Pahit dan Manis

May 5, ’12 11:40 PM

Apakah kau merasakannya? Kehidupan yang sama ini dialami dengan cara yang begitu berbeda. Langit dipandangi oleh berpasang-pasang mata, bumi ini dipijaki oleh berpasang-pasang kaki. Keberbedaan kita, di tengah tawa selalu ada mereka yang  meneteskan air mata, ada air mata di tengah mereka yang tertawa.

Kebahagiaan, dengan cara apa ia menipu? Ketika aku tak bisa berhenti berpikir bahwa kesedihan itu takdir yang merata. Seakan ada bencana yang menanti, akan ada saat di mana aku tak bisa lari. Menjadi milikku, air mata itu mengalir sama seperti ia mengalir di mata orang lain ketika orang itu tidak bisa lagi memalsukan senyuman.

Kesedihan, dengan cara apa pula ia menipu? Kebahagiaan, tidakkah itu bakat dalam keberadaan setiap manusia? Dan aku berlari menyibak setiap tabir seakan akan kehilangan waktu, berteriak sekuat paru-paruku mampu bernapas! Aku adalah orang yang melihat matahari pagi ini.

Aku tercabik, hanya, karena tak mampu memutuskan, harus bersedih atau berbahagia? Siapa yang bersalah, aku yang tak bisa memahami kesedihanmu atau kau yang tak bisa memahami kebahagiaanku, aku yang tak bisa memahami kebahagiaanmu atau kau yang tak bisa memahami kesedihanku?

Kita orang-orang yang saling menyakiti dengan kesalahpahaman, tetapi juga terhibur karena salah paham dan disalahpahami. Termenung, menelan pahit dan manis bersama-sama, dan kita merasa kenyang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s