Konfirmasi… KONFIRMASI!

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/108/Seri-Organisasi-Bag.-1-Konfirmasi…-KONFIRMASI

Bergabung dalam organisasi, kalau kita menjadi orang yang penting, kita akan senantiasa ditunggu. Penting di sini, bukan masalah di mana kita duduk sebagai apa, tetapi lebih pada apa yang sedang kita kerjakan sehingga diri kita menjadi sebegitu pentingnya dan dicari-cari. Semakin penting, ketika kita semakin menunda-nunda amanat,  keadaan akan semakin gawat! Ha… bukan keadaan seperti ini yang kita kehendaki tentunya.
Yang menghubungkan antara peran orang yang satu dengan orang yang lain adalah komunikasi. Nah, pelajaran penting yang kudapat dari organisasi adalah, salah satunya, pentingnya komunikasi efektif. Sulit mendefinisikan apa itu komunkasi efektif kecuali kita paham tujuan apa yang hendak kita capai lewat komunikasi itu. Nah, salah satu cara berkomunikasi efektif adalah dengan melakukan konfirmasi untuk menegaskan/ memastikan kembali hasil dari suatu pembicaraan. Artinya, benar-benar dihasilkan suatu kesepakatan.
Seberapa pentingkah suatu konfirmasi? Sering, konfirmasi itu cukup dengan kata “ya” atau “tidak” yang terakhir kali diucapkan. Konfirmasi ini mengandung makna bahwa pembicaraan dipahami oleh kedua belah pihak dan keputusan benar-benar disetujui bersama. Jika sudah disetujui bersama, tindakan dapat secara pasti dan tenang dilakukan. Selain itu, hati orang-orang yang berkomunikasi akan menjadi tenang karena harapan atau rencana tidak digantung tanpa kepastian.
Dalam berorganisasi, ada bermacam-macam orang. Salah satunya adalah mereka yang tidak menyadari pentingnya konfirmasi, untuk mengonfirmasi atau dikonfirmasi. Mereka “hobby”-nya membuat pembicaraan tergantung begitu saja, baik itu lewat sms, email, chatting, atau bicara langsung. Dia tidak sadar bahwa ada orang lain yang membutuhkan kata “ya” atau “tidak”-nya yang terakhir dan super berharganya itu karena menentukan gerak organisasi selanjutnya.
Rasanya jika harus menunggu konfirmasi yang tidak tegas seperti itu… gondok. Tentu saja rasanya tidak sabar dan ingin sekali marah-marah. Rasanya haus sekali menunggu satu kata “ya” atau “tidak” dari mulut seseorang. Jika sudah begini, prasangka buruk akan muncul… mulai dari dia tidak peduli, tidak tanggung jawab, tidak menjalankan tugas dengan baik, sampai yang kita jadi sedih sendiri.
Ada berbagai solusi untuk masalah seperti ini:
1. Tunggu saja. Tunggu saja. Tunggu saja. Tinggal saja.
2. Kalau sms dan email tidak cukup, telepon langsung untuk menanyakan kepastiannya.
3. Menikmati kesabaran sambil mengalihkan perhatian pada hal yang lain, dengan kata lain, tinggalkan urusan menunggu ketegasan orang ini.
4. Berpikiran positif: dia ketiduran, sedang kebelakang, tidak punya pulsa, HP-nya rusak atau habis baterai, dan sebagainya.
5. Kirimkan sms pengingat kalau dia sangat dibutuhkan. Ada orang yang malas menjawab pesan karena tidak sadar urgensi menjawab atau terlalu easy going. Kalau perlu pura-pura murka…..
6. Kenal pasti bahwa dia anak baik, yakin dia tidak punya niat jelek untuk sengaja mengabaikan pesan kita. Serahkan semuanya pada Allah… biar Allah yang memudahkan dia untuk menjawab pesan kita, apapun permasalahannya.
 
Wah, ini hanya tips singkat. Tapi betul, masalah konfirmasi ini perlu diluruskan antarsahabat dalam organisasi. Gara-gara masalah sepele begini, kredibilitas dan kepercayaan orang pada kita dapat menghilang lantaran rasa kecewa “tidak ada konfirmasi”. Jika kita mengabaikan orang lain yang membutuhkan kita, tidak salah jika orang mulai berpandangan bahwa kita adalah sosok yang kurang peka dan peduli pada kepentingan orang lain.
 
Ada baiknya jika kita mulai semakin menghargai orang lain dengan bersedia mengkonfirmasi kabar apapun yang ia bawakan untuk kita. Bukan untuk apa-apa, tetapi untuk ketenangan batinya yang menunggu kepastian dan ketegasan mengenai sejauh mana kita paham untuk dapat berkata “ya” atau “tidak”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s