Psikologi Islami: Wawasan dan Landasan

Tulisan berikut dalam “Seri Psikologi Islami” adalah rangkuman dari buku “Integrasi Psikologi dengan Islam: Menuju Psikologi Islami” karya Hanna Jumhana Bastaman (Pustaka Pelajar, 2005, h. 3 – 13). Tujuan penulisan ini adalah membantu teman-teman tahu dan memahami, setidaknya, “apakah” Psikologi Islami itu. Melalui pemahaman tersebut, aku pribadi berharap teman-teman bisa menjadi bagian dan pengembang atau penduduk islamisasi ilmu di bidang psikologi.
Maafkan jika bahasa dalam tulisan ini cukup kaku (ini rangkuman buku soalnya), semoga tetap enak dibaca.
 
Pesan khusus: Tulisan ini dipersembahkan untuk teman-teman pengurus Kelompok Studi Pengembangan Psikologi Islami di Fak. Psikologi Undip. Sebentar lagi kita mau ada mentoring, kan? Jadi, semangat semangat! Berilmu, beramal!
 
***
Psikologi Islami: Wawasan dan Landasan
 
Tahukah teman-teman apakah “Psikologi Islami” itu? Memahaminya mudah, sebenarnya, karena (semoga) otomatis tergambar dalam benar kalian bahwa psikologi ini adalah psikologi yang karakter dan identitasnya bermuara pada nilai-nilai Islami. Nilai-nilai yang Islami tersebut menjadi dasar bagi wawasan, landasan, rumusan, ruang lingkup, fungsi, tujuan, dan metodologi dari Psikologi Islami.
 

QS Al Fushshilat (41): 53, Allah Berfirman:

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagimu) bahwa sesungguhnya dia menyaksikan segala sesuatu?

Ayat tersebut adalah pendorong bagi kita untuk mengembangkan Psikologi Islami. Manurut S.S. Kadirun Yahya (dalam Bastaman, 2005, h.4), dari ayat tersebut dapat disimpulkan terdapat tiga ragam ayat Allah sebagai tanda keagungan-Nya, yaitu:

a. Ayat-ayat Qurani, yaitu ayat yang diwahyukan dalam bahasa manusia kepada Rasul dan kemudian ditulis dan dihimpun dalam sebuah kitab Al Quran.

b. Ayat-ayat Aafaaqi, berupa ketentuan Allah yang ada dan bekerja pada alam semesta, khususnya alam fisik.

c Ayat-ayat Nafsani, berupa ketentuan Allah yang ada dan bekerja pada diri manusia, termasuk kejiwaannya. Ayat aafaaqi dan nafsani lazim disebut sebagai sunatullah, yakni ayat-ayat yang “tertulis” di alam semesta.

Psikologi dapat dipahami sebagai upaya manusia untuk menguak rahasia sunatullah yang bekerja pada diri manusia, dalam artian menemukan berbagai asas, unsur, proses, fungsi, dan hukum-hukum mengenai kejiwaan manusia. Maka, apa yang membedakan antara Psikologi Islami dengan psikologi kontemporer-sekular?

Psikologi kontemporer-sekuler hanya mendekati kejiwaan manusia dengan kemampuan intelektual, sementara Psikologi Islami berusaha memahami kejiwaan manusia baik dengan memfungsikan akal dan keimanan.

Lebih spesifik lagi, Psikologi Islami menggunakan secara optimal daya nalar yang objektif-ilmiah dengan metodologi yang tepat, di samping merujuk kepada petunjuk Allah mengenai manusia yang tertera dalam Al Quran dan Al Hadist, serta pandangan ulama-ulama yang telah teruji.

Maka, landasan Psikologi Islami adalah ayat-ayat qurani dan ayat-ayat nafsani, atau secara lebih luas, yaitu asas-asas keagamaan dan temuan-temuan ilmu pengetahuan di bidang kemanusiaan.

Namun, perlu diingat bahwa, meskipun Psikologi Islami tidak dapat terpisahkan dari agama Islam, Psikologi Islami adalah ilmu pengetahuan yang harus dikembangkan secara ilmiah. Artinya, integrasi antara psikologi dan agama tidaklah dilakukan secara ngawur atau mereduksi fenomena keagamaan menjadi semata-mata fenomena psikologi.

Psikologi Islami juga bukan tasawwuf, sekalipun praktik-praktik sufistik dapat menjadi masukan penting bagi Psikologi Islami. Psikologi Islami juga tidak untuk disakralkan atau menggantikan peran agama dalam upaya mengatasi permasalahan kejiwaan manusia. Psikologi Islami adalah psikologi, dan ia adalah ilmu pengetahuan yang punya persyaratan ilmiah. Tetap, ciri utama Psikologi Islami adalah ilmiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s