Dilema Mahasiswa Psikologi Muslim (A Book-to-be)

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/259/Seri-Psikologi-Islami-Bag.-15-Dilema-Mahasiswa-Psikologi-Muslim-A-Book-to-be

May 21, ’11 8:39 PM

Dilema yang terjadi terkait ilmu psikologi tidak hanya dialami oleh psikolog atau dosen psikologi, tetapi juga mahasiswa psikologi. Haha… memikirkan ini aku jadi ingin menulis buku yang berjudul “The Dilemma of Muslim Students of Psychology” (hehe… benar tidak nulisnya?). Insya Allah😀
 
Ada perjalanan panjang sampai saat ini, titik di mana aku mulai memantapkan diri pada paradigma keilmuan yang baru. Ibaratnya semacam… aku sudah punya bahan-bahan untuk membuat kue bernama “Psikologi Islami”, tetapi aku hanya belum tahu cara membuatnya, belum punya gurunya, sehingga “terpaksa” mendekatinya dengan caraku sendiri, berdasarkan informasi apa saja yang bisa didapat.
 
Perubahan paradigma ini berlangsung sangat pelan, tetapi pasti seiring dengan perkembangan pemahamanku soal psikologi. Ada saat di mana aku bergerak karena dorongan kesalahan dan keinginan memperbaiki diri, dorongan keingintahuan belaka, atau provokasi dari situasi yang memintaku membuktikan, “Islam berkata begini dan psikologi begini.” 
 
Proses berlangsung dan sampailah aku pada titik kejatuhanku, ketika dosen favoritku berkata, “Di ruang konsultasi, teori-teori psikologi itu nggak bunyi!“, ketika profesor dari Korea itu berkata yang intinya, “Psikolog Indonesia itu aneh. Mengapa menerapkan psikologi Amerika dan Eropa?“, ketika dosen-dosen yang mendukung Psikologi Islami berkata, “Jelas, psikologi Barat yang sekular ini tidak memiliki jiwa yang sebenarnya!“, dan aku membenarkan, terutama ketika aku juga berkata pada diriku sendiri, “Sudah cukup aku menjadi korban psikologi macam ini, yang membuat jiwaku bangkrut beberapa waktu lamanya.
 
Ketika manusia memang tidak secara utuh dipahami dengan psikologi yang semacam ini, bukankah normal jika aku menjadi haus akan keutuhan itu? Dihadapkan pada masalah aktual, aku bahkan merasa segala nilai di transkripku itu tidak menolong apa-apa. Bukannya semua itu tiada guna, tetapi aku melewatkan sesuatu yang memang lebih berguna, yaitu sentuhan Islam bagi psikologi. 
 
Ketika aku merefleksi lagi, aku sadar, ini lebih terkait dengan masalahku sebagai mahasiswa, manusia yang belajar psikologi. Aku tak bisa memahami manusia lain sebelum aku memahami diriku sendiri. Ketika aku perlahan-lahan mempelajari dinamikaku sendiri, psikologi tak bisa membuat kesimpulan bahwa aku manusia yang membutuhkan Tuhan. Maka, aku merasa kehilangan sesuatu dan sesuatu ini adalah kunci yang sangat berharga. Sekalipun ada teori pskologi yang membahas tentang agama dan keimanan, aku tidak butuh handbook setebal itu untuk menjelaskan