Si Penerjun Bebas: Organisatoris Tak Terorganisasi

Mahasiswa bisa beken karena organisasi, tetapi juga bisa berabe karena organisasi. Salah urus, organisasi itu pisau bermata ganda, lho… Itulah yang kusimpulkan dari pengalaman menjalani kehidupan mahasiswa tiga tahun lamanya. Dari tahun ke tahun organisasi selalu menjadi “rumah” bagi kita semua. Di dalamnya ada teman, pengalaman, dan tantangan. Tapi, yang pasti ada adalah masalah dan rasa susah.
Jangan tanya mengapa ada masalah di dunia ini. Orang yang berpikiran positif akan memandang masalah dengan segala sisi malaikatnya. Patut diteladani pemikiran yang seperti itu karena memang tidak ada gunanya berpikir “iblis” di tengah hidup yang memang tidak mudah. Jangan hanya ingin mendapatkan hasil, tanpa tahu cara mendapatkannya. Jangan asal masuk, asal betah, tanpa terpikirkan bahwa keberadaan kita dalam organisasi dapat lebih bahkan sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri sehingga selain pahit yang dirasa, ada juga manis yang menggelitik.
***
Survei awal untuk skripsi yang kulakukan memberikan beberapa insight tentang fenomena berorganisasi.
Pertama, hampir seluruh mahasiswa punya persepsi yang baik tentang keikutsertaan dalam organisasi. Organisasi adalah “rumah” bagi persahabatan, pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan baru. Ingin apa saja, semua ada di organisasi (tinggal organisasinya apa…)
Kedua, sekalipun persepsinya baik, ternyata sikap mereka berbeda-beda sehingga tidak semua dari mereka doyan berorganisasi. Ada yang sudah berkata “No” karena tahu konsekuensi berorganisasi: berat, capek, stres, menghabiskan waktu liburan, banyak pengorbanan, dan bikin tidak bisa malas-malasan di hari libur. Ada yang berkata “Yes”, tetapi dengan memberikan banyak “tapi”, seperti… “tapi nilai kuliahku semester ini jadi jatuh semua, tapi aku jadi jarang sama keluarga, tapi aku jadi didemo ibuku…”
Ketiga, sekalipun sikap mereka positif dan berorganisasi, entah mengapa hampir separuh lebih mengaku hidup mereka tidak terorganisasi dengan baik. Lalu, organisasi yang mereka ikut berfungsi sebagai apa ya?
 
***
Berdasarkan pengalaman dan survei tersebut, aku membagi bahwa terdapat dua macam organisatori, yaitu: organisatoris yang terjun payung dan organisatoris yang terjun bebas. Organisasi tempat kita, mahasiswa, berkiprah layaknya bumi dengan gaya gravitasinya. Ada sunatullah di mana orang yang terjun dari ketinggian bisa celaka kalau tidak berjaga-jaga dengan parasut yang aman.  Si penerjun bebas mengikuti saja aliran udara dan tarikan gravitasi yang membawanya. Jatuhnya ke mana? Tentu ke bawah.
Sama halnya dengan organisasi, ketika di dalamnya ada berbagai tantangan yang menuntut pemecahan sehingga ia bernilai masalah, ketidaksiapan diri kita, organisatoris, dalam menghadapi masalah tersebut membuat kita sama celakanya dengan si penerjun bebas. Jika kita tidak siap dengan organisasi diri yang baik, apa jadinya: IPK terjun bebas. Di rumah, keluarga berunjuk rasa, meminta perbaikan prestasi akademik. Setiap hari dipenuhi deadline karena kebiasaan kita menomorsekiankan tanggung jawab. Setiap hari stres dan masalah dengan hanya sedikit celah untuk berpengharapan yang positif. Ya Allah…
Atas semua masalah tersebut, salahkan saja organisasi yang bikin kita sesibuk anggota DPR? Itu tidak fair. Salahkan diri sendiri yang tidak mampu mengorganisasi diri. Lebih salahkan diri sendiri jika tidak juga sadar untuk segera berbenah diri. Lebih lebih salahkan diri sendiri jika lebih suka berkata: “Saya tidak bisa” sehingga tidak ada usaha berbenah diri yang berarti.
***
Kita berbeda dengan mereka yang tetap aman di pesawat karena tidak tahu ada hadiah yang menanti di sana.
Kita juga berbeda dengan mereka yang takut-takut untuk melompat dan terjun, padahal tahu ada yang terbaik sedang menanti.
Karena kita berani melangkah untuk menghadapi ujian perjalanan yang tidak ringan, selamatkan diri kita dari kecelakaan yang tidak perlu.
Karena kita ingin selamat, lindungi diri dengan persiapan yang baik.
Mereka yang terjun bebas, hanya berpikiran jatuh dan mati.
Sedangkan yang berparasut, mereka menikmati penerjunan sambil melihat-lihat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s