Di Negeri Ini Ilmunya Mati

Coba tebak, aku habis baca buku apa? Yang baca tulisan sebelumnya insya Allah tahu. Buku ini berjudul “Karakter Ilmu dan Ulama” karya Dr. Yusuf Qardhawy. Bukunya tipis, cuma 84 halaman, tetapi hati-hati, setelah membacanya kau akan semakin sadar konsekuensi menjadi orang yang belajar.
Buku ini hanya berisi tentang beberapa karakter yang harus dimiliki orang yang berilmu, berpengetahuan, yang belajar, dan yang mengajarkan ilmu. 
 
Pertama, memiliki rasa bertanggung jawab. Semakin luas dunia keilmuan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya. Orang yang mengerti satu permasalahan tidak sama tanggung jawabnya dengan orang yang mengerti 10 atau 100 permasalahan. Orang yang banyak ilmunya tanggung jawabnya lebih besar dan konsekuensinya lebih berat.
 
Kedua, amanah terhadap ilmu. Tidak mengkhianati ilmu diwujudkan dalam menghindari perilaku plagiasi dan tidak mengklaim karya orang sebagai karya pribadi. Lebih dari itu adalah memegang teguh prinsip “amalkan setelah berilmu” (ibaratnya jangan sampai ada psikolog yang masuk RSJ) dan tidak gengsi jika tidak tahu.
 
Ketiga, rendah hati, tidak tertipu dan diperbudak oleh kebanggaan pada diri sendiri karena kesadaran bahwa ilmu Allah itu tak terkira luasnya. Manusia hanya tahu sebagian kecil saja dan tidak tahu sisanya. Dia hanya satu bagian dari rantai panjang perjalanan dan kehidupan ilmu pengetahuan, maka dari itu ia tidak wajar jika menutup mata pada apa yang telah diusahakan dan dicapai orang-orang terdahulu.
 
Keempat, mulia, karena kemuliaan lebih sering menghampiri orang-orang yang berilmu daripada orang yang berkekuatan diri, berkuasa atau yang berharta. Mulianya ulama karena ilmu dan imannya, bukan karena dosa dan permusuhan, dan kemuliaan itu didapat dari Allah semata.
 
Kelima, berbuat sesuai dengan ilmu. Ilmu itu melahirkan praktik, tidak hanya teori, makanya ia dapat mensejahterakan pemiliknya dan orang lain. Ilmu yang sebenarnya adalah yang menerangi jiwa pemiliknya dan terealisasi dalam perbuatan, kemudian menguatkan tekadnya untuk berbuat baik dan takwa, dan melemahkan kecenderungan berbuat keji dan dosa.
 
Keenam, berambisi menyebarluaskan ilmu dan menerapkannya kepada khalayak. Ilmu yang disembunyikan tidak bermanfaat. Ilmu layak dimanfaatkan seperti harta yang dibelanjakan. Ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia wajib diajarkan.
 
***
Singkat sekali, bukan? Namun, aku mencermati sebuah kisah di dalam buku ini (h. 64). Aku ceritakan ulang dengan bahasaku sendiri ya.
 
Suatu ketika Sofyan Ats-Tsauri berkunjung ke Aqsalan dan tinggal di sana beberapa hari. Entah mengapa, ia kemudian bersiap-siap pergi seraya berkata, “Siapkan kendaraanku, aku akan meninggalkan negeri ini!”
 
Mengapa?
 
“…sebab di negeri ini, dunia keilmuannya telah mati.”
 
Bagaimana bisa? Usut punya usut, ternyata selama ia ada di sana tak ada seorang pun yang bertanya kepadanya. Menurut Al Ghazali, beliau melakukan ini demi menjaga kelestarian ilmu.
 
Ketika tidak ada lagi orang-orang yang belajar/bertanya pada orang yang berilmu, itulah saat di mana ilmu telah mati. Mungkin lebih baik kondisinya jika orang tidak bertanya karena sudah tahu, tetapi bukankah kenyataan berbicara sebaliknya? Jika hal ini adalah indikator matinya ilmu, maka aku sangat prihatin, terutama ketika mengalami kelas atau kajian di mana orang malas mengajukan pertanyaan atau menyaksikan ada orang dibenci jika bertanya banyak-banyak.
 
Apakah isi kepala mereka? Tidakkah pernah merasa ingin meledak karena rasa penasaran dan ketidaktahuan? Jika jawabannya karena tidak percaya diri bertanya, semoga suatu hari aku bisa menulis tentang kiat-kiat berani bertanya di kelas. Orang belajar itu karena bertanya. Maka, hargailah orang-orang yang bertanya sebagai wujud penghargaanmu terhadap ilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s