Sapaan dari Masa Depan

Original source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/325/Poetry-of-The-Week-Sapaan-dari-masa-depan

Nov 4, ’11 1:06 PM

Beberapa yang kutulis di masa lalu seperti sedang menggema. It’s nostalgic
 
***
 
Ketika Memandang Masa Depan
(22 April 2009)
 
Ketika kita memandang masa depan,
apakah semua orang pantas kita kenal?
 
Suatu kenyataan yang menyesakkan,
akan ada waktunya
untuk pura-pura buta, 
untuk pura-pura tuli, 
dan untuk pura-pura tak berhati.
 
Apakah benar?
Suatu saat nanti akan ada:
orang-orang yang kita lupakan,
orang-orang yang terlupakan, 
orang-orang yang kita ingat,
dan orang-orang yang teringat sampai mati.
 
Jika benar, 
siapa mereka?
Aku akan mencari mereka.
Sampai ke ujung dunia.
***
Hidup yang Mengajarimu Sesuatu
(19 Agustus 2010)
… berada dalam misi yang tak pasti.
Mencari apa-apa yang lahir dari abu karena api.
Di antara berjuta fragmen miskin makna…
Ada hidup yang mengajarimu sesuatu.
Sungguh tiada kesiaan…
***
Untuk Tahu dan Mengapa
(4 September 2010)
Ketika mencari jalan, kau akan ditanya:
“Kau akan ke mana?”
Sementara kau akan menuju ke tempat itu, kau akan ditanya:
“Jalan mana yang kau pilih?”
Maka, siapa yang akan kau tanyai dan siapa yang akan menjawab?
Ada kala di mana kau tak tahu apa pun.
Ada kala kau hanya tahu sedikit.
Ada kala kau harus memutuskan untuk tidak lagi tidak tahu apa-apa,
tidak tahu mengapa,
dan tidak tahu bagaimana;
tentang karena apa kau harus tahu, dan
karena apa kau seharusnya tidak tahu.
***
Coz’ I Persevered
(17 Desember 2009)
Karena apa kau akan bangga pada hidupmu
atau tetap akan bangga pada hidupmu?
kau mungkin pada akhirnya akan melupakan pencapaian
karena yang paling kau rasa adalah beban
kau mungkin pada akhirnya akan melupakan siapa dirimu
tapi kau tidak akan lupa dari mana kau berasal
Karena kau mencintai kehidupan
mungkin jawabanmu adalah: karena aku gigih.
***
Ada waktu di mana kita berpikir kembali, seberapa benar pilihan yang kita pilih di masa lalu, seberapa benar keinginanmu yang dulu. Takut salah, takut merasa bersalah, takut menyesal, takut kecewa… semua itu rasa yang tak terelakkan waktu itu. Ketika semuanya sudah berlalu, tentu saja tak semua hal dirasa menyenangkan. Tapi, kalau ingat aku dulu begitu, sekarang aku begini… sungguh ini kekuasaan Tuhan, aku sedemikian hidup pada hari ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s