Tafsir Totalitas Perjuangan Menurut-ku

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/97/Topic-of-The-Week-Tafsir-Totalitas-Perjuangan-Menurut-ku

Aug 25, ’10 9:14 AM

Pernah, suatu hari di akhir bulan Agustus 2007, aku merenung-renung sendiri memikirkan lagu “Totalitas Perjuangan”, lagu “wajib” mahasiswa baru. Akhirnya, aku mengisi  lembaran pertama pada buku harianku sebagai mahasiswa dengan “Tafsir kata ‘totalitas’ dan ‘reformasi’ menurut Aftina Nurul Husna dan apa yang harus dilakukan selanjutnya”.
Pada hari ini aku ngekek kalau melihat spanduk yang dipampang besar-besar di beberapa kantor pemerintahan dan kelurahan: “Reformasi Gelombang Ke-2”??? Omong kosong kalau begini caranya. Reformasi tidak dimulai dari spanduk kosong tak berjiwa! Bodoh memikirkan reformasi gelombang kedua hari ini. Terlambat. Semangatnya sudah hilang… (aku sedih…).
***
30 Agustus 2007
 
Totalitas artinya keutuhan, keseluruhan dan kesemestaan. Keutuhan perjuangan, keseluruhan perjuangan, kesemestaan perjuangan. 
 
Entah mengapa, kita mahasiswa masih terpaku pada kisah kepahlawanan sahabat-sahabat kita di tahun ’98. Yang kuingat hanya samar-samar. Maklum, (pada) kejadian sekitar sembilan tahun lalu itu, aku baru delapan tahun. Yang kulihat di TV adalah rombongan raksasa mahasiswa, berduyun-duyun di jalan raya. Semua terkesan abu-abu. Langit, awan-awan, bangunan, dan orang-orang. Kemudian ada yang mati.
 
Aku masih belum mengerti semangat nasionalisme apalagi totalitas itu. … . Aku sangat menghargai mereka yang pergi. Setidaknya, yang terjadi saat itu adalah awal sebuah keutuhan perjuangan untuk Indonesia di masa depan.
 
Apa yang akan kupelajari di kampusku ini? Semua pelaku reformasi tahun ’98 pasti sudah berumur 30-an sekarang. Aku bertanya apa kerja mereka sekarang. Aku cuma berharap mereka tidak mengkhianati perjuangan waktu itu. Aku tidak akan terima jika mereka KKN, (menggunakan) narkoba, dan (bertindak) kriminal, karena kami pemuda akan kecewa: Reformasi telah gagal.
 
Reformasi artinya perubahan radikal demi perbaikan sosial, politik, dan agama di negara. 
 
Radikal artinya secara mendasar (sampai pada hal yang prinsip), sangat keras menuntut perubahan, maju dalam berpikir atau bertindak.
 
(Karena itu,) setidaknya REFORMASI harus keras dan tegas, mengakar sampai prinsip, dan berpikiran ke depan.
 
Reformasi? Sudah adakah reformasi itu? Menyedihkan sekali tragesi reformasi. Saat itu kurasa ketegasan untuk mengubah kebijakan politik menuju politik impian telah ada. (Namun,) pada tahap apakah reformasi itu bisa mengakar sampai ke prinsip (dalam) diri seorang pemuda?
 
Negara ini tidak akan berubah sampai kita bisa hidup dengan prinsip hidup yang baik. Aku (sedang) mencari prinsip hidup yang baik. Aku kebingungan, menatap setiap wajah yang kutemui, siapakah dari mereka yang punya prinsip hidup yang baik, yang bisa mengajariku sehingga semangatku terus membara: Aku bukan mahasiswa kambing.
 
Reformasi ’98 belumlah sempurna, malah membawa jalan buntu. Tidak ada (jiwa) reformasi itu sendiri dalam diri kebanyakan mahasiswa. Tidak ada perubahan dalam (hidup) keseharian, (mampu) mengaplikasikan ilmu, dan mengembangkan diri.
 
Tidakkah lelah terus mendengungkan (apa) yang (telah) berlalu? Kita harus bersiap untuk reformasi yang lebih berat lagi, lebih radikal, dan butuh lebih banyak pengorbanan. Aku berharap bisa melakukannya. HIDUP REFORMASI!
***
Bagaimana cara mempelajari reformasi? Entah apa yang sedang terjadi padaku. Aku merasa kejadian tiga tahun yang lalu, beberapa hari yang lalu di akhir KKN, dan hari ini saling berkaitan. Apakah “do your best” sudah cukup? Aku masih bertanya-tanya. Ketika jawabannya sudah ada, aku akan menulis lagi. Yah… hari ini ada PR berpikir lagi.
Bagaimana reformasi diajarkan hari ini kepada para mahasiswa baru, generasi baru? Sering kita merasa sudah cukup hanya dengan mengajarkan lagu-lagi perjuangan yang bersemangat. Tetapi, itu sungguh tidak benar. Tanpa memahami betul seperti apa penderitaan rakyat… bagaimana reformasi memperoleh jiwanya? Di tangan pemerintah yang bobrok begini… bagaimana reformasi bisa terjadi? Jika di kemudian hari ada keberanian, mari kita demonstrasi lagi untuk kali ini benar-benar merubah keadaan. Marilah mereformasi diri pribadi untuk mencapai totalitas perjuangan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s