Keinginan dan Sebuah Keputusan

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/70/Note-of-The-Week-Keinginan-dan-Sebuah-Keputusan

 

Setiap orang memiliki keinginan. Demikianlah manusia… hidup demi keinginannya.
 
Setiap manusia bisa menginginkan apa saja, mulai dari yang paling remeh sampai yang luar biasa.
 
Entah kemudian dunia mulai membedakan diri setiap orang dengan berkata, “Orang besar berkeinginan besar, orang kecil berkeinginan kecil…”
 
Hanya saja, aku jadi berpikir bahwa sesungguhnya keputusanlah yang menjadi obat bagi setiap keinginan manusia.
 
Orang besar mengambil keputusan yang berat, orang kecil mengambil keputusan yang ringan.
 
Maka dari itu, tindakan orang besar luar biasa, tindakan orang kecil biasa saja.
 
Begitukah? Begitukah? Aku tak percaya.
 
Kunci terbukanya pintu impian adalah tindakan dan tindakan hanya akan ada kecuali jika kita memutuskan untuk bertindak…
 
***
Pengalaman minggu ini menyengatku. Kupikir, ini hikmah besar hari ini, terutama bagi orang-orang yang setiap harinya memupuk semangat untuk suatu keinginan. Semua orang, ketika tahu “kunci masa depan” (yang berhasil dipikirkan manusia), berlomba-lomba berkeinginan besar. Semakin hebat cita-citanya, semakin banyak orang yang mengacungkan jempol, “Hebat, cita-cita kamu besar!”
 
Memang ada apa sih dengan cita-cita besar? Kenapa orang diajak untuk bercita-cita besar? Seolah-olah… menjadi orang biasa itu salah. Ada apa dengan ingin menjadi orang yang namanya tercatat dalam sejarah, padahal berjuta-juta orang berjalan seperti bah di jalan-jalan yang sumpek… Mereka tak peduli siapa mereka, yang penting berjalan maju mencapai apa yang dihadapkan di depan mata mereka yang karenanya dunia tetap berputar setapak demi setapak, sedikit demi sedikit, dari yang kecil untuk menjadi yang besar… Pulang ke rumah, membawa uang yang tidak seberapa untuk hidup hari ini. Lelah sepanjang jalan, tidur saja sepanjang perjalanan pulang…
 
Kita merasa diri kita besar dengan standar kesuksesan yang aneh. Aku hanya merasa kita sering berkaca dengan cermin yang terlalu besar bagi ukuran tubuh kita yang kecil… Berusaha meraih bintang, padahal tangan tidak mampu meraih langit-langit. Itulah mengapa manusia harus mengenal dirinya bukan? Untuk mengenal keseimbangan dan menerimanya: ada atas, ada bawah; ada besar, ada kecil; ada tinggi, ada rendah; ada sukses, ada gagal… Keseimbangan yang diciptakan tanpa kesia-siaan.
 
Pengalaman minggu ini lagi-lagi menyengatku. Di mana letak kesalahan ketika suatu keinginan tak terwujud? Keinginan bagiku kini hanyalah fantasi bodoh ketika aku gentar membayar harga untuk sebuah pencapaian: memangkas kemalasan, menghentikan hura-hura, menghemat umur, menyeka peluh, menahan beban, memijit setiap sendi, menyeka air mata, mengorbankan keinginan lain… Inilah arti penting sebuah keputusan untuk menjadikan keinginan suatu kenyataan yang tidak pahit. 
 
Sayangnya, sering… rasa gentar itu muncul jauh dari dalam hati ini. Bukannya tidak mampu membuat keputusan, tetapi keberanian kita terulur dan tertarik sendiri sesuai gerak hati. Baik keinginan besar maupun keinginan kecil, semuanya runtuh karena tidak ada keberanian untuk memutuskan bertindak. Menunggu untuk saat yang tepat? Setepat apakah kesempatan itu datang? Kesempatan tidak datang dengan menunggu diri kita siap, tetapi sebaliknya kitalah yang bersiap demi kesempatan itu. 
 
Kesimpulanku: tak masalah keinginan kecil atau besar. Bodoh, ah, kalau hanya bisa berkeinginan mencapai sesuatu, kalau hanya berani memutuskan ingin dan tidak untuk memutuskan dan kemudian bertindak. Bodoh kalau bisanya cuma menunggu. Bodoh! Ahh… begitulah bodohnya jika keinginan hanya ada di mulut, tetapi tidak menjiwai pikiran, hati, dan kaki-tangan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s