Qaṣīdat al-Burda

Original source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/187/187

Feb 15, ’11 8:33 PM

Qasidah Burdah adalah salah satu puji-pujian kepada Nabi yang sering sekali kita dengar. Namun demikian, tidak banyak dari kita yang tahu betapa terkenalnya qasidah tersebut dan kisah yang melatarbelakangi pembuatannya, kan?

Qasidah tersebut sesungguhnya adalah sebuah puisi indah yang ditulis oleh seorang penyair dan sufi asal Mesir pada abad ke-11 (7 H) yang bernama Syarifuddin Muhammad al-Bushiri (601-695 AH), yang berisikan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Nama asli puisi ini adalah al-Kawākib ad-Durrīya fī Madḥ Khayr al-Barīya atau “Cahaya Surgawi dalam Pujian terhadap Ciptaan Terbaik” atau “Celestial Lights in Praise of the Best of Creation”. Saat ini, puisi tersebut lebih dikenal sebagai “Al Burdah” (terjemahan dalam bahasa Inggrisnya   “Poem of The Mantle” atau “The Scarft” dan dalam bahasa Indonesia “Qasidah Burdah”) karena cerita berada di balik pembuatannya.
Pada waktu itu, al-Bushiri si penulisnya, menderita penyakit lumpuh dan diramalkan tak dapat sembuh oleh dokternya. Al-Bishiri kemudian berdoa pada Allah, mengambil pena dan menulis puisi untuk memuji Nabi Muhammad. Dalam tidurnya, penyair ini bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad. Nabi datang kepadanya dan memintanya untuk melantunkan puisi yang baru saja ditulisnya. Nabi kemudian menggerakkan tangannya di atas tubuh Al Bashiri yang lumpuh dan menyembuhkannya. Kemudian, Al Bashiri memenuhi permintaan Nabi dan melantunkan puisi tersebut. Sebagai bentuk penghargaan atas karya Al Bashiri, Nabi memberinya sebuah burdah (mantel). Al Bashiri kemudian bangun dari mimpinya dan menemukan dirinya diselubungi dengan matel yang sama serta sepenuhnya sembuh dari lumpuh.
Pagi berikutnya di sebuah bazar, seorang darwis menemui Al Bashiri dan memintanya melantunkan qasidah untuk memuji Nabi. Ketika Al Bashiri menjawab bahwa dirinya baru saja menulis banyak puisi, sang darwis membalasnya dengan mengucapkan kalimat-kalimat dari Qasidah Burdah. Darwis tersebut kemudian bercerita bahwa ia telah melihat Al Bashiri dalam mimpinya sedang melantunkan qasidah ini dan hadir pula Nabi di sana. Al Bashiri kemudian memberikan salinan puisinya kepada darwis tersebut. Dengan demikian, rahasia Al Bashiri menjadi diketahui oleh semua orang dan tersebar luas.
Seiring dengan semakin banyaknya orang mendengar kisah Al Bashiri, orang-orang jadi menyebut puisi tersebut “Al Burdah”. Qasidah ini kemudian dihafal, dilantunkan dan dinyanyikan dari masa ke masa di seluruh dunia Islam, dari Senegal sampai Indonesia, serta diterjemahkan ke banyak bahasa.
Qasidah Burdah terdiri atas 160 ayat dan terbagi dalam 10 bab yang masih-masingnya terpisah oleh reffrainMawlaya salli wa sallim da-Iman abadan. ‘Ala habibika khayril khalqi kullihimi (Oh Tuhan, Kirimkan salam dan damai senantiasa dan selamanya, kepada ia yang Engkau Cintai, yang terbaik dari seluruh ciptaan/ My Master, descend peace and blessings continuously and eternally on Your Beloved, the Best of All Creation). Meskipun hanya sepotong, inilah Qasidah Burdah yang terkenal itu dalam bahasa Indonesia.
***
Oh Allah, Kirimkan salam dan damai senantiasa dan selamanya,

kepada ia yang Engkau Cintai, yang terbaik dari seluruh ciptaan.
Muhammad pangeran dua dunia dan dua makhluk,
dan semua orang dari Arab dan bukan Arab.
Oh Allah, Kirimkan salam dan damai senantiasa dan selamanya,
kepada ia yang Engkau Cintai, yang terbaik dari seluruh ciptaan.
Tiada yang menghalangimu, tidak kekalahan dan tidak kehilangan,
sampai komunitas Islam ditempatkan di antara bintang-bintang.
 
Oh Allah, Kirimkan salam dan damai senantiasa dan selamanya,
kepada ia yang Engkau Cintai, yang terbaik dari seluruh ciptaan.
Oh kekasih Allah, utusan Allah, Imam para Nabi,
engkau bepergian dari satu tempat kudus di malam hari ke tempat kudus lainnya,
saat bulan purnama bergerak melalui kegelapan pekat.
Dan engkau terus naik hingga mencapai sebuah posisi,
pada jarak dua hasta seperti yang belum pernah dicapai atau belum pernah ditemukan.
 
Oh Allah, Kirimkan salam dan damai senantiasa dan selamanya,
kepada ia yang Engkau Cintai, yang terbaik dari seluruh ciptaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s