“Up Grading” yang Meng-Up Grade

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/201/Seri-Organisasi-Bag.-12-Up-Grading-yang-Meng-Up-Grade-

Mar 14, ’11 10:09 AM

*Kenang-kenangan Up Grading Kesppi 2011, Sabtu-Ahad, 12-13 Maret 2011… di Gunung Ungaran… Terima kasih semuanya…* 
***
Tiga tahun lamanya menjabat, baru kali inilah aku benar-benar benar-benar merasakan puas dengan hasil kerjaku. Ini pekerjaan luar biasa yang hanya ditangani oleh tiga orang mahasiswa di tahap perencanaan dan persiapan acara, menjadi dua orang pada hari H, dan terbantu dengan kekuatan bantuan delapan orang untuk out bound pada hari ke-2. Selebihnya, menjadi tugas peserta-(merangkap) panitia untuk keperluan teknis perlengkapan, konsumsi, dokumentasi, dan keuangan.
Kekurangan orang memang menyulitkan… Sie. acara menjadi sie perlengkapan dan transportasi. Terjadi beberapa kekeliruan kecil: salah memberikan souvenir, terlambat memanggil taksi untuk pembicara yang sakit mendadak, susunan acara yang sedikit kacau (oh, it’s okay), dan kabar terakhir… kunci ruangan yang dipakai untuk acara terbawa pulang oleh panitia! Padahal tempat acara ada di lereng gunung sana… Ya Allah… Temanku, kembalikan kuncinya, ya.
Haha… semua itu, kalau diingat lagi, masih membuatku senyum-senyum. Acara ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Menyenangkan. 
Apa yang membuatku puas? Sebagai seksi acara, aku “berhasil” memberikan konsep acara yang cukup jitu untuk membuat semua orang memikirkan keberadaan mereka dalam organisasi ini. Aku tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan, tetapi bicarakanlah kebingungan yang dihadapi di sini. Ekspresikan apa saja yang ingin diekspresikan di sini, karena mungkin besok-besok tidak ada kesempatan lagi.
 
Ketika menyusun acara ini, aku tidak berpikir rumit kecuali sedikit berefleksi “masalah apa yang sedang dihadapi kita semua?”. Banyak teman-teman yang mundur teratur gara-gara tidak paham peran dan pentingnya keberadaan mereka di dalam organisasi ini. Maka dari itu, aku menetapkan dua materi tentang “siapa diri kita”, yaitu sebagai anggota organisasi kelompok studi dan sebagai mahasiswa muslim yang hendaknya berprestasi dan sukses. 
 
Ada masalah manajemen diri dan kebingungan menempatkan prioritas bagi diri sendiri dan organisasi. Maka dari itu, kutetapkan materi tentang manajemen diri sebagai materi ketiga. Dan yang terakhir, minimnya pengetahuan tentang psikologi Islami yang berusaha kami pelajari dan kembangkan, membuatku menjadikannya sebagai penutup. 
 
Aku tak berharap banyak kedua materi tersebut akan disampaikan dengan sempurna (karena pengisinya senior sendiri), tetapi fokusku adalah bagaimana membuat anak-anak itu mengaktifkan otak, bertanya-tanya dan kagum (pada materinya dan pada penyampainya yang masih senior sendiri), sekalipun merasa bingung setengah mati. Itulah kunci belajar. 
 
Aku ingin membangun keteladan kakak kepada adik-adiknya. Aku ingin mereka menyampaikan “pesan-pesan” yang masih akan teringat sampai saatnya adik-adik itu mendapat giliran menjadi kakak. Mereka boleh belum paham apa-apa sekarang, tetapi masa depan adalah misteri? Kita tidak tahu siapa di antara mereka yang akan menjadi berliannya. Inilah harapan yang setiap kakak harus memilikinya. Dilarang kehilangan harapan pada adik-adik kita, apapun keadaan mereka.
 
Pagi sampai sore hari pertama berakhir… dan sampailah pada malam yang dinanti (karena akan diadakan acara malam yang sepenuhnya akan menjadi ajang kreativitas peserta). Namun, jadinya susah… FGD (Focus Group Discussion)-nya ternyata kelewat menarik sehingga semua kelompok bablas dari jatah waktu yang ditetapkan. Semua kelompok menghabiskan sekitar hampir 1,5 jam untuk berbincang-bincang dengan kakak-kakak fasilitator, sedangkan pengurus harian kelewat(an) gandrungnya sampai menghabiskan 3 jam (dari jam 7.45 sampai 11 malam). 
 
