Hati-Hati dengan Satanisme

“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu dan hendaklah kamu menyembah-Ku. 
Inilah jalan yang lurus.” QS Yaa Siin 36: 60 – 61
***
Benar, Islam adalah agama yang memberikan jawaban untuk “mengantisipasi” berbagai peristiwa sepanjang zaman. Salah satu fenomena abad ini adalah merebaknya satanisme. Selama ini kita memandang satanisme adalah semacam “perkumpulan” bawah tanah. Tetapi, di abad ini, pendapat yang demikian semakin tidak dapat diterima. Coba cek di internet, situs-situs yang memuat hal-hal yang satanis begitu tersebar. Jika kita tidak waspada, buku-buku, cerita, novel, film, dan apapun yang kita konsumsi mengandung unsur-unsur satanis, yang mengajak untuk mempertanyakan kebaikan dan mengikuti keburukan.
 
Apakah satanisme itu?
Satanisme adalah sebuah agama. Jika kita yang beragama Islam, Kristen, Yahudi, dan sebagainya menyembah Tuhan, yang apa pun agamanya, pasti mengajarkan kebaikan, para penganut satanisme menyembah setan dan karenanya mereka menganut apa-apa yang “dibisikkan” setan.
Bagaimana filosofi dalan ajaran satanisme?
Dari suatu website organisasi satanisme, disebutkan demikian:
Mereka mendedikasikan diri untuk menerima sifat dasar manusia, yaitu sisi gelap kemanusiaan manusia, sisi binatang manusia, dalam dunia yang dikuasai dan dimotivasi oleh kekuatan kegelapan yang disebut setan.
Seperti yang kita semua tahu, orang-orang yang mengikuti jalan setan adalah orang-orang yang melanggar larangan-larangan Allah. Mereka mengikuti nafsu mereka sehingga mereka membuat kerusakan di muka bumi. Kenyataan di dunia, mereka yang demikian adalah orang-orang yang terlarang, dialienasi, dan dibenci oleh kebanyakan masyarakat dunia. Oleh karena itu, mereka mengeksistensikan diri dengan membangun komunitas yang mendukung tindakan-tindakan setan.
Demikianlah filosofi yang mereka miliki.
Bagaimana mereka bergerak?
Mereka punya banyak cara untuk menyebarkan ajaran mereka. Salah satunya lewat media, baik dalam bentuk buku-buku, gambar, dan film.
Film
Salah satu situs menyatakan:
“Berkebalikan dengan pandangan umum, film-film satanis tidak selalu mengangkat tema-teman horor dan fiksi ilmiah. Yang penting adalah pesan yang ada dalam film tersebut. Pesan yang dibawa adalah sesuatu yang mendorongmu (untuk berada) di luar zona nyaman dan mempertanyakan norma-norma sosial yang ada… Setan dikenal sebagai sosok penuduh, penanya, dan penantang, dan film-film yang dibuat seringkali mengungkap pandangan munafik yang dimiliki masyarakat umum.” (http://www.purgingtalon.com/sinisterscreen/)
 
Seni Lukis dan Kreativitas
Terdapat seniman yang mendukung satanisme. Hal yang mereka tunjukkan dalam karya mereka adalah yang menggambarkan sisi kebuasan manusia, erotisme, makhluk-makhluk jahat (seperti vampir), kegelapan dalam jiwa manusia, kematian, neraka, hari pengadilan, hal-hal metafisis, dan hantu-hantu.
 
Media Cetak
Jika pernyataan di atas menjelaskan tentang penyebaran satanisme lewat film, maka kita perlu waspada pada buku-buku, berita, atau gambar-gambar yang membawa pesan serupa, yang membuat kita mempertanyakan, meragukan dan menyetujui tindakan-tindakan yang melanggar aturan-aturan dan norma kehidupan, contohnya: majalah-majalah yang menyajikan gambar-gambar porno.
 
Sihir, dunia paranormal, hal-hal yang mengumbar kesenangan, kedurhakaan, homoseksualisme, seks bebas… Hmm… banyak sekali, ya…😦
Berhati-hatilah… karena semua hal-hal yang disukai setan tersebut ada di sekitar kita. Meskipun kita tidak mengaku menganut ideologi satanisme, jika kita tidak hati-hati terhadap diri kita sendiri, tidakkah kita bisa menjadi seperti para satanis? Allah, Lindungilah kami dari godaan setan yang terkutuk.
Mengapa bisa ada?
Berdasarkan biografi pendiri agama satanisme Anton LaVey, semuanya berawal dari sinisme terhadap agama. Selanjutnya, ia menganut berbagai paham filsafat yang juga bernada serupa. Lebih dari itu, satanisme bisa ada pada diri kita yang tidak mengendalikan nafsu untuk mengikuti syahwat kesenangannya.
***
Jiwa manusia adalah sesuatu yang unik. Allah memerintahkan kita untuk mempelajari dan merenungkannya sebagai bagian dari kemahabesaran Allah. Inilah yang membuat psikologi menjadi sangat berharga.
 
Terkait dengan hal di atas, Allah berfirman dan QS Asy-Syams ayat 7 – 10:
“dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah Mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
 
Adanya sisi baik dan buruk manusia adalah kesempurnaan ciptaan Allah. Jiwa adalah ciptaan Allah yang sangat halus dan peka. Ia senantiasa bereaksi atas stimulus sekecil apapun. Sedikit kebaikan akan menyenangkannya, sedikit keburukan akan membuatnya terluka. Namun, Allah menganugrahkan satu hal lain: fitrah, yang membuat manusia condong pada hal-hal yang baik dan benar.
 
Ketika kita dihadapkan pada perbuatan-perbuatan yang salah, rasakan saja ada yang berteriak dalam diri kita, yang membuat kita memiliki perasaan salah. Perasaan ini adalah wajar dan mendorong kita untuk menyesali perbuatan dan melakukan perbaikan. Tetapi, ada orang-orang yang mendahulukan hal-hal menyenangkan yang diperoleh dari tindakan salah dan berkubang dalam kenikmatan itu. Mereka berusaha mengecilkan volume suara hati yang berteriak sampai lama-lama tidak terdengar lagi…
 
Tahu tidak, perbuatan kita dapat mengubah pola pikir dan perasaan kita? Terlalu lama berkubang atau terbiasa melakukan perbuatan salah dapat membuat kita memiliki sikap positif terhadap perbuatan tersebut. Kita dapat menyetujui dan tidak lagi berpikir itu salah, bahkan baik-baik saja. 
 
Nah, jika demikian, ayuuk saling menjaga dan menasihati untuk menetapi kebenaran dan kebaikan. Saling mengingatkan ketika ada perbuatan salah… saling mengingatkan kalau setan memang ada di sekitar kita. Ketika ia adalah musuh kita, mari perangi sama-sama😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s