Mencari Cinta dalam Lagu

Terdapat banyak tema lagu dan “cinta” adalah yang paling tenar. Semua penyanyi menyanyikan lagu cinta… Cinta, cinta, cinta… dan aku bertanya-tanya, “Mengapa bisa?” Apa yang yang sebetulnya dijanjikannya pada kita semua sehingga kita sangat menggemarinya? Semua penyanyi dari A sampai Z, semuanya menyanyikan cinta. Dan kau tidak bosan? Para pendengar, kalian yang menakjubkan! Aku seperti sedang menyaksikan cerita anak-anak yang mana tokoh protagonist-nya berhasil mengalahkan monster dengan “kekuatan cinta”.
Sepertinya aku punya jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan di atas. Sebenarnya, sedari dulu, tidak ada yang salah dengan cinta. Cinta adalah emosi yang indah, manis-manis pahit… dan semua orang dekat dengannya. Itulah yang membuat lagu cinta mudah diterima. Lagu tentang cinta tak tertolak. Kita semua suka gambaran kasih sayang, kita menikmati memberi dan mendapatkan kasih sayang. Kita suka perjuangan menegakkan kasih sayang karena ia adalah perasaan yang membangun kehidupan manusia.
Namun demikian, aku ingin mengungkapkan suatu kritik bagi dunia musik Indonesia. Bertahun-tahun, aku tidak pernah bisa menikmati lagu-lagu cinta Indonesia dan sekarang aku berhasil menyimpulkan apa yang menjadi penyebabnya. Aku bisa berkata begini karena aku cukup sering melakukan perbandingan dan dalam psikologi, aku belajar tentang teori cinta. Tenang saja, karena aku bukan ahlinya, pendapat-pendapatku ini tidak akan menggemparkan Indonesia.
Pertama, tidakkah terasa lagu cinta Indonesia begitu miskin? Miskin lirik, miskin nada, miskin isi, miskin makna.
Lagu Indonesia terkenal dengan liriknya yang pendek dan hanya diulang-ulang saja. Pernah aku berpikir, apakah ini ada pengaruhnya dengan karakteristik bahasa Indonesia yang satu kata saja butuh lebih dari lima huruf dan lebih dari tiga suku kata. Lirik yang pendek itu menyebabkan isinya juga pendek dan dangkal-dangkal saja. Itu secara kuantitas panjang pendeknya lagu.
Secara kualitas, penulis lagu Indonesia miskin diksi. Bagaimana kau bisa menjelaskan apa itu cinta dengan kembali mengulang-ulang kata “cinta”. Aku sering membandingkan beberapa lagu Indonesia dan lagu Barat. Lirik lagu Indonesia dipenuhi kata “cinta”, sedangkan lagu Barat (dari beberapa favoritku) berhasil mengoperasionalisasikan kata “cinta” dengan gambaran yang lebih dekat dengan kehidupan dan perilaku manusia, sehingga bahkan kata “cinta” tidak disebut satu kali pun dalam lirik. Dengan bahasa yang sarkastik, lagu cinta Indonesia terasa gombalnya.
Kedua, lagu-lagu cinta Indonesia sering mengangkat topik “negative love  (begitulah istilahku).
 
Apakah negative love itu? Negative love adalah emosi cinta yang dikaitkan dengan situasi dan peristiwa-peristiwa buruk dalam kehidupan. Hidup sudah susah tanpa kita perlu mendengar lagu patah hati, kekasih selingkuh, cinta yang berakhir, cinta tak berbalas, cinta terlarang, cinta monyet-materialistik, merindukan cinta sejati, cinta yang mendua, rasa tersakiti, dan lain sebagainya. Jarang menemukan lagu yang benar-benar mengeksplorasi perasaan cinta tersebut sehingga terasa indahnya.
 
Apakah ini mencerminkan pengalaman cinta yang dialami oleh masyarakat, paling tidak generasi muda kita? Jika benar, maka dunia generasi saat ini benar-benar sedang diliputi perasaan cinta yang semu dan rasanya sakit. Kau tahu, cinta yang sebenarnya tidak terasa sakit bahkan mengarahkan manusia untuk hidup dengan cara yang baik, tangguh, saling setia dan percaya, dipenuhi keikhlasan saling memberi, melayani, dan berkorban. Nah, kalau tidak mau hidupmu tambah stres, tutup telinga dari kalimat-kalimat negatif sekalipun itu merdu.
 
Ketiga, penulis lagu cinta tidak paham teori cinta.
 
Lagu-lagu tentang cinta yang tidak bertahan ini, seperti yang kuungkapkan di atas, menunjukkan bahwa penulis liriknya tidak memahami bahwa terdapat berjuta wajah cinta yang positif dan ever lasting. Lagu Indonesia sering hanya berkutat pada passionate love, tetapi abai pada kenyataan bahwa ada komponen intimasi dan komitmen dalam cinta. Ada banyak orang yang bahagia dalam cintanya, tetapi lagu-lagu Indonesia tampak lebih suka menyoroti nasib segelintir cinta yang tidak bahagia. 
 
Cinta itu lebih dari sekadar hubungan pria-wanita, tetapi proses dan perjuangan di dalamnya lah yang sering sangat menarik dan memberikan pelajaran bagi kehidupan. Ada kalanya, sangat indah mendengar lagu cinta tentang keluarga, orangtua, teman, anak, guru, dan bukan hanya kekasih lawan jenis kita. Nah, lagu-lagu yang seperti ini, sangat jarang ada di Indonesia, jadi suatu saat perlu kita buat.
 
Aku berharap bisa menikmati lagu cinta Indonesia suatu hari nanti. Lagu sebagai karya anak bangsa adalah cermin peradaban. Lagu cinta yang baik dan indah menunjukkan perasaan manusia yang memilikinya juga baik dan indah. Lagu cinta yang memberikan gambaran dan mewarnai kehidupan yang indah dan bahagia… DICARI!
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s