Go, Go, Go, UAN GO!

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/228/GO-GO-GO-UAN-GO

Apr 18, ’11 6:34 AM

Hehehe… hwahahaha…  aku nggak bisa nahan diri untuk nulis tentang ini! Tentang UAN… apa ya? Ini peristiwa penting dalam hidupku yang terjadi sudah empat tahun yang lalu.
Yang mendorongku untuk menulis sebenarnya bukan UAN itu sendiri. Pagi ini setelah subuh, aku langsung kembali pada tugas membuat transkripsi hasil wawancara yang masih berdurasi  sekitar 45 menit lagi. Pagi ini aku disambut pengalaman lucu subjek penelitianku tentang pengalamannya menjalani tes masuk perguruan tinggi. Aku bisa tertawa-tawa, lagi (ini yang kedua kalinya aku mendengarkan wawancara ini) dan sendiri, di dalam kamarku mendengarnya bertutur tentang perjuangannya masuk perguruan tinggi.
Apa yang menarik? Aku tidak menyangka bahwa prestasi seorang mahasiswa sering tidak dapat diduga. Boleh saja masa SMA-nya berantakan atau gagal berkali-kali di tes masuk perguruan tinggi. Atau, bisa jadi perjalanannya sedikit tidak “normal”, senormal perjalanan mahasiswa biasa, tidak selancar yang dialami mahasiswa biasa. Namun, dari proses itu, ada semangat yang dimunculkan sehingga ia bisa menghayati betul “keberuntungan”-nya menjadi mahasiswa.
Sekarang pertanyaannya, apa sih yang ditakutkan dari UAN? Takut tidak lulus? Mengapa tidak, berani lulus? Itu karena sebagian siswa yang takut itu sadar perjalanannya sekolah tiga tahun ada yang tidak beres. Jelas ada persiapan dan belajar yang kurang, keyakinan diri jatuh, merasa tidak berdaya, gentar pada tuntutan yang standar kelulusannya makin tinggi saja, dan akhirnya sadar bahwa inilah saat-saat terakhir. Waktu itu berharga sekali, bukan? Ketangguhan menghadapi ujian itu dipupuk tidak dalam waktu singkat, bukan?
Kemudian… ada lagi ketika ketakutan juga merayap dalam hati para guru. Mulai deh, nanti mungkin akan kita dengar ada beberapa sekolah yang gurunya main curang juga. Tunggu saja beritanya: kebocoran jawaban ujian, menyontek yang didiamkan, guru yang menjawabkan pertanyaan ujian. Lantai kotor tidak dapat dibersihkan dengan sapu kotor, bukan? Rasa cemas juga tidak dapat dihilangkan dengan perilaku-perilaku yang mencerminkan kecemasan.
UAN atau Ujian Akhir Nasional adalah pintu keluar setiap anak sekolah. Ketangguhan di UAN dapat memprediksi ketangguhan menghadapi tes-tes selanjutnya, terutama untuk masuk perguruan tinggi. Lebih jauh lagi, kemampuan dan keterampilan yang kita bangun di masa sekolah juga menentukan keberhasilan kita menghadapi perguruan tinggi. Pandangi masa depan, maka kita juga tahu bahwa performa kita saat ini menentukan pula performa kita di masa depan.
Maka dari itu, buat teman-teman yang terutama masih sekolah, masih kuliah, atau belum lulus dari bangku sekolah atau bangku kuliah, dan aku sendiri juga, mari kita segera sadar untuk memperbaiki diri sesegera mungkin. Bagi yang menjalani UAN hari ini, rasakan rasa cemasnya, yang timbul dari ketidaksiapan, dan ambil pelajaran darinya untuk tidak mengulang ketidaksiapan ini di masa depan, terutama yang mau lanjut kuliah. Kuliah itu lebih rumit dari sekolah, kelulusan tidak jadi tanggung jawab pemerintah, guru/dosen, teman, atau orangtua. Kalau kita tidak bertanggung jawab pada diri sendiri… gitu deh, jadinya.
Selamat membuktikan diri di UAN! Nikmati dan syukuri perjalanannya, ya 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s