Ketika Akhir Itu Dekat

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/139/Seri-Organisasi-Bag.-6-Ketika-Akhir-Itu-Dekat…

Oct 17, ’10 8:27 PM

 

Tinggal tiga bulan lagi jabatanku lengser (terutama karena besok adalah 18 Oktober ^^). Sayangnya, tiga bulan itu termasuk waktu yang lama. Kita harus bersabar dan berusaha sampai akhir.
***
Tidak terasa akhir itu semakin dekat, dekat, dan dekat. Jika orang usia baya punya midlife review di akhir masa hidupnya, untukku istilahnya apa, ya? “….  review”??? Wah, untuk menjadi mantan ketua yang bahagia… ternyata perjuangannya berat. Lebih kepada seberapa mampu aku terus memilih untuk tetap bersemangat di antara rekan-rekan, yang semoga tidak, semakin tidak bersemangat dan loyo karena stres yang bertubi-tubi. Begitulah… pantas tidak banyak orang yang suka jabatan sukarela ini.
***
Aneh, ini kebetulan yang aneh karena kata-kata mutiara spesial hari ini yang muncul di inbox-ku adalah: “Everything will be all right in the end; if it’s not all right then it’s not the end.”. Entah kenapa, ia hadir sekarang, membuatku berkontemplasi.
 
Kalimat di atas adalah jawabannya mengapa aku mau berstres ria, sibuk memarah-marahi dan mengungkapkan kekecewaan pada anak buah, mendulang protes dan ekspresi sakit hati dari mereka, mengeluarkan banyak uang untuk pulsa koordinasi yang sering tidak dibalas dengan baik… Benar, aku berharap akhir yang baik-baik saja, mengakhiri jabatan dengan senyuman kebahagiaan meskipun tidak puas. Sekalipun tidak seideal yang diharapkan, satu hal baik saja yang tercipta selama aku memimpin teman-teman akan sangat bermakna. Jika semuanya tidak baik-baik saja, jelas… tidak ada akhir buatku. Aku akan dicap “sama saja” seperti ketua-ketua sebelumnya, menyisakan masalah misalnya yang berkaitan dengan keuangan, koordinasi, dan kaderisasi serta pada intinya “LPJ diterima dengan syarat“. Tidak.
 
Kalimat di atas juga menggambarkan usahaku selama ini untuk membuktikan diri. Artinya, aku dipilih memang karena aku mampu sehingga aku dibutuhkan untuk mengisi jabatan tersebut, bukan karena tidak ada orang lain (sekalipun ada benarnya). Ya, menjadi yang terbaik, paling kuat, paling bersemangat, paling cerdas, paling mencintai anak buah, paling suka rela berkorban, dan paling tahan banting (asal bukan yang paling gila) adalah pekerjaan rumah bagi seorang ketua. Selama sembilan bulan terakhir, inilah pertanyaan terbesarku selama bertugas. Ketika melihat wajah teman-teman… kita mau ke mana dengan aku dan kita yang seperti ini? 
 
Hei kawan-kawan seorganisasi. Aku minta maaf ya… pada sebagain orang aku galak, tidak pedulian, tidak terbuka atas masalah yang dihadapi organisasi, tidak dapat menjadi teladan yang baik, gampang stres dan kalang-kabut. Tetapi tetap, mimpiku adalah semoga perjalanan ini berakhir baik-baik saja dan aku akan terus mengusahakannya. Seperti kalimat terakhir di novel Harry Potter, “Everything is all right.” Semua akan baik-baik saja jika kita semua tetap bertahan memperjuangkan misi dan saling memaafkan kesalahan bukan.
 
Pada akhirnya, aku ingin gantian membacakan sumpah untuk penerus organisasi selanjutnya, seperti dulu aku disumpah. Ingin juga untuk bangga di masa tua nanti, aku bercerita pada cucu-cucu… “Waktu mahasiswa…” karena akhir yang baik ini, apa yang aku usahakan dalam hidup tidak sia-sia.
 
Allah, semoga akhir yang semakin dekat ini berakhir dengan baik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s