Ilmu dan Iman, Dua Sahabat Baik

Tulisan ini pendek saja. Hanya beberapa kalimat indah tentang dua sahabat baik, yaitu ilmu dan amal. Aku sangat menyukai ini dan semoga teman-teman pecinta psikologi Islami juga demikian. Kalimat ini dikemukakan oleh Mutadha Muthahhari dan kuperoleh dari sebuah buku yang kini tengah kubaca.
Sungguh indah gambaran yang diberikan tentang persahabatan ilmu dan amal:
Ilmu memberi kekuatan yang menerangi jalan kita dan iman menumbuhkan harapan dan dorongan bagi jiwa kita.
Ilmu menciptakan alat-alat produksi dan akselerasi, sedang iman menetapkan haluan yang dituju serta memelihara kehendak yang suci.
Ilmu adalah revolusi eksternal, sedang iman adalah revolusi internal.
Ilmu dan iman keduanya merupakan kekuatan, kekuatan ilmu terpisah sedang kekuatan iman menyatu.
Keduanya adalah keindahan dan hiasan, ilmu adalah keindahan akal, sedang iman adalah keindahan jiwa.
Ilmu hiasan pikiran dan iman hiasan perasaan. Keduanya menghasilkan ketenangan, ketenangan lahir oleh ilmu dan ketenangan batin oleh iman.
Ilmu memelihara manusia dari penyakit-penyakit jasmani dan malapetaka duniawi, sedang iman memeliharanya dari penyakit-penyakit ruhani dan komplek-komplek kejiwaan serta malapetaka ukhrawi.
Ilmu menyesuaikan manusia dengan diri dan lingkungannya, sedang iman menyesuaikannya dengan jati dirinya.
***
Nah, ada yang bertanya tentang bagaimana psikologi dan psikologi Islami? Jawabannya: pikirkan, pikirkan, dan pikirkan saja, terutama karena yang menulis ini juga masih memikirkannya😀
Secara pribadi, aku baru bisa menyimpulkan bahwa tidak ada yang salah dengan apa yang secara nyata terjadi di dunia ini ketika kita tahu mana yang benar dan mana yang salah. Secara terapan, psikologi memang memberikan cara-cara menjalani hidup yang baik dan cara-cara mengatasi masalah. Namun demikian, sampai kapan pun ia tidak akan pernah menggantikan peran iman sebagai panduan menjalani hidup dan mengatasi masalah yang utama manusia dalam kehidupannya.
Maka dari itu, mari kita menikmati psikologi ini sebagai penghiasan akal pikiran dan pencegah malapetaka duniawi dikarenakan ketidakmengenalan akan diri dan perilaku manusia. Mari mempercepat pertumbuhan diri dan lingkungan dengan ilmu ini. Mari kita dapatkan ketenangan lahir karena tahu bagaimana cara menghadapi manusia secara bijak.
Allah yang Maha Tahu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s