Aku Bukan Mahasiswa Kambing

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/96/Note-of-The-Week-AKU-BUKAN-MAHASISWA-KAMBING

Aug 25, ’10 8:07 AM

Hari ini aku bahagia. Di rumah, ada satu anak yang akhirnya sama seperti aku, resmi menjadi mahasiswa. Adikku. Huaha yes… aku bisa nebeng dia naik motor untuk ke kampus nanti ^^
Bukan itu alasan sebenarnya aku bahagia, walaupun itu tidak salah. Hari ini, 25 Agustus 2010, adalah peringatan tiga tahun aku menjadi mahasiswa. Sejak bulan-bulan yang lalu aku sudah membayangkan diri menulis pada hari ini. Hari ini, aku akan mewujudkan sebuah tulisan untuk menjadi pengingat bahwa tiga tahun berkuliah berhasil membuatku menjadi manusia yang tidak kosong lagi.
Pada hari ini, di kampus aku sudah punya empat adik. Ada pada suatu hari dulu ketika aku menyadari bahwa sudah saatnya aku tidak lagi menjadi “adik” yang sibuk diurusi oleh “kakak-kakak” di kampus. Akhirnya, aku mengambil inisiatif untuk mengubah diriku… dan kau tahu, inilah aku yang sekarang. Aku sudah berusaha sebaik mungkin dan cita-citaku, tetap, menjadi kakak yang keren di kampus. Dan itu… hehe… agak susah. Maafkan aku…
 
Apa yang membuatku berusaha untuk mencapai “aku hari ini”? Tidak lain dan tak bukan adalah seorang seniorku sendiri. Tidak sempat aku mengenalnya lebih dekat. Tidak pernah dia menjadi teman diskusiku. Begitu aku menjadi mahasiswa, selang setahun dia sudah lulus. Setiap aku melihat dia, aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku ingin menjadi seperti dia. Dia mungkin tidak ingat kalau aku ada di dunia ini sebagai adik angkatannya. Tapi, aku selalu ingat kalau dialah yang membuatku pada suatu hari di bulan Agustus tiga tahun yang lalu menulis sebuah kalimat penting dalam hidupku “AKU BUKAN MAHASISWA KAMBING!!!”
 
Berarti hari ini adalah hari peringatan tiga tahun “Aku Bukan Mahasiswa Kambing”…
 
Tidak susah memahami apa itu “mahasiswa kambing”. Anda bisa juga menyebutnya “mahasiswa 3K layaknya KAMBING: kos, kampus, kantin… kos, kampus, kantin… kos, kampus, kantin…” alias mahasiswa yang kerjaannya cuma tidur, bangun, ke kampus, kongkow-kongkow, makan, pulang, tidur lagi… 
 
Aku mengawali kuliah sebagai mahasiswa baru dengan tekad tidak mau menjadi mahasiswa di atas. Apakah aku sedang mensugesti diri? Mungkin saja. Aku hanya tidak ingin masa berhargaku sebagai mahasiswa menjadi sia-sia. Artinya, aku harus melakukan hal-hal lebih, memberanikan diri untuk melakukan hal-hal yang lebih menantang, belajar menerima hal-hal yang lebih berat dan pahit, untuk sebuah akhir yang menyenangkan dan tanpa penyesalan.
 
Tekad untuk tidak menjadi mahasiswa kambing membuatku berani membuat berbagai keputusan besar selama menjalani kuliah. Aku belajar mengisi hari sehingga kehidupanku sebagai mahasiswa tidak habis hanya untuk tidur di rumah, melamun di angkot, ngantuk dan bolos kuliah di kampus, mengisi perut di kantin… tetapi lebih dari itu! Ikut mentoring, bergabung dalam organisasi, ke perpustakaan, bergaul dengan banyak dan bermacam-macam teman, menerima kelemahan untuk melakukan perbaikan, lebih banyak menulis dan membaca, juga “jalan-jalan” untuk melihat-lihat keadaan dan menajamkan perasaan… 
 
Menjadi mahasiswa memang melelahkan, terutama karena orang mengharap banyak padamu. Tetapi, apakah lelah cuma berarti lelah dan hilang dengan tidur? Itu kelelahan yang sia-sia. Tidakkah kita menyadari bahwa setiap tetasan keringat, setiap langkah yang membawa kita untuk pulang pergi menuntut ilmu di perguruan tinggi, setiap perasaan gondok atau happy menjalani kegiatan organisasi, adalah hal-hal yang tercatat? Ketika kita sudah menjadi sesuatu nanti, akan ada hari di mana kita menengok ke belakang untuk merasa puas atau menyesal karena kita sudah cukup berbuat atau kurang berusaha keras. 
 
Selagi bisa, nikmatilah saat-saat menjadi mahasiswa. Nikmati keharusan bangun pagi untuk pulang sore, nikmati setia uang yang mengalir untuk bayar angkot, buat kartu perpustakaan, atau membeli buku, nikmati suka-duka bersama teman-teman, nikmati saat-saat ketika dimarahi dosen… 
 
Sebentar lagi, akan ada masa di mana kita akan menjadi manusia bebas, dilepas untuk menghidupi diri sendiri, tidak ada lagi orang yang mau bersusah-payah mengajari atau memperingatkan kita atas kesalahan kita, harus membuat keputusan-keputusan besar dalam hidup… Akan ada hari di mana teman-teman kita meninggalkan kita untuk urusan mereka sendiri dan kita punya jalan hidup kita sendiri. 
 
Untuk menghadapi tugas kedewasaan yang penuh krisis itu, tidakkah sejak sekarang kita bersiap-siap dengan berusaha untuk tidak menjadi mahasiswa kambing? Bagus jika sejak awal kita sudah sadar, tetapi tidak terlambat untuk memulainya sekarang. Masa depan masih panjang, asal kita tidak mati besok, kita selalu punya tugas untuk memperbaiki diri dan menjadi sosok yang senantiasa menjadi.
 
Akhir kata… selamat datang hari baru… selamat datang adik-adik baru ke kampus Fak. Psikologi Undip… selamat datang apapun yang baru… selamat datang semangat baru untuk hidup yang lebih bermakna.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s