Misteri Di Balik Koordinasi

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/110/Seri-Organisasi-Bag.-3-Misteri-di-Balik-Koordinasi

Topik selanjutnya… Misteri Koordinasi. Karena “koordinasi” sering dijadikan kambing hitam bagi kegagalan sebuah organisasi atau apapun yang diorganisasi. Yeah, ini wujud keprihatinanku secara pribadi dan semoga teman-teman juga sama memahaminya. Dengan mudahnya orang berkata, “Iya, mungkin kami kurang koordinasi…” atau “Koordinasinya susah dengan si X…” tanpa paham apa sebenarnya koordinasi itu. Ini sama seperti dalam menyusun variabel penelitian, ada konstruk, ada pula indikator dari konstruk yang harus ditetapkan. Sekarang kita belajar sama-sama soal indikator organisasi sayang terkoordinasi dengan baik.
Koordinasi Bukan Sekadar Bicara
Koordinasi melibatkan komunikasi, tetapi lebih dari sekadar bicara-bicara. Organisasi pasti membawa suatu tujuan yang ingin dicapai. Jika dua orang pengurus ketemu di jalan lalu bercakap-cakap tapi isinya bukan tentang organisasi, itu namanya bukan berkoordinasi. Di lapangan, ternyata banyak orang yang organisasinya gagal bukan karena mereka tidak dapat bertemu. Mereka bertemu, tetapi yang dibahas bukan solusi bagi organisasi, tetapi hal lain. Atau juga bertemu, tetapi tidak bertegur sapa…
Koordinasi Bukan Sekadar Perintah
Dalam organisasi pasti ada struktur yang menempatkan jabatan setiap orang. Orang-orang berkoordinasi tentu berdasarkan struktur itu: ketua, wakil, koordinator, penanggungjawab, staf, anak buah, dan istilah lainnya, tidak dengan orang-orang yang tidak berkepentingan. Sederhananya, cukuplah orang-orang yang terlibat dalam sebuah misi.
Tidak pelak lagi, pasti ada ketua atau apapun itu yang membawahi semua orang. Ketua/ koordinator/ penanggung jawab punya tugas penting, salah satunya adalah memberikan perintah atau petunjuk bagi orang-orang yang mengikutinya. Rasanya, sudah cukup melihat orang-orang ini berkumpul dalam sebuah rapat… Tapi, bukan koordinasi namanya jika si ketua ini hanya sibuk memberikan perintah dan petunjuk tanpa peduli seperti apa pemahaman orang-orang yang mendengarkannya, komentar, feedback, saran, atau kritik yang dibutuhkan. Koordinasi membutuhkan komunikasi atau hubungan yang timbal balik.
Koordinasi adalah Keterbukaan
 
Koordinasi terjadi ketika orang tahu tugasnya masing-masing. Ada peran seorang ketua di sini untuk memastikan anggotanya paham apa yang harus dikerjakan. Jika, setiap anggota tahu apa yang harus dikerjakannya dan benar-benar mengerjakannya, maka sistem dalam organisasi tentu akan berjalan dengan baik. Hal baik ini bukannya tanpa kelemahan. Perlu dikenal bahwa ada orang-orang tertentu yang berorientasi pada harmoni dan ketenangan orang lain. Mereka menyimpan kesusahan untuk dikerjakan sendirian ketika mereka sebetulnya berhak untuk terbuka, mengeluhkan kesusahan dan meminta bantuan. Ada pula orang yang benar-benar tidak peduli pada urusan bersama, tetapi tidak mengatakan apa-apa soal urusan pribadi yang membuat mereka tidak optimal dalam organisasi.
 
Nah, sejauh mana kita semua bersedia berbagi suka dan duka, di situlah letak kualitas koordinasi kita. Lebih dari sekadar cakap-cakap, pemberian petunjuk dan perintah. Lebih dari sekadar berkumpul-kumpul dalam rapat, tetapi ada suatu dinamika yang membuat pencapaian tujuan menjadi lebih mudah.
 
Belajar tentang apa itu koordinasi sebetulnya mudah… bercerminlah dari apa yang terjadi pada tubuh kita sendiri. Apa yang membuat tangan kanan mengobati tangan kiri yang luka? Koordinasi. Apa yang membuat tubuh bekerja untuk mencari makan bagi perut yang lapar? Koordinasi. Karena koordinasi, orang-orang menjalankan kewajiban dan mendapatkan haknya. Dari proses itu, tujuan tercapai karena tindakan yang terarah dan terencana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s