Tantangan Kelompok Studi Psikologi Islami

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/209/Seri-Organisasi-Bag.-13-Tantangan-Kelompok-Studi-Psikologi-Islami

Mar 20, ’11 2:46 PM

Hampir empat tahun berkecimpung dalam dunia kelompok studi, tidak pernah sebelumnya aku memahami pentingnya keberadaan kelompok studi psikologi Islami, bagi dunia. Aku termasuk orang yang bingung, merasa punya pegangan, tetapi pegangan itu terus terlepas; merasa punya visi, tetapi visi tersebut seperti tidak nyata.
Aku menjalani hari-hari dari menjadi staf biasa sampai ketua tanpa benar-benar paham apa ruhnya. Kembali pada visi misi resmi? Mengembangkan dan menerapkan psikologi Islami? Itu sedikit terasa omong kosong, bagiku. Pendapatku tersebut bukannya tanpa dasar.
 
Pertama, jika ditanya, yang manakah teori dalam psikologi yang merupakan psikologi Islami, aku tak bisa menjawabnya. Para teoretikus itu mungkin bisa menjawabnya, tetapi penjelasan mereka sulit dibumikan. Penjelasan mereka mengawang-awang, bahkan beberapa berdebat sendiri satu sama lain, mana yang psikologi Islami, mana yang bukan…
Kedua, jalan menuju “Mengembangkan dan menerapkan psikologi Islami juga sama membingungkannya. Para teoretikus itu mungkin bisa memahaminya, tetapi metode yang mereka kemukakan hanya menambah benang kusut di kepalaku. Selamanya, sepertinya, ilmu yang satu ini belum melampaui tahap “wacana”. Bandingkan dengan ilmu hukum Islam, ekonomi Islam, atau ilmu politik/pemerintahan Islam… Psikologi Islami masih terasa jauuuh sekali. Benar-benar mengecilkan hati.
Ketiga, serasa tak ada kawan seperjuangan untuk mengembangkan psikologi Islami. Bukannya tak ada, tapi karena keberadaan kelompok sejenis masih sangat jarang dan lokasinya terpencar-pencar. Selain itu,  tidak pula ada kabar perkembangan psikologi Islami dari luar negeri sana. Browsing saja dengan kata kunci psikologi Islami atau Islamic psychology. Siapa ilmuwannya? Apa teorinya? Apa buku atau artikel yang ditulisnya? Ketemu?
 
Keempat, sampai hari ini aku dihadapkan pada amanah besar bagaimana membantu adik-adik kelasku mempelajari ini (aku masih dalam kebingungan besar, ingat?). Dan aku menghadapi masalah besar: sebelum kita paham Islam, bagaimana bisa psikologi Islami bisa dipahami? Sebelum Islam dan psikologi dipahami, isi organisasi ini hanyalah orang-orang yang mencari pengalaman dan teman, yang setelah bosan atau lelah mereka keluar.
 
***
Hehe… Wuahahaha… jangan bersedih, kawan-kawan, terutama yang berharap psikologi Islami berkembang  Aku tidak bersedih. Memang susah, tetapi tidak ada kesedihan dan patah semangat. Yang kuungkapkan di atas semata-mata hanyalah fakta lama yang harus diubah menjadi fakta lain yang lebih baik. 
 
Berdasarkan pengamatanku, memang demikianlah kondisi psikologi Islami:
1. Ilmu yang sangat baru di abad ini. Meskipun pada zaman keemasan Islam ia sudah ada, tetapi ingat, kita semua anak-anak abad ini.
 
2. Psikologi Barat sangat mendominasi. Kupikir, selama Islam masih belum terlalu disambut dan sekularisme masih diagung-agungkan, psikologi Islami juga masih akan terus megap-megap.
 
3. Mengenai teman-teman seperjuangan, itu juga benar. Baru sedikit kelompok studi psikologi Islami di Indonesia dan kondisinya memprihatinkan. Ada yang kekurangan dana, kekurangan kader dan peminat, kekurangan narasumber dan sumber belajar, dan kekurangan dukungan dari perguruan tinggi di mana mereka berada.
 
4. Mengenai para ahlinya, itu juga benar. Ada banyak nama, tetapi tak ada satupun yang benar-benar menyatakan dirinya ilmuwan psikologi Islami dan punya situs khusus sehingga orang-orang bisa belajar pada mereka. Mudahnya, mereka hanya dikenal sebagai ahli psikologi atau psikolog yang religius. Pemikiran mereka begitu divergen, semangat menumbuhkan cabang, tetapi miskin dalam membangun akar dan batang psikologi Islami. 
 
Mau mau ke mana dan bagaimana kita sekarang? Nah, terutama untuk kakak-kakak, teman-teman dan adik-adik seorganisasi… Sudahkah jelas masalah kita? Jadi… secara pribadi, aku capek mendengar komentar kalian yang intinya organisasi kita menyedihkan, payah, dinomorduakan, ditinggalkan, diacuhkan oleh sebagian anggota kita… Kupikir, yang perlu kita lakukan adalah:
 
Pertama, sadari bahwa hidup psikologi Islami memang sedang berada di zaman susah dan parah. Masalah ini sistemik dan terjerat gelapnya masa lalu! Mau keluar dari sistem? Mungkin, kita tidak bisa karena kita masih mahasiswa, yang masih suka mengekor para dosen kita.
 
Kedua, mau membuat sistem baru? Ini dia! Mulai sekarang pupuklah kemampuan dan kapasitas pribadi, sebagai muslim dan pembelajar psikologi. Tahu tidak, inilah yang kita lupa untuk digiatkan. Memang saat ini sedang tidak ada tempat untuk bergantung, makanya kita membuat fondasi bagi diri kita sendiri.
 
Ketiga, karena belum ada pembakuan apakah psikologi Islami itu, jangan segan membangun pendapat dan pemikiran kita sendiri, sekalipun kita masih mahasiswa. Bangun forum diskusi, kecil, tetapi pasti.
 
Keempat, tak perlu pusing-pusing cari buku pegangan atau literatur psikologi Islami. Kita sudah punya. Al Quran dan Hadist. Dari situ Islam berawal, maka dari situ pula psikologi Islami akan berkembang. Sedikit demi sedikit belajar agama kita sendiri? Itu wajib.
 
Berharap psikologi Islami sama tenarnya dengan ekonomi Islam… Insya Allah psikologi Islami juga akan mendapatkan tempatnya di bumi. Akan ada orang-orang yang membutuhkannya. Tugas kitalah membantu psikologi Islami ada dengan mudah di tangan mereka, mudah di pikiran mereka.
 
***
Hampir empat tahun berkecimpung dalam dunia kelompok studi, tidak pernah sebelumnya aku memahami pentingnya keberadaan kelompok studi psikologi Islami. Nah, sekarang aku punya sesuatu di dalam benak! Semoga  ada waktu untuk berbagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s