Tentang Surat dan Surat

Original source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/30/20-years-life-in-memories-Tentang-Surat-dan-Surat

Dec 18, ’09 6:07 PM

Aku tidak pernah mendapatkan ucapan selamat ulang tahun sebanyak ini! Apakah ini karena facebook ada di dunia ini??? Wow… jadinya: thanks facebook. Tetapi, sebenarnya yang sangat ingin kuucapkan terima kasih adalah teman-teman, sahabat-sahabat semua yang bersedia meluangkan beberapa detiknya untuk menulis di wall-ku. Terima kasihku untuk kalian semua. Semoga kebaikan hati kalian dibalas Allah dengan berkali-kali lipat kebahagiaan.

 
“Semoga hari ini menjadi awal tahun-tahun yang dipenuhi dengan kenangan-kenangan bahagia dan peristiwa-peristiwa menakjubkan.”
 
***
Ada satu hari di mana aku melakukan kilas balik 20 tahun kehidupanku. Mungkin kebanyakan orang akan menganggap kebiasaanku aneh: aku menyimpan banyak hal dalam kotak rahasia dan catatan harian. Bisa dikatakan aku adalah pengumpul “sampah”, banyak benda yang sengaja kusimpan karena kuanggap benda-benda itu sangat berharga dalam hidupku. Aku punya toples-toples berisi beberapa macam serangga, rumah lebah, dan gigi yang tanggal. Aku punya kotak yang berisi banyak kerang (kupungut dari salah satu pantai di Pacitan beberapa tahun lalu). Aku menyimpan pensil hadiah nilai 10 dari guru sejarahku di masa SMP. Aku punya pecahan vas bunga yang kupungut dari rumah seorang teman yang pecah karena salah satu anggota keluarganya marah. Aku punya kalung murahan yang dibeli di Bali. Aku juga menyimpan banyak surat dari masa lalu, dari teman-teman lama untukku dan dariku untuk mereka yang tidak terkirimkan karena banyak alasan.
 
Beginilah caraku dan cara mereka untuk saling mengucapkan selamat ulang tahun di masa yang lalu. Surat.
 
Kau tidak akan menyadari arti sesuatu setelah beberapa lamanya. Begitulah yang kurasakan ketika membongkar lemari untuk menemukan kembali benda-benda yang kusimpan. Yang terakhir kusimpan adalah surat-surat dari masa SMP. Kulihat kembali dan sadar waktu itu kami masih anak-anak. Kami bersurat-suratan dengan kertas surat bergambar, saling memberikan hadiah, saling bercerita tentang pengalaman sehari-hari, dan semua itu sangat berharga karena bertemu adalah sesuatu yang sangat tidak mungkin. Semua itu sebanding dengan kegemaranku mengumpulkan perangko. Jadi, tidak hanya suratnya yang berharga, perangkonya juga.
Aku jadi ingin tertawa bahwa yang kami bicarakan memang khasnya ABG berserta konflik-konfliknya. Tulisannya juga tulisan ABG… Aku tersenyum memandang benda-benda itu… Ada perasaan dekat sekalipun jelas, waktu yang nyaris 10 tahun yang lalu itu sudah tidak tertolong lagi jauhnya untuk kembali dialami. Ada perasaan kembali mengalami perjuangan menulis sebuah surat: mengambil kertas, menulis, memikirkan hadiah yang menyertai surat, memikirkan tempo waktu agar sampai tepat waktu, berharap akan dibalas secepatnya, melipat surat itu dengan cermat dan memasukkannya ke amplop kemudian memutuskan besok pagi akan ke kantor pos. Aku minta uang pada ibu untuk membeli perangko atau memintanya untuk mengeposkannya. Ada perasaan lega setelah semua itu dilalui. Perjuangan itu menyuburkan harapan dan aku semakin menyayangi mereka semua.
 
Bagaimana rasanya, ya sekarang? Di hadapanku sudah ada laptop dengan koneksi internet, di tanganku ada handphone, dan di salah satu bagian rumah ada telepon. Entah mengapa, aku merindukan wujud dari kasih sayang yang diperjuangkan banyak manusia pada zaman dahulu kala… Zaman sekarang, memang banyak hal lebih mudah diwujudkan, tetapi… lebih mudah pula dihapus. Apakah teknologi membuat perasaan manusia menjadi tumpul? Segalanya menjadi mudah dan mudah. Apakah mudah akan sama bermaknanya dengan sulit? Aku belum bisa menjawab pertanyaan ini dengan baik.
Aku hanya menyalahkan kebingungan ini kepada diriku sendiri: mungkin belum waktunya aku memahami dan menikmati kemudahan komunikasi ini. Hu…hu… :) 
 
Jadi, salah satu doaku pada hari ini: semoga aku bisa bermanfaat dan akrab dengan banyak manusia di bumi ini, tentu saja, lewat media elektronik maupun pos.
 
Aku tetap suka surat dengan pos.
 
Aku tetap suka gaya konvensional ini.
 
Terima kasih Pak Pos. Terima kasih facebook dan segala macam media elektronik termasuk blog ini. ^_^

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s