Asyiknya Ber-Islam

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/67/Topic-of-The-Week-Asyiknya-Ber-Islam

Jun 15, ’10 10:36 AM

Itulah yang kusimpulkan. Perasaan yang, alhamdulillah, kurasakan. Jika teman-teman juga mengalami hal  ini dalam hidup kalian, pikirkan sajalah baik-baik. Pasti ada banyak cerita yang unik yang membuat kalian berpikiran yang sama.
Mengapa aku menulis tentang ini?
Sebuah sms mampir ke handphone-ku dan berisi “Allahumma bariklana fii rajabana wa sya’bana wa balighna ramadhan…” Ingatan tentang Ramadhan membuat ada perasaan aneh. Apakah ini “rindu”? Entahlah… Aku hanya kemudian bertekad untuk tidak mengulang kesalahan menjalani Ramadhan seperti di tahun-tahun berikutnya. Teringat pula keinginan “me-Ramadhan-kan diri” yang pernah kucanangkan bersama teman-teman. Apakah semangat itu masih terpelihara? Yeah, bersemangatlah… Semoga Allah Swt memanjangkan umurku sehingga aku bisa mengecap indahnya Ramadhan tahun ini! Amin !!!
Ketika menulis ini, aku ingin berbagi tentang sebuah buku yang sangat mempengaruhi pemahamanku tentang Islam. Ini bukan buku yang sulitnya, makanya isinya bisa sangat berkesan. Inilah bacaanku semasa SD, “Kisah-Kisah Rukun Islam” karya Fuad Kauma dan Drs. Nipan, dan masih suka kubaca sampai usia 20 tahun ini. Buku ini dibeli bapak pada suatu hari yang sudah kulupa (tertulis 23 Juni 2000, dibeli dari hasil menjadi editor proceeding seminar). Karena begitu seringnya dijadikan cerita pengantar tidur, buku ini menjadi rusah, patah di tengah-tengah, terlipat di sana-sini, di-straples di beberapa bagian, dan kotor bekas makanan ^^. Terima kasih, bapak… Buku ini memang benar untuk anak-anak.
Buku ini berisi kisah-kisah tentang rukun Islam: Mengucapkan syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Kisah tersebut mengangkat pengalaman Nabi Muhammad beserta sahabat, kisah-kisah Israiliyat (kisah-kisah Bani Israil), kisah-kisah dari Al Quran dan Hadith, serta kisah-kisah hikmah dari ulama-ulama dan khalifah. Begitu mengasyikkan membaca cerita-cerita yang begitu menarik. Ada pelajaran yang aku dapatkan secara tidak sengaja tentang Islam, agamaku. Banyak hal yang sebelumnya sulit dicerna menjadi mudah lewat cerita. Darinya aku belajar banyak tentang perintah dan larangan dalam agama lewat bahasa yang tidak menakutkan, tidak menggurui, bahkan menginspirasi untuk beramal saleh. Pelajaran orang-orang yang durhaka pada Allah pun dapat kumengerti dengan cukup baik lewat cerita-cerita ini.
Kalau dihubungan dengan Islam secara keseluruhan… Demikian pulalah dengan Al Quran yang kita baca sebagai salah satu ibadah utama. Aku jadi paham mengapa Al Quran berisi banyak kisah: agar anak-anak dapat mengenal agamanya dengan mudah. Kisah nabi-nabi, siapa yang tidak suka? Aku jadi teringat pula pada buku kisah nabi-nabi tertua yang pernah aku miliki… Sebagai kesimpulan… Demikianlah Islam dicintai anak-anak dalam keluarga muslim. Ada begitu banyak cara untuk memahami siapa Tuhan dan apa yang Dikehendaki-Nya ^^.
Sebagai penutup, ada kisah yang sangat kusukai. Karena sebentar lagi bulan Ramadhan, kisah ini tentang Ramadhan. Selamat membaca!
***
Alkisah, satu ketika Nabi Musa as bermunajat kepada Tuhannya serya berucap: “Ya Allah ya Tuhanku, adalah orang yang Engkau muliakan sebagaimana Engkau memuliakan diri hamba? Sekiranya ada, maka hamba mohon sudilah kiranya Engkau berkenan memberitahukan kepada hamba ya Allah!”
Allah berfirman, “Hai Musa, sungguh Aku memiliki para hamba yang akan lahi nanti di akhir masa. Mereka akan Kumuliakan dengan bulan Ramadhan. Aku lebih dekat kepada mereka daripada kepadamu, hai Musa! Kini kau bisa berdialog dengan-Ku, tetapi masih dibatasi oleh 70.000 hijab. Sedangkan bagi umat Muhammad nanti, saat mereka berpuasa hingga bibirnya memutih dan kulitnya pun tampak menguning layu, maka saat berbuka puasa tiada lagi pembatas antara mereka dengan rahmat-Ku. Maka ketahuilah, hai Musa, betapa beruntungnya orang yang mau menahan dahaga hingga mengering kerongkongannya dan mau menahan lapar pada bulan Ramadhan! Tiada balasan yang setimpal baginya, selain dia akan dapat berjumpa dengan-Ku.”
***
Diriwayatkan oleh sahabat Jabir ra bahwa Rasulullah saw telah bersabda:
Apabila malam terakhir dari bulan Ramadhan telah tiba, maka menangislah seluruh langit dan bumi beserta seluruh malaikat. Mereka menganis karena umat Muhammad mendapatkan musibah.
Salah seorang sahabat bertanya: “Ya Rsulullah, muibah apakah yang akan menimpa kita saat itu?” Rasululah saw menjawab: “Kepergian bulan Ramadhan! Itulah musibah bagi kita, karena pada bulan yang mulia itu, semua doa kita terkabulkan, semua sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan, dan semua siksa dihentikan!”
Mendengar pernyataan Rasulullah saw itu, maka para sahabat berkata: “Adakah yang lebih berhak menangisi kepergian bulan Ramadhan? Jikalau langit dan bumi serta para malaikat saja merasa bersedih, mereka semuanya menangis karena iba terhadap kita umat Islam tatkala ditinggal pergi oleh bulan Ramadhan; maka kita sendiri seharusnya lebih sedih daripada mereka! Sebelum ditinggalkan oleh bulan Ramadhan, kita seharusnya beramal lebih sungguh-sungguh, jangan sampai tak mendapatkan kesempatan untuk meraih keutamaan dan kemuliaan yang tiada taranya itu!” (Hayatul Qulub).
Dengan ini… “MARHABAN YA RAMADHAN!!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s