Terima Kasih, Sudah Mendidikku

Original source: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/75/Poetry-of-The-Week-Terima-kasih-sudah-mendidikku…

Jul 7, ’10 9:41 PM

Aku sedang mengagumi, betapa proses yang kejalani telah membawaku sampai pada hari ini.
Hari di mana aku melangkah dengan napas yang berbeda, bukan napas hari kemarin, bukan napas bertahun-tahun yang lalu.
Hari di mana aku melihat dengan mata yang lebih terbuka, telinga yang lebih peka, dan hati yang lebih mudah merasakan.
Hari di mana akhirnya aku tetap tidak boleh berkata berhenti pada hidup yang entah berakhir kapan.
Hari di mana akhirnya suatu rutinitas akan berganti menjadi rutinitas orang dengan keputusan-keputusan besar.
 
Apakah aku akan berani?
Bergerak, kali ini untuk mengabdi, bukan lagi untuk menuntut pemberian.
Bergerak, kali ini untuk mewarnai, bukan lagi menjadi penonton panggung dunia.
Bergerak, kali ini untuk memutuskan, mengubah, dan memperbaiki dosa yang dilakukan dunia dengan berbekal idealisme.
 
***
Ada orang yang suka mengejek masa muda, tentu karena orang tersebut sudah tua. Bukannya menyemangati, tetapi malah menakut-nakuti… Payah. Tentu saja, itu karena ia termasuk orang-orang yang berbuat salah. Ia tidak ingin kita melakukan kesalahan pula. Sayangnya, itu bodoh. Tidak ada manusia yang luput dari salah. Sekalipun ada salah, tugas kita adalah memperbaiki diri. Itu kuncinya.
 
Apa salahnya kalau menjadi manusia muda penuh dengan idealisme? Apa salahnya dengan cita-cita yang sedang dipupuk tekad dan keteguhannya? Orang yang suka mengejek itu… mereka larut dalam kenyataan dan lupa bahwa yang ideal akan senantiasa ada sejak pertama kali hal yang benar dan yang salah dituliskan oleh Tuhan.
 
Ada yang terlupa bahwa pendidikanlah yang membuat seseorang menyadari aspirasinya, harapannya akan dunia yang lebih baik, cita-cita besar untuk merubah dunia, dan tekad untuk mencapainya. Apa guna sejak usia dini kita sekolah dari TK sampai bangku kuliah jika bukan memupuk harapan ini, idealisme hidup? Buat apa belajar berhitung, membaca, menulis… lalu kita menginjak pada topik-topik humaniora dan sains, kalau itu bukan untuk mengubah keadaan yang terpuruk?
 
Celaka pendidik yang menyelewengkan proses mulia mencari ilmu ini. Mereka sudah mengabaikan hal-hal yang benar untuk kepentingan pribadi bodoh. Mereka sudah menghancurkan satu generasi demi keselamatan diri mereka sendiri. Mereka mengabaikan panggilan, panggilan orang-orang yang ingin mendapatkan pencerahan dalam hidupnya. Yang mereka berikan apa? Ajaran yang merusak moralitas dengan membiarkan kejahatan merajalela dalam diri dan tempat orang-orang yang belajar.
 
Bagaimana lagi kita menemukan pengingat untuk tetap pada kebenaran dan mencegah kemunkaran selain lewat pendidikan yang baik? Pendidikan yang baik, siapa yang dapat menyelenggarakannya kecuali dengan niat yang baik pula? Pendidikan yang baik, ia mewarnai dunia sehingga jalan kebaikan yang dianut guru juga dianut oleh murid-muridnya. Karena pendidikan, orang membangun mentalitas, kerja keras, semangat, dan keteguhan pantang menyerah, orang-orang bertekun mencapai tujuan, agar kepala menjadi berisi sehingga tangan bisa memberi… Ahh, ini proses mulia sehingga ia menjadi salah satu jihad yang utama. 
 
Bertahun-tahun hidup sampai detik ini, merasakan keringat pergi dan pulang sekolah… Membaui aroma buku dari yang tua sampai yang baru… Bercengkrama dengan kawan dan guru… Aku hanya bisa berkata terima kasih banyak. Hidup sudah mendidikku dengan begitu banyak hal dan ia tidak akan pernah kehabisan bahan cerita bagi perkembangan diriku. Tinggal… apakah aku berani untuk mengambil keputusan besar, mendermakan diri untuk idealisme dan cita-cita yang pendidikan aspirasikan dalam hidupku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s