Puisi-Puisi dari Buku “Efisiensi Waktu (Konsep Islami)”

Original source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/168/Poetry-of-The-Week-Puisi-Puisi-dari-Buku-Efisiensi-Waktu-Konsep-Islami

Dec 15, ’10 12:28 AM

Aku cocok dengan buku yang satu ini. Buku ini adalah hadiah yang sangat indah di penghujung tahun 2010. Salah satu hal yang paling mengena adalah puisi-puisi yang ada, yang membuatku “sakit hati”: aku termasuk orang bodoh yang menyia-nyiakan waktu. Berikut ini adalah puisi-puisi tersebut…
***
Gunakan malam sekehendak hatimu, sesungguhnya malam itu siang
bagi orang yang berpikiran tajam (Imam al-Alusi)
 
Jika kau merasa terusik oleh panasnya musim kemarau
keringnya musim gugur dan dinginnya musim dingin
dan kau terlena oleh pesona musim semi,
coba katakan padaku, kapan engkau dapat menuntut ilmu? (Ahmad bin Faris ar-Razy)
 
Waktu adalah barang yang paling berharga untuk kau jaga.
Menurutku ia adalah sesuatu yang paling mudah hilang darimu. (Yahya bin Hurairah)
 
***
Waktu laksana pedang
Wahai orang yang lalai akan akibat perbuatannya,
Wahai orang yang terhenti di atas kekurangan dirinya
Kau telah tertinggal oleh mereka yang teguh pendirian
Sedang engkau tidur di atas kebimbangan
 
Tegaklah di depan pintu tobatmu, menyesali diri
Tundukkan kepala dan akui: aku orang zalim
Berdoalah di keheningan malam
Ikuti jalan mereka meski tak sampai
 
Tegakklah menyesali diri saat malam kelam
Berjagalah membuka pintu taubat Ilahi
Gantilah usiamu yang hilang di masa lalu
Campakkan waktu mubazir dan hawa nafsu jauh-jauh
Ceraikan duniamu
Jika kau menuntut kebahagiaan kekalmu. (Ibnu Qayyim al-Jauziyah)
 
Wahai orang yang umurnya terbatas
Yang tubuhnya setelah mati menjadi santapan cacing
Umurmu terus berkurang semenjak di atas buaian
Detik-detik menggiringmu menuju saat kematian
 
Akan tanggal gigi-gigimu dan memudar cahaya matamu
Tak usah berderai air mata jika semua itu meninggalkanmu
 
Wahai orang yang saat demi saat umurnya berlalu
Wahai orang yang menyia-nyiakan hartanya sedikit demi sedikit
Yang menghambur-hamburkannya saat ada kemampuan jiwa dan kekuatan raga
 
Ingatlah, akan datang Munkar dan Nakir dengan wajah mengerikan
Kata-kata mereka tajam menakutkan laksana keduanya lahir dari satu susuan
Saat itulah menuai buah tanaman amalmu
 
Kau berharap ada seditik untuk berbuat ketaatan
Kau berterian: Ya Tuhanku, Kembalikanlah aku!
Namun alangkah menyedihkan, tak ada kalimatmu yang didengar
 
Wahai orang yang tertinggal kafilah para salihin
Telah sampai waktumu untuk menyusul mereka. (Ibnu Qoyyim al-Jauziyah)
 
***
Hai orang yang terlena padahal Tuhan menjaga
dari marabahaya dan merayap kala gulita
 
Sungguh aneh, mata manusia mampu terlelap
meninggalkan Tuhan Yang Kuasa
Yang memberinya berbagai nikmat. (Ibnu Qudamah al-Maqdisy)
***
Perjalanan akhir dari logika hanyalah terbelenggu
usaha-usaha kami ternyata bermuara pada kesesatan
 
Ketika nyawa-nyawa kami terlepas dari raga
namun hasil di dunia kami hanyalah bencana yang menyakitkan
 
Kami tiada memperoleh faedah dari pencarian selama ini
selain dapat mengumpulkan: Kata si anu dan kata si fulan. (Imam ar-Razy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s