Keinginan dan Sebuah Keputusan Bag. 2

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/77/Note-of-The-Week-Keinginan-dan-Sebuah-Keputusan-part-2

 

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang “Keinginan dan Sebuah Keputusan”. Kini aku dapat pemahaman baru tentang apa makna memiliki keinginan besar. Sebelumnya, mari kita review yang sudah-sudah.
Tulisan sebelumnya adalah wujud kekecewaan. Satu pertanyaan sarkastik yang kuajukan pada diri sendiri adalah buat apa bermimpi besar kalau hal-hal yang kecil saja tidak dapat dipenuhi? Ini terkait dengan kesediaan untuk mampu bertanggung jawab pada hal-hal kecil sehingga aku begitu menghargai hidup orang-orang biasa tetapi berkomitmen pada keadaan mereka yang biasa. Jadi, bagi orang atau diri kita yang tampaknya tidak sanggup untuk memikul hal yang besar, sadarilah itu. Mungkin medan perang kita memang terletak di wilayah-wilayah yang biasa. Tugas kita semua adalah memenangkannya, bukan menghindari pertempuran.
Kalau ditulisan sebelumnya terkesan aku merendahkan orang-orang yang bermimpi besar, itu benar dengan alasan “mereka cuma bisa mimpi”. Kali ini aku akan menuliskan kebalikannya, yaitu tentang betapa bahagianya memiliki mimpi yang besar.  Setiap manusia diharapkan memiliki mimpi besar. Jika kau berharap masuk surga, itu mimpi besar. Mengharapkan kedamaian jiwa, itu mimpi besar. Berjiwa kemanusiaan, itu mimpi besar.
 
Apakah mimpi besar itu sering menimbulkan perdebatan di antara kita semua. Dengan mudah orang berpikir bahwa mimpi besar itu adalah melakukan tindakan-tindakan besar di masa depan, seperti menjadi presiden, mencapai status terhormat di masyarakat, bekerja sebagai ini dan itu, memiliki ini dan itu, berhasil ini dan itu… Intinya yang excellent. Tetapi, sebaiknya kita menerima ide yang berbeda bahwa apa yang diminta Tuhan atas manusia bukanlah status, kedudukan, atau apa yang dimilikinya, melainkan keimanan dan ketakwaan yang benar. Keimanan dan ketakwaan inilah yang membedakan status manusia di hadapan Tuhan sehingga ada baiknya jika kedua hal inilah yang menjadi (standar) mimpi besar kita. Maka, sekalipun yang kita kerjakan tampak remeh di hadapan orang-orang, jika kita mengalamatkannya kepada Tuhan, maka tindakan kita termasuk tindakan besar. Nah, ini poin pertama: NIATKAN DEMI ALLAH.
Mengapa kita perlu bermimpi besar, khususnya mimpi besar yang berlandaskan iman dan takwa? Ternyata, mimpi besar inilah yang membuat kita menjaga komitmen terhadap mimpi-mimpi kecil. Ini seperti jika kita ingin menuju suatu tempat yang jauh, kita harus memulai langkah kecil pertama, lalu kedua, dan seterusnya sampai langkah kesekian. Jika kita menanamkan tekad pada impian besar, maka kita akan berusaha tahan untuk menghadapi cobaan-cobaan “kecil” sepanjang jalan menuju impian tersebut. Impian besar menanggung harga yang besar untuk dibayar, tetapi tampaknya setengahnya akan lunas dengan mencicil sedikit demi sedikit harga tersebut dengan menghadapi cobaan-cobaan sepanjang perjalanan.
 
Kalau kita lihat kenyataan, ada lebih banyak orang yang putus asa ketimbang memilih terus. Orang tidak akan mau berusaha kalau tidak yakin ada sesuatu yang bisa ia dapat dari usaha itu. Impian dan keberhasilannya itu layaknya janji. Ia akan kita dapatkan kalau kita menepati setiap syarat. Kalau kita tidak yakin bahwa janji itu ada dan nyata, bagaimana kita bisa teguh berbuat padahal godaan kesenangan begitu maraknya… Nah, poin kedua kita adalah KEKUATAN IMAN yang kita bawa sepanjang jalan.
Pada akhirnya, tidak semua orang dapat berkeinginan besar. Itu sama saja seperti tidak semua orang punya iman dan takwa yang baik. Tetapi, hidup ini sungguh-sungguh tempat memupuk keinginan, bukan? Kita ingin beriman, kita ingin bertakwa, kita ingin bercita-cita besar, kita ingin bertindak besar… Maka, usahanya harus ekstra. Ketika kita berusaha ekstra, tidak ada yang kita dapat kecuali diri yang terus-menerus berkembang hingga sampai suatu saat ketika kita bercermin pada masa lalu, kita sadar bahwa diri kita saat itu tidak sama dengan yang telah lalu. Inilah hidup menjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s