Orang Biasa yang Tidak Biasa

Original source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/37/Note-of-The-Week-Orang-Biasa-yang-Tidak-Biasa

Ada waktunya kita stres, aku stres, kamu stres. Ketika kau punya keinginan dan tidak kesampaian, kau akan stres. Kau ingin bisa, tetapi tidak bisa. Yang bisa kau lakukan hanya hal yang sederhana padahal kau ingin lebih. Apakah baik memaksakan diri? Tidak. Karena itu berarti kau tidak menghormati kapasitas dirimu.

Bagiku, menjadi seorang penulis adalah impian besar. Kalian pun demikian, punya keinginan besar. Aku tidak tahu mengapa dunia hobby sekali membanding-bandingkan orang. Kenapa ada orang yang suka menyajikan profil orang-orang “besar” (terutama yang seumuran dengan kita) di depan hidung kita. Rasanya…… kecut! Sekalipun itu untuk menyemangati kita, tapi rasanya……. kecut! Rasanya diri ini tak berguna dan terlalu berbeda. Rasanya, kau jadi dibuat untuk selalu ingin, ingin dan ingin seperti orang-orang itu.

Jika dunia adalah tempat yang seimbang, selalu ada orang biasa di antara orang luar biasa. Orang-orang banyak yang ingin berjuang mempersiapkan untuk mencapai tempat orang-orang luar biasa. Tapi, pernahkah terpikirkan kalau kita mungkin disiapkan Tuhan untuk menjadi orang biasa? Yeah, mungkin benar kecenderungan manusia di abad ini adalah ingin menjadi orang yang luar biasa, tetapi bagaimana dengan ide mempersiapkan diri orang yang biasa? Ada yang mau???

Aku, dan mungkin kalian, hidup dengan sebuah momok, bagaimana jika perhitungan kita atas kehidupan meleset? Mungkin aku agak menyindir orang-orang yang sibuk dengan “peta hidup”-nya, yang mengatur kehidupannya detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun! Ide mengatur diri memang baik, tetapi tidakkah itu membuat diri tertekan oleh semangat pencapaian yang aneh dan berlebihan? Sebagian kesempatan memang diusahakan, tetapi sebagian yang lain adalah hasil pengambilan keputusan dengan pertimbangan akal sehat maupun intuisi. Sebagian kesempatan berhasil diusahakan, tetapi sebagian yang lain gagal dan hanya memberikan kesempatan kepada kita untuk ikhlas, sabar, dan mengambil pelajaran darinya.

Apakah orang yang “gagal” tidak bisa bahagia? Apakah orang biasa tidak bisa bahagia? Apakah hanya orang-orang yang berada pada tempat yang “lebih tinggi” dari kita yang bahagia? Ataukah kebahagiaan mereka hanyalah sesuatu yang kita asumsikan saja? Apakah yang kita pikirkan kini? Keinginan bukan segalanya. Jika dahulu kita selalu berpikir menang, tampaknya kini kita perlu belajar untuk berpikir kalah atau menjadi orang biasa yang tidak biasa.

Menulis begini, aku berpikir tentang impianku sendiri. Bagaimana jika aku tidak pernah bisa menghasilkan buku sepanjang hidupku, sulit membuat cerita atau puisi, atau bahkan tidak dianugrahkan kemudahan berpikir yang menghasilkan ide lagi? Sama seperti halnya pelukis yang tidak bisa melukis lagi, musisi yang tidak bisa menggubah lagu lagi, atau pelajar yang tidak bisa menghasilkan nilai terbaik lagi? Kupikir, aku akan berpikir mudah: pikiran-pikiran seperti itu tanda kita terlalu berpikiran pada akhir dan tidak menghargai proses, tanda kita terlalu berpikir proses-proses besar dan tidak menghargai proses-proses kecil.

Jika aku tidak bisa menulis, aku akan terus membaca, membaca dan membaca. Jika aku belum bisa menulis, aku akan terus membaca, membaca, dan membaca. Jika aku tidak punya buku, aku akan membaca dunia. Jika aku bahkan tidak dihadapkan pada dunia, aku puas dengan apa yang ada di hadapan mataku, sekalipun ia tertutup dan hanya menampakkan kegelapan.

Apakah ini adalah pemikiran terbaik? Mungkin tidak, tetapi inilah yang kupikirkan hari ini dan mungkin kelak akan berganti. Setiap orang punya pemikiran terbaiknya dan beginilah aku, entah kalian…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s