Hati untuk Organisasi Mahasiswa

Pada akhirnya kusimpulkan, bukanlah masalah kapasitas pribadi yang menentukan keberhasilan organisasi ini di masa depan. Kesuksesan yang dicari tidak berurusan dengan seberapa brilian pemikiran, kecerdasan, pemahaman akan konsep, apalagi IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) orang-orang di dalamnya! Ia tidak berurusan dengan seberapa banyak anggota yang aktif atau pasif, seberapa banyak peserta di berbagai acara, seberapa besar dukungan dosen, dana yang banyak, atau sistem yang sempurna.
Ketika semua yang di atas itu tidak ada, apakah yang menyelamatkan organisasi ini? Kekuatan hati. Bahkan ketika semua itu ada dengan sempurna, semua itu menjadi tidak berarti ketika hati ini lemah.
Seandainya di masa depan nanti ada pilihan, aku akan lebih memilih bekerja dengan orang-orang yang awalnya bodoh tetapi berusaha berkontribusi dengan hati daripada orang-orang brilian tetapi terlalu sombong untuk menerima kegagalan. Aku akan lebih suka orang-orang yang dapat diajak bersama-sama bersyukur dan memetik hikmah dari berbagai kegagalan daripada orang-orang yang membiarkan mulut mereka menyerocos tentang aib dan kesalahan di masa lalu. Aku akan lebih suka bersama orang-orang yang berhasrat terus maju dan berani menerima tantangan daripada orang-orang yang bersembunyi di balik rencana-rencana bodoh yang disusun untuk mengantisipasi ketakutan akan kegagalan.
Aku akan memilih mereka, orang-orang yang mampu mensyukuri kegagalan yang karenanya mereka mampu menikmati kesuksesan dengan penuh kepuasan. Sekalipun mereka bodoh, mereka berusaha yakin pada tujuan dan masa depan dan tidak saling melunturkan kepercayaan.  Sekalipun mereka tidak bisa apa-apa saat ini, semangat mereka tidak lenyap oleh kegagalan sementara. Sekalipun mereka sakit-sakitan dan miskin, selama mereka bahagia dengan kehidupan mereka, bangga dengan pilihan mereka, tidak meragukan diri sendiri, dan tidak bersembunyi di balik topeng yang tersenyum seolah tak ada apa-apa itu…
Aku menghargai mereka. Sungguh mensyukuri keberadaan mereka, yang meluangkan waktu untuk berbicara, menyusun tujuan bersama, melangkah sama-sama sekalipun itu maju ataupun mundur dengan tidak saling menyalahkan, tidak saling menjatuhkan atau merasa jatuh sendirian…
Merekalah mahasiswa dengan hati yang kuat. Kuat untuk membangun, kuat untuk berkorban.
 
Inilah organisasi mahasiswa. Tidak ada uang kompensasi. Tidak pula menjanjikan skill dan pengetahuan yang pasti. Berdasarkan motivasi apa saja, kita dapat masuk dan keluar, kita dapat aktif atau memutuskan diam. Siapa yang terus meminta kita untuk bergerak? Tidak ada kecuali hati yang kuat ini. Hati ini punya idealisme. Dia punya cita-cita yang ingin diwujudkan. Dia ingin belajar untuk lebih kuat.
 
Ketika kau mundur atau menyerah karena takut gagal, takut salah, takut merugikan, takut tidak mencapai tujuan, takut mengambil tindakan, takut berubah, takut pada perubahan, takut pada situasi, takut pada ancaman, takut pada tantangan… Keluar sajalah! Jangan mencemari hati rekan-rekanku yang punya keberanian. 
Ketika kau memikirkan keuntungan dan ambisi pribadimu sendiri… Keluar sajalah! Di sini tempat orang saling membahu memikul beban bersama, bukan budak keegoisanmu yang menyusahkan. Di sini tempat orang saling bertanya, “Ada apa?” dan “Apa yang bisa kubantu?” Di sini tempat orang yang saling mengusap air mata, merasa bersalah atas keteledoran, lalu mengucap, “Maafkan aku.” Di sini tempat orang saling menerima dan memberi, yang karenanya terpelihara, “Terima kasih banyak, teman-teman.”

One thought on “Hati untuk Organisasi Mahasiswa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s