The Power of Deadline Bag. 2

Bagaimana cara mengatasinya? Mungkin ini terlalu konseptual, tetapi tetap bisa dijadikan landasan berpijak bagi suatu tindakan. Insya Allah ^^
Pertama, sepertinya kita perlu tahu manajemen waktu dilakukan bukan untuk menjadikan suatu target dan perencanaannya menjadi mendesak untuk dilakukan, tetapi proporsional pada waktu yang tepat. Sesuatu yang berubah menjadi sangat urgent jika tidak pada tempatnya akan menjadi kekuatan yang ekstrem dan membuat kita bisa mengabaikan sesuatu yang  pada dasar dan normalnya memang mendesak atau penting lainnya. Manajemen waktu ini penting untuk mencegah terjadinya konflik-konflik kepentingan yang tidak diperlukan.
Kedua, manajemen waktu dan agenda berhubungan erat dengan menajemen orang, yang tentu dilakukan oleh manager utama di organisasi. Jadi, yang seharusnya merasa “ini penting dan mendesak” adalah ketua dan harus sama dirasakan oleh wakil dan orang-orang di bawahnya. Coba dicek, jika ada saja ketidaksamaan pengertian dan pemahaman di satu bagian, pasti juga tidak akan beres di bawahannya. Artinya, konsolidasi itu penting sebelum memulai perencanaan yang macam-macam. Konsolidasi ini tidak hanya terkait “apa tujuan dan mengapa dilakukan”, tetapi juga “bagaimana ini akan dilakukan”. Hindarkan kerancuan dan konflik sejak awal.
Ketiga, manajemen terhadap orang lain pasti melibatkan manajemen diri orang-orang di dalam organisasi. Ketika amanat sudah dibagi, maka amanat itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab si pengemban, kecuali jika ia sempat berkata, “Saya belum begitu paham, mohon penjelasan dan bantuannya,” maka di situ mutlak diperlukan dukungan dari si pemberi amanat. Apakah kita memerlukan ketua atau ketupat (ketua panitia) yang “sempurna” dalam hal ini? Tidak. Karena, yang paling utama adalah kemampuan untuk saling mengingatkan dan membantu untuk tetap sabar atau hal baik lainnya yang mendukung pencapaian tujuan, apa pun itu.
Keempat, deadlines itu bukan hanya masalah waktu, tetapi target berusaha dan mendapatkan hasilnya. Fleksibilitas perlu dilakukan, tetapi itu dilakukan dalam koridor rencana dan pencapaian tujuan. Ada banyak jalan menuju Roma. Ketika ada teman yang melakukan sesuatu tetapi tidak sesuai dengan waktu atau rencana yang ditetapkan, tetapi masih berada pada jalur menuju tujuan, it is okay, maafkan dia dan tidak perlu berburuk sangka, “Dia tidak amanah. Ganti orang!” Rencana manusia tidak seluruhnya sempurna, bukan?
Kelima, keterbukaan itu penting, terutama dalam berkomunikasi. Inilah yang membuat orang bertindak dengan mempertimbangkan banyak perspektif dan masukan, untuk saling dapat memahami situasi dan kondisi orang-orang yang dihadapkan pada deadline. Makanya, jangan jadi ketua atau koordinator yang “menakutkan”, yang membuat anak buah takut berkata jujur dan memendam masalah.
Keenam, the right man in the right place and the right task. Boleh saja tempatnya tepat bagi orangnya, tetapi tidak untuk target atau tugasnya. Sekalipun orang itu jago, tapi kalau dia sudah bilang, “Saya agak susah kalau begini…” ya jangan dipaksa-paksa, “Ini kepentingan bersama… bla bla bla.“. Mungkin ada ya, orang yang bersedia mengorbankan kepentingan pribadinya, tetapi ada juga orang yang tidak. Teman-teman kita itu manusia juga lo, hatinya bisa terluka dan tidak ingin dipojokkan. Jangan memperlakukan manusia layaknya mesin yang tinggal masukkan tugas lalu keluar hasil.
Ketujuh, waktu itu adalah ciptaan Allah yang paling aneh. Kita boleh tidak melakukan apa-apa, tetapi segala hal senantiasa berubah karena waktu yang terus bergerak. Jadi, jangan sampai ada semboyan “don’t delay until tomorrow what you can do next week“. Itu tindakan bodoh. Sekalipun kita tidak suka dengan tugas itu, segera selesaikan saja. Kalau kita memang suka, segera selesaikan juga. Karena, kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Ada banyak ketidakpastian dan beragam peristiwa yang datang tanpa diundang.
 
***
Ya, ini hanyalah saran. Bahkan, aku sendiri belum berhasil menerapkannya pada organisasi sendiri secara sempurna. Cerita ini adalah intisari tentang kesalahanku di masa lalu dalam mengelola organisasi, orang, dan diri sendiri. Semoga dapat dijadikan pelajaran dan bersemangat selalu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s