Minggu Tenang yang Tegang

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/170/Minggu-Tenang-Minggu-Tegang

Dec 17, ’10 9:11 AM

Sebentar lagi Ujian Akhir Semester datang lagi, ya? Ini nih, kebiasaan akhir tahun… di tengah cuaca berangin dan hujan setiap hari, entah mengapa kita berhasil menjadikan minggu tenang menjelang ujian menjadi minggu tegang kita.
Jika dipikir-pikir, minggu tenang itu ada untuk apa, sih? Minggu tenang ada agar kita dapat menenangkan diri sebelum ujian datang. Menenangkan diri artinya, jika selama ini kita stres menjalani perkuliahan, maka dengan adanya minggu tenang, kita bisa lebih santai dalam belajar. Selain belajar, juga bisa liburan. Kan?
Tapi, mengapa bisa menjadi minggu tegang? Tidak salah jika adalah salah kita yang menjadikan minggu tenang kita minggu tegang. Mengapa? Karena ternyata ada sebagian dari kita yang tidak tuntas menyelesaikan urusannya selama bulan-bulan aktif kuliah dan baru sadar bahwa waktu tinggal sedikit untuk membereskan semua keperluan. Dan hulu dari semua ini adalah buruknya manajemen diri selama menjalani kuliah.
Tidak Punya Bahan Belajar
Masalah klasik. Alhamdulillah hari ini sudah canggih sehingga mahasiswa tidak perlu berpegal-pegal ria mencatat materi kuliah. Tinggal kopi slide presentasi dosen dan semua pun beres. Beres?! Tidak. Karena materi kuliah yang diujikan lebih dari sekadar slide presentasi. Lebih banyak detil penting yang diungkapkan dosen daripada yang diungkapkan slide presentasi. Jadi, banyak mahasiswa yang tidak puas dengan slide presentasi. Di akhir perkuliahan bahkan sampai minggu tenang, hati-hati, ada mahasiswa yang berburu catatan kuliahmu.
Tidak Punya Bahan Berpikir
Hal di atas menjadi masalah jika dosen berkata ujian kali ini boleh buka buka. Gawat. Iya, bagi mahasiswa yang sudah tidak mau membeli buku, malas mencatat pula. Mereka mencari bahan sebanyak-banyaknya dan tidak menyadari bahwa ujian yang semacam ini mengandalkan pemahaman dan kemampuan analisis. Apa jadinya jika sejak awal si mahasiswa memang tidak paham. Hati-hati, di akhir perkuliahan akan ada mahasiswa yang memburumu untuk belajar bersama, meminta dijelaskan maksud ini dan itu. Kau jadi bingung, “Kenapa tanya beginian tidak waktu aktif kuliah saja???
Tugas-Tugas yang Tersisa
Sayangnya, masih ada tugas-tugas yang belum selesai dikerjakan. Alasannya adalah pengumpulan tugas tersebut adalah pada hari ketika mata kuliah yang bersangkutan diujikan. Banyak mahasiswa yang merasa tenang-tenang saja, “Masih lama…“, lalu segera panik karena waktu menyelesaikan semua itu tinggal seminggu lagi. Nah, inilah yang membuat minggu tenang menjadi minggu tegang.
Minggu Tenang = Liburan
Jika itu minggu tenang, tidak masuk kuliah tidak berarti liburan. Sayangnya, banyak mahasiswa yang memutuskan pulang ke rumah, padahal sudah sama-sama tahu kalau situasi santai di rumah adalah biangnya malas. Boleh-boleh saja menikmati masakan ibu, tetapi kalau jadinya lupa bahwa sebentar lagi ujian? Kapan mau belajar, ya?
***
Bagaimana caranya agar ujian bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan, ya? Ujian yang menyenangkan dipengaruhi oleh seberapa menyenangkan minggu tenangmu. Minggu tenang yang menyenangkan dipengaruhi seberapa menyenangkan hari-hari kuliahmu. Hari-hari kuliah yang menyenangkan dipengaruhi seberapa senang dirimu ketika mengikuti perkuliahan. Dan rasa senang yang kau rasakan selama waktu kuliah dipengaruhi seberapa senang kau pada dirimu sendiri, pada target-targetmu, pada harapanmu, pada tindakan-tindakanmu, pada hidupmu setiap waktunya…;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s