Apa sih yang dibahas sampai menghabiskan  3 jam, sampai diskusi dipaksa-paksa berhenti? Cuma permasalahan antarteman… cuma perasaan-perasaan kesal dan tidak percaya yang selama ini dipendam… cuma kekecewaan yang selama ini dibiarkan tanpa penyelesaian… cuma menyamakan persepsi dan sama-sama menyadari bahwa semua teman-teman kita punya kepribadian mereka sendiri.
Dan aku yang menjadi fasilitator mereka dengan asyik mengobservasi perubahan roman mereka dari biasa (coklat kulit) sampai merah padam, perubahan gaya bicara dari pelan dan ragu-ragu sampai cepat, keras, dan penuh emosi (tak peduli penonton di sekitar yang mulai menertawakan grup yang satu ini), dan dari diam saja, ketawa ngakak, sampai ada yang menitikkan air mata. Dalam hati aku mengompor-ngompori, “Bicarakan semuanya, kawan… biarkan dirimu didengarkan… jangan lagi berahasia di kesempatan yang unik ini…” Dan aku serasa tengah mengadakan konseling kelompok… haha 
Tidur malam dan hari selanjutnya tiba: OUT BOUND!
 
Aku terancam menjadi penjaga ruangan, untungnya ide ruang kesekretariatan muncul dan semua barang berharga bisa disimpan di sana. Naik gunung, lewati sungai, basah, kotor, lewati perumahan, ditertawakan penduduk (ada game yang lucu sekali) dan jalan-jalan curam… Ada game yang praktik wawancara dan observasi home industry dan yang terakhir… game cerdas sampai-sampai jatuh korban…
 
Cuma simulasi sebenarnya… Setiap peserta di jidatnya ditempeli kertas yang bertuliskan sesuatu yang isinya tidak ia ketahui. Masing-masing kemudian mendapatkan giliran berbicara di depan teman-teman untuk mengemukakan kesan-kesan ikut acara “Up Grading”. Namun, tugas pemirsa adalah bereaksi sesuai dengan isi kertas itu dan perintah dalam kertas itu ada yang menyenangkan dan ada yang menyebalkan.
 
Apa jadinya jika ketika kita sedang berbicara, teman-teman kita malah tertawa sendiri, berbicara sendiri, mengacuhkan kita, menjelek-jelekkan kita, padahal kita ingin mendapatkan perhatian mereka dan didengarkan? Hasilnya… (padahal cuma game), ada peserta dengan jidat ditempeli kertas yang isinya “acuhkan saya” naik darah secara mengerikan dan tak terbayangkan… 
 
Apakah teman-teman pembaca memahami maksud game terakhir ini? Tidak diperhatikan, tidak didengarkan itu… rasanya sakit. Sakit sekali.
 
Nah, yang membuat aku sangat puas adalah tersampaikannya isi hatiku sekalipun aku tidak sempat meminta, “Mas, mbak, tolong out bound di acara Up Grading ini dibuat yang isinya tentang membangun komunikasi efektif dan keakraban…” karena anak-anak ini punya masalah itu. Out bound ini benar-benar tidak terduga dan aku sangat senang.
 
Anak-anak ini punya visi dan misi bagus, harapan-harapan mulia, tetapi terkendala dalam berhubungan secara baik dengan teman-teman mereka sendiri. Mereka tahu bahwa memperhatikan dan mendengarkan adalah perbuatan baik, tetapi tidak benar-benar tahu seberapa pentingnya itu. Mereka tidak sadar ada banyak orang yang merasa sakit hati karena diabaikan, tidak didengarkan… Karena tidak sadar, mereka tidak menempatkan diri sebaik mungkin sebagai orang yang mendengarkan dan memberikan perhatian satu sama lain…
 
Yeah, tujuan Up Grading tahun ini adalah itu semua… membantu teman-teman pengurus baru mengenali secara lebih baik peran mereka, terutama yang berkaitan dengan organisasi di mana mereka berada… dan membantu mereka untuk menjalin persahabatan yang menyenangkan. Bukan kuasaku untuk dapat mengubah mereka, tetapi… Allah, Engkau bisa…
 
Nah, inilah kerja terakhirku sebagai bagian dari kepanitiaan, mungkin, di organisasi ini. Ada tugas-tugas yang lain… tetapi itu nanti, aku menunggunya dengan senang hati. Saranku untuk para organisatoris dan anggota suatu kepanitiaan, buatlah acara dan kegiatan yang menjawab kebutuhan para pesertanya. Buatlah sesuatu yang tidak mengkhianati kebutuhan orang-orang yang ada bersama kita. Cobalah memiliki visi dan misi tentang persahabatan dan persaudaraan yang menyenangkan dalam organisasi kita sendiri. Kesampingkan sejenak tugas-tugas besar dan tengoklah teman-teman kita, sudahkah ada senyum dan tawa di wajah mereka?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s