)

Rasul berkata, “Barangsiapa di antara kamu melihat kemunkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak dapat (dengan tangannya), maka hendaklah dengan lisannya. Dan jika tidak (dengan lisannya), maka hendaklah dengan hatinya; tetapi yang demikian itu merupakan selemah-lemahnya (amalah ahli) iman.” (HR Muslim)

“Barangsiapa yang memerangi mereka dengan tangannya, maka dia adalah mukmin; dan siapa yang menentang mereka dengan lisannya, maka dia adalah mukmin; dan barangsiapa yang menentang mereka dengan hatinya, maka dia adalah mukmin. Selain dari itu (yakni jika tidak menentangnya atau memerangi dengan tangannya atau lisannya atau dengan hatinya), maka tidak ada lagi iman (baginya) walau seberat biji sawi.” (HR Muslim)

Dari buku “Pembeda antara Haq dan Batil” karya Ibn Taimiyah

“There is no such thing as a weird human being. It’s just that some people require more understanding than others.” — Tom Robbins

If we are resolved to describe Islam as a system of superior values, we are obliged, first of all, to acknowledge that we are not the true representatives of Islam. –Muhammad Iqbal

“Shared laughter creates a bond of friendships. When people laugh together, they cease to be young and old, teacher and pupils, worker and boss. They become a single group of human beings.” — W. Lee Grant

“Tugas seorang ahli syair adalah untuk membangunkan bangsa yang tertidur.” Muhammad Iqbal

“Adalah satu ilusi yang berbahaya untuk bicara tentang negara maju dan negara berkembang; yang ada ialah negara-negara yang sakit (negara-negara Barat yang sakit karena perkembangan ekonominya dan kemunduran budayanya serta agamanya, sehingga tidak dapat mengkhayalkan atau mewujudkan tujuan kemanusiaan) dan negara-negara yang tertipu (negara-negara yang disuruh percaya bahwa bentuk perkembangan ekonomi Barat dan bantuan Barat akan membawa keselamatan padahal dengan tipuan ini, struktur dan kebudayaan mereka menjadi pudar).” Roger Garaudy, dalam “Janji-Janji Islam”, h. 228

“Pemikiran filsafat dalam Islam tidak melihat evolusi manusia dalam arah horizontal lurus, akan tetapi dalam kenaikan ke atas. Masa yang lalu bukannya di belakang kita, akan tetapi di bawah kaki kita.” Henry Courbin, “Oleh karena itu, maka sains dan teknologi yang dimaksudkan untuk tujuan-tujuan yang lebih tinggi tidak mungkin menjadi tujuan an sich.” Roger Garaudy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s