Doa untuk Keluarga

Original source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/31/20-years-life-in-memories-Tribute-for-My-Grandfather

Dalam keluargaku, kakekku, yang kubiasa memanggilnya Angkung adalah sosok yang sangat kusayangi. Beliau tidak lupa pada ulang tahunku dan beberapa kali membelikanku hadiah ketika aku masih kanak-kanak. Hadiah yang masih kusimpan adalah dua set cerita anak-anak (setiap set-nya 4 buku) berukuran besar (A3) bergambar. Set pertama tentang dunia binatang dan set kedua tentang dongeng-dongeng anak-anak dari seluruh dunia.
 
Tidak banyak hari ulang tahun yang kuhabiskan dengan kakek dan nenek (baik dari ibu maupun ayah), terutama karena selalu saja rumahku dan rumah beliau semua yang sangat jauh. Jadi, ketika menerima surat atau hadiah yang dengan susah payah dikirimkan, aku sangat senang.
 
Hadiah yang lain adalah satu binder gambar kucing dan coklat bonbon yang masih kusimpan sampai sekarang. Hadiah yang lain adalah ditraktir ke toko buku. Hadiah yang lain adalah dirayakannya ulang tahunku ketika aku berkunjung ke rumahnya. Aku ingat kue ulang tahunku dan balon-balonnya. Semua itu terjadi pada masa kanak-kanak.
 
Ketika aku beranjak dewasa, tampaknya semua tidak berjalan seperti itu lagi. Aku sudah dewasa, dan ucapan serta hadiah tampak kekanak-kanakan. Ulang tahunku cukup di rumah dengan kue buatan ibu dan ucapan selamat dari keluarga dan teman-teman. Aku sudah sangat senang. Kalau membuat kue, aku berkesempatan menghiasnya sendiri. Bukan kue mahal, tetapi enak dimakan. Beberapa kali kakek juga menelepon untuk mengucapkan selamat. Teleponnya yang terakhir adalah ketika aku berusia 16 tahun.
 
Aku ingat ekspresi senang dari suaranya, “Selamat Ulang Tahun yang ke-17″… Ha, salah. Usiaku 16 tahun, belum 17 tahun. Rupanya kakek salah menghitung tahun dan mengira ulang tahunku kali itu adalah yang ke-17. Semoga beliau tidak kecewa karena salah menghitung tahun.
 
Karena peristiwa itu, aku jadi membayangkan bagaimana aku ketika berusia 17 tahun. Satu tahun berlalu dan pada harinya aku mengira kakek akan ingat dan menelepon untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Apa yang terjadi? Tidak ada telepon. Aku menunggu? Mungkin… aku tidak ingat karena ulang tahun ke-17 ternyata tidak semenarik yang di televisi dan sinetron. Siapa yang bisa senang? Aku berpikiran usia 17 adalah tonggak kedewasaan, kau bisa masuk penjara jika berbuat jahat. Haha… Apakah aku sedih karena itu? Mungkin… aku tidak begitu mengingatnya.
 
Pada usiaku yang ke-18, empat bulan sebelum ulang tahun-ku yang ke-19, kakek wafat. Begitulah perasaanku… tidak ada ucapan terakhir karena hampir 2 bulan kakek tidak sadarkan diri sebelum akhirnya wafat. Dalam hati aku berdoa, semoga kakek bisa menyaksikanku berusia 19, 20… bisa menyaksikanku yang lulus kuliah karena aku cucunya pertama. Tetapi, rupanya Allah Swt berkehendak lain… Beginilah hari ini aku masih di sini dengan semua kenangan dan harapan tentang kakek. 
 
Pada hari aku membongkar “sampah” aku menemukan surat dari kakek, tetapi aku tidak menemukan surat dengan tulisan tangannya. Suratnya diketik dengan komputer dan hanya tanda tangannya yang asli dari tulisan tangannya. Aku bertanya-tanya ke mana surat-surat yang lain dan tentu, sudah hilang. Tidak bisa dicari lagi.
 
Aku hobby melihat foto-foto lamaku dengan seluruh keluarga, kakek dan nenek, semuanya… Melihat wajah tersenyum cerah di setiap foto aku menyadari bahwa setiap manusia menanggung harapan dari manusia lain. Karena itulah aku bersemangat dan berusaha sebaik mungkin untuk tidak membuat malu, tetapi kebanggaan. Karena aku menyayangi mereka semua.
 
Jadi, hari ini aku berdoa: Allah, sayangilah seluruh keluargaku, ampuni semua dosa kami, satukan kami di surga-Mu, kembali sebagai keluarga besar. Semoga aku menjadi anak salehah, berguna bagi keluarga, bangsa, negara dan agama… Best wishes for my family… for my grandfather… for everyone…Amin
 
Tidak ada yang lebay untuk sebuah doa…
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s