Tak Bisa Kubenci Barat

Original source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/183/Poetry-of-The-Week-Tak-Bisa-Kubenci-Barat

Feb 10, ’11 9:37 PM

Tak bisa kubenci Barat
Tak bisa kubenci Barat,
sementara aku generasi yang hilang,
tercerai dari masa gemilang.
Ke mana aku menghadap,
wajah Barat di langit untuk sejuta bintang yang semakin terang,
wajah Barat di bumi untuk setiap jengkal tanah yang menguakkan rahasia.
 
Apakah salah, mengapa marah,
pada masa di mana ilmu berada di tangan mereka yang mencari,
di Barat, negeri-negeri matahari yang terbenam?
Hanya terbukti sesuatu yang benar, 
ketika kekuatan ada di tangan mereka yang berusaha,
tak bisa kubenci Barat.
 
Dan masa di mana kejayaan dipergilirkan, aku berharap…
Kejayaan yang dipergilirkan sekali lagi,
sebelum aku tak mencapai apapun dan mati.
Atas keberadaan Tuhan yang tetap saja kutemukan, 
tidak duka untuk sejarah yang pernah terinjak.
Ada hikmah yang membuatku berterima kasih,
dengan begitu, tak bisa kubenci Barat.
***
Ketika wacana islamisasi ilmu pengetahuan memuncak, ada satu hal yang muncul. Kita mulai mencari-cari jejak masa lalu ketika peradaban Islam menegakkan kepalanya tinggi-tinggi. Bersamaan dengan itu, kita mulai mencari-cari cela dari peradaban yang berasal dari Barat. Bagi orang-orang tertentu, hal tersebut dapat menjadi celah untuk membangun kebencian, terutama jika semua itu dihubung-hubungkan, misalnya dengan isu politik dunia, perang antara dunia Islam dan Barat, sehingga akhirnya, akan ada pula yang namanya perang ilmu pengetahuan.
Bolehlah islamisasi ilmu pengetahuan tetap bergulir, tetapi jangan lupakan satu hal: berterima kasih. Berterima kasih pada peradaban Barat yang menghubungkan generasi Islam abad 21 dengan masa lalunya yang pernah gemilang. Tak peduli ada beberapa dari kita yang mengatakan bahwa Barat tidak berterima kasih pada peradaban Islam yang memajukan ilmu pengetahuan sampai abad pertengahan, kita sebagai umat yang bersyukur perlu  berterima kasih.
Aku tak bisa membenci Barat karena hal di atas. Apa yang kupelajari di sekolah dan di perkuliahan dan berasal dari para ilmuwan Barat begitu berharga. Kecintaan kita semua pada ilmu pengetahuan dan kesukaan kita belajar adalah karunia yang Allah berikan, salah satunya lewat pintu Barat. Selamanya kita akan kagum pada berbagai penemuan dan teori-teori baru. Apa yang salah jika kita mengakui mereka hebat yang darinya kita bisa bercermin, belajar dari cara mereka berpikir.
Cukup kesalahan mereka di mata kita adalah karena mereka tidak berpedoman pada pedoman yang benar. Nah, mari memandang jauh ke cita-cita di depan kita. Masa lalu tidak lagi ada bersama kita, sehingga sebaiknya kita berhenti berkata: “Penemuan ini dan itu dahulu pernah ditemukan oleh ilmuwan Islam…”. Kebanggaan atas masa lalu yang tidak pernah kita alami adalah sesuatu yang semu. Kebanggaan kita ada karena karya kita di hari ini, untuk masa depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s