“?”

Original source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/255/Poetry-of-The-Week-

May 13, ’11 9:25 PM

Siapakah yang sendiri tetapi tidak sendirian?
Kita, yang berdialog dengan diri dan bertanya:
Mengapa Dia Memerintahkan manusia untuk menghimpun kebijaksanaan?
 
Kita dalam diam, sungguh kelaparan yang sangat;
“Apa yang menarik kita untuk mengiyakan-Nya?
Apa yang menahan kita dalam untuk terus membuka mata?
Apa yang mendorong kita untuk terus melihat?
Sementara dunia ini dipenuhi perselisihan yang ribut, mengapa kita juga ribut dalam diri kita sendiri?!”
 
Mengapa bertanya menjadi candu?
Mengapa dada ini sesak oleh ketidaktahuan?
Apakah obat kelaparan ini, Tuhan?
 
“Akankah ada saat dimana aku berhenti bertanya?
Adakah saat di mana aku tidak butuh lagi jawaban?” 
 
Lalu aku menjawab, “Apakah kau mengharapkan kematian?
Ataukah berharap menjadi hewan dan tumbuhan?”
 
“Lalu, mengapakah pengetahuan itu menjadi nikmat?
“Apakah sejak Dia menghadirkan diri untuk diketahui? Sejak Dia memberikan kita jalan?”
 
“Kau tahu, mungkinkah sejak itu pula kita memang tak bisa berhenti melangkah.
“Mungkinkah sejak itu pula kita takut akan datangnya masa dimana kita berhenti bicara dan bertanya.”
 
“Kau takut?”
 
“Ya, aku takut. Aku takut tidak bisa menemukan-Nya. Aku takut tidak mendapatkan janji-Nya.”
 
“Apakah janjinya?”
 
“Akal yang tenang, lalu jiwa yang menemukan hiasannya. Apalah arti ketinggiannya, kita buta akan hakikatnya.”
 
“Apakah akal bisa mendapatkan ketenangannya?”
 
“Haha… Mari kita menertawakan kebodohan kita dan memuji Kemahatahuan Dia!”
 
***
Sehingga kita bisa memikirkan ini…
… bukan perjalanan singkat untuk memahami indahnya tanda tanya yang Dia sebar di semesta.
Kalau kau tak juga menemukan jawabannya, menangis lah…
Karena pemahaman sungguh adalah misteri…
… dan Dia tidak pernah menghardikmu.
Dia-lah Penggenggam segala jawaban dan kemudahannya.
 
Karena Dia-lah yang  Memerintahkan manusia untuk menghimpun kebijaksanaan.
 
Dan sejuta karena lainnya… benar, tidurlah. 
Itulah matimu untuk esok kembali menjadi manusia.
Belum ada jawaban untuk hari ini.
Pulanglah, tunggulah, berharaplah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s