Sabar Menjalani Proses

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/66/Note-of-The-Week-Sabar-Menjalani-Proses

 

Suatu pengalaman berharga pada tahun ini aku bisa mengikuti mata kuliah Assessment Psikologi Bidang Sosial… Pertemuan terakhir di Panti Sosial hari ini membuatku sadar akan sesuatu: betapa manusia sulit sekali memahami apa itu proses.
Hidup manusia dipenuhi keinginan dan tujuan. Segala daya dan upaya senantiasa manusia curahkan untuk mencapai keinginan dan tujuannya tersebut. Manusia berpikir, menyusun kekuatan dengan keteguhan mental, bertindak bersimbah peluh, dan berharap atas keberhasilan.
Keberhasilan. Kata yang menyakitkan bagi sebagian orang. Kata yang menyemangati bagi sebagian orang yang lain. Ada orang yang sudah terlampau lelah dengan hanya mendengarnya. Namun, ada orang yang masih tetap melangkah karena “iming-iming” keberhasilan itu.
Semangat. Kata yang membuat miris sebagian orang, ketika kegagalan adalah makanan sehari-hari. Kata yang membuat hidup sebagian orang yang lain, ketika kegagalan dipandang hanya sebagai sebagian kecil saja dari kehidupan yang kelak akan berhasil. Kata yang membuat eneg, ketika tidak ada lagi tenaga untuk mengepalkan tangan dan berseru “Semangat!”.
Sukses. Kata yang membuat orang gagal semakin rendah diri. Kata yang membuat orang yang berhasil semakin bersemangat untuk mendapatkan lebih dari sekadar yang sudah ada.
Siapa yang merasa hidupnya sampai di sini saja? Aku tidak, syukurlah. Satu prinsip penting yang kuanut sampai saat ini “Masalah-masalah hidup di dunia bukan masalah besar!”
Ada orang yang hidup hanya didorong oleh hal-hal yang sifatnya instingtif. Ada orang yang hidup hanya didorong oleh desakan situasi. Ada orang yang hidup hanya didorong kebutuhan sesaat. Ada orang yang hidup hanya untuk menghabiskan waktu dan menunggu kematian.
Tetapi, ada juga orang yang hidupnya didorong oleh tujuan-tujuan aspiratif. Ia mendorong dirinya sendiri untuk tetap eksis di masa depan. Tidak ada kebutuhan sesaat karena kebutuhan saat ini adalah bagian dari kebutuhan jangka panjangnya. Ia mendorong dirinya untuk mencapai tujuan hidup yang lebih besar, yang kebanyakan manusia tidak dapat memahaminya. Maka, benarlah jika ia meyakini kegagalan adalah sukses yang tertunda. Bahkan, kegagalan hanyalah sukses yang menyakitkan saja. Jalan terus, ikuti proses, hukum alam, sunatullah, tetap pada jalur yang lurus, sehingga akhirnya sampai tanpa penyesalan…
Apa yang aku sadari tentang “Sabar menjalani proses”? Teman-teman bisa memaknainya dengan kata-kata kalian sendiri. Bagiku, bersabar punya banyak makna, salah satunya adalah “penghargaan” atas diri. Bagaimana menghargai proses dan jatuh bangunnya, tidak semua orang bisa. Tanpa penghargaan, tidak ada nilai plus untuk suatu kejadian, tidak akan terlihat kebaikan dari suatu cobaan, tidak disadari nikmat Tuhan atas kegagalan yang ditimpakan-Nya.
Belajar dari adik kecil yang belajar berjalan. Jatuh bangun sebelum akhirnya dapat berjalan selalu diiringi dengan tepuk tangan meriah orang-orang yang mencintainya. Kegagalan untuk melangkah secara lancar menjadi bukan masalah karena tujuan utamanya bukan hanya dapat berjalan, tetapi juga menguatkan fisik dan mental untuk tugas-tugas kehidupan berikutnya yang lebih kompleks dari sekadar berjalan. Ia diuji Tuhan dan ia sabar untuk terus menjalani proses, mematuhi aturan kehidupannya. Hasilnya, siapa manusia yang tidak bisa berjalan?
Belajar dari diri kita yang gagal… Jatuh bangunnya, sering kita hanya menghargai keberhasilan dan mendepak makna gagal. Kita bersorak-sorak ketika berhasil, tetapi mengeluh bukan main ketika gagal. Jika bukan diri kita sendiri, siapa yang akan bertepuk tangan untuk menghargai diri kita? Ada kalanya tidak ada orang yang akan melihat, membantu, menemani kita menjalani hidup.
Ada kalanya kita belajar untuk benar-benar dewasa dan mampu melihat sesuatu melampaui kekonkretannya. Ada hal-hal abstrak yang hanya dapat dipahami lewat perenungan atas kejadian. Ada kesalahan yang sangat berharga yang perlu dikenal dan diajak berteman. Kesalahan itu akan membeberkan kelemahan dan kekuatan kita. Berdamailah dengan kesalahan… sabar menjalani proses.
Nah, akhir kata: keberhasilan yang kita idam-idamkan bukanlah suatu kondisi akhir. Ia terus berubah sesuai pandangan kita tentang kejadian. Pandangan positif adalah makanan bagi semangat hidup. Mereka yang negatif-negatif saja… rasakanlah hidup yang bangkrut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s