Si Penerjun Payung: Organisatoris Terorganisasi

Organisatoris adalah manusia biasa. Ia tak bersayap layaknya burung sehingga bisa bertahan di udara. Jadi, bagaimana bisa ia bertahan untuk tetap terbang tanpa jatuh bebas? Ini. Hadiah besar dari Allah.
Berpikir untuk memanajemen.
Manajemen adalah segala tindakan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien. Maka dari itu, dengan manajemen kita dapat berkompromi dengan target, strategi, usaha, dan segala macam keterbatasan yang dimiliki.
Mahasiswa penerjun payung akan belajar berpikir seperti si penerjun payung. Ada tempat berawal yang harus segera ditinggalkan, ada tempat mendarat yang harus dipijak. Di mana tujuan yang ingin dicapai terletak? Bisa di bawah sana, dan sangat bisa ada di sepanjang jalan menuju ke bawah sana.
Jadi, sebaiknya sebelum mengikuti suatu organisasi, pikirkan baik-baik tujuanmu. Jangan berkutat dengan tujuan-tujuan egoistik semata karena keberadaan organisasi selalu menyangkut keberadaan orang lain pula, kepentingan yang lebih penting, dan visi yang lebih besar. Kalau sejak awal tidak yakin mau dan mampu berorganisasi, putuskan saja untuk tidak berorganisasi dan hiduplah dengan damai.
Nah, tujuan mempengaruhi motivasi yang membuatmu tetap bertahan untuk berorganisasi. Maka, pelajarilah organisasimu baik-baik, juga hal-hal yang menyangkut eksistensimu di dalamnya. Jangan enggan bertanya, “Ini organisasi apa sih, kok nggak jelas?” atau “Tugas saya nanti apa?” atau “Apa yang bisa saya dapatkan di organisasi ini?” Kalau yang kamu cari tidak ada, keluar saja. Cari organisasi lain yang lebih dapat mengisi hidupmu.
Bergaul. Kalau diajak berkumpul, usahakan datang meskipun berat dan jadi ada banyak alasan. Kalau diajak berkenalan dan mengobrol oleh anggota organisasi yang lain, sambutlah mereka. Siapa tahu salah satu dari mereka akan menjadi orang penting dalam hidupmu.
Ketika kamu sudah benar-benar bergabung, segera sadarlah punya peran baru dalam hidup: sebagai anggota organisasi. Dari situ, kamu sudah mulai punya tanggung jawab untuk aktif dan menghidupkan organisasimu. Jika awalnya kamulah yang butuh dihidupkan, belajarlah sedikit demi sedikit untuk menjadi pemberi kehidupan itu. Sekalipun seleksi alam pasti akan terjadi, berusahalah untuk menjadi anggota yang bertahan paling lama, selama organisasimu bukan organisasi yang mengajak pada hal yang tidak benar.
Bertahanlah secara taktis, tidak hanya terkait peranmu sebagai anggota organisasi, tetapi juga yang terkait kehidupanmu yang lain. Inilah dia: hiduplah dengan cara yang teratur dan terencana. Jangan asal kecemplung dan basah. Kuncinya:
Do your best. Lakukan yang terbaik pada apapun, terhadap organisasi, kuliahmu, hidupmu, waktumu, keluargamu, dan peranmu yang lain.
Don’t be blind. Melek kesalahan, cermat perubahan, segera evaluasi diri, dan lakukan perbaikan.
 
Belajarlah strategi hidup efektif dan efisien dengan tidak menghambur-hamburkan sumber daya, sekalipun itu hanya waktu, untuk pekerjaan yang tidak ada gunanya. Kontrol diri. Jangan biarkan diri menjadi tukang abai.
 
Milikilah orientasi hidup mengejar manfaat. Agar terasa manis di sekitar hidup yang agak pahit ini, be positive.
 
Jangan gentar untuk mencoba hal baru yang baik.
 
***
Begitulah… Berpikir untuk memanajemen…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s