Kisah-kisah Klasik

Original source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/49/Topic-of-The-Week-Kisah-Kisah-Klasik

Cerita-cerita lama tidak kalah menarik dengan cerita-cerita zaman modern. Mereka menawarkan dunia yang tidak akan kita kenal kecuali kita berhubungan dengannya. Kehidupan kerajaan, raja, ratu, comte, comtesess, count, countess, baron, baroness… Hohoho… apa yang sedang kubicarakan ini kecuali tentang novel-novel Eropa zaman dahulu kala?? Tentu saja, ini selain Cinderella dan Sleeping Beauty yang sudah kita kenal. Nah, kita akan berkenalan dengan penulis-penulis seperti Victor Hugo, Alexandre Dumas, Voltaire, dan kawan-kawan. Tidak banyak yang sudah kubaca, tetapi dari sedikit sekali karya mereka yang kubaca, semuanya sangat berkesan. Yang terakhir kubaca saat liburan adalah The Three Musketeers-nya Dumas.
Tidak kusangka, novel ini sanggup membuatku tertawa karena geli. Mungkin, beberapa dari kalian beranggapan novel-novel seperti ini benar-benar “sastra”, artinya berbahasa dalam dan rumit? Ternyata tidak juga. Kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan adegan, menurutku, sangat kocak.
Nah, dari mana kita semua pernah mendengar tentang The Three Musketeers? Bagi yang pernah nonton film Slumdog Millionaire, kalian akan mendengar ketiga sekawan itu sedikit. Anyway, juga ada film kartunnya, tetapi aku belum pernah nonton. Bagi yang pernah nonton The Man In The Iron Mask, kalian juga akan berkenalan dengan The Three Musketeers. Ketika membaca, aku menggunakan wajah aktor pemeran Athos, Porthos, dan Aramis yang ada di film The Man In The Iron Mask untuk membantu visualisasi tokoh-tokoh dalam novel. Tapi, tidak begitu menyenangkan karena The Three Musketeers di film The Man In The Iron Mask diceritakan sudah tua, setelah mereka pensiun sebagai musket.
Awalnya aku bingung kenapa judul novel ini The Three Musketeers, padahal ada satu tokoh penting lain, yang sering diceritakan, yaitu d’Artagnan, si pemuda dari desa yang pergi ke Paris untuk mengejar cita-cita sebagai musket (pengawal raja). Ternyata, masalah yang menimpa d’Artagnan di perjalanan menuju Paris-lah yang membuatnya berteman dengan ketiga musketri. Kisah yang menceritakan awal pertemanan mereka sangat lucu dan tidak disangka-sangka. Awalnya dari tantangan duel d’Artagnan dengan ketiga musket yang tidak disengaja. Akhirnya, mereka malah bahu-membahu dalam menghadapi perselisihan dengan tentara kardinal (saingan para musket) dan selanjutnya dengan kardinal itu sendiri.
Mereka berempat, Athos, Porthos, Aramis dan d’Artagnan berhadapan dengan banyak tantangan. Mereka berurusan dengan masalah perselingkuhan ratu Perancis dengan bangsawan Inggris, penculikan istri pembuat tirai, perselisihan dengan kardinal dan anak buahnya, ikut perang dengan Inggris, membongkar penipuan, dan memburu wanita kriminal yang menjadi bangsawan, yang terlibat dalam semua masalah mereka. Ada banyak adu pendang, nyaris terbunuh dan membunuh. Ada kesan, petualangan mereka seperti cerita detektif juga ^^.
Ha… aku tak bisa menceritakan semua detailnya, bukan? Nah, bagi yang penasaran bacalah bukunya.
Beberapa hal penting yang sebaiknya kita tahu (sebagai tambahan pengetahuan).
Apa semboyan keempat kawan kita ini? All for One, One for All. Jadi teringat zaman SMP, waktu ikut pramuka, semboyan musketri ini menjadi semboyan regu pramukaku. Waktu itu tidak terpikirkan, dari mana asal kalimat ini. Jawabannya hampir sembilan tahun kemudian. 
 
Ternyata, novel The Three Musketeers ini adalah bagian pertama dari novel trilogi karya Dumas. Buku kedua dan ketiga masing-masing berjudul Twenty Years After dan The Vicomte de Bragelonne yang ketiganya kemudian dikenal sebagai d’Artagnan Romances. Apakah buku kedua dan ketiganya ada di Indonesia. Semoga semoga semoga.  
 
Ingin sekali bisa segera membaca kelanjutannya…
 
Siapakah tokoh di balik The Three Musketeers???
 
Alexandre Dumas, Sr. Beliau adalah penulis asal Perancis. Ia lahir pada 24 Juli 1802 dan meninggal pada 5 Desember 1870. Selain The Three Musketeers, Twenty Years After, The Vicomte de Bragelonne, karya lainnya yang terkenal adalah The Count of Monte Cristo. Sekalipun hidup dalam keluarga yang kurang mampu dan membuatnya tidak mendapat pendidikan , tetapi Dumas kecil sangat suka membaca. Ia membaca apa saja yang bisa ia baca.
 
Karier  Dumas dimulai dengan menulis untuk mejalah dan sandiwara. Setelah berhasil dalam  menulis sandiwara, ia mulai menulis novel. Dumas banyak menulis novel historis, terutama yang menceritakan Perancis dan kehidupan kerajaannya. Kenal cerita The Nutcracker dan Robin Hood? Itu juga karya Dumas. 
 
Dumas menikah dengan aktris bernama Ida Ferrier. Salah satu anaknya juga menjadi penulis, yaitu Alexandre Dumas, Jr. Kapan-kapan kita juga akan berbicara tentang tokoh yang satu ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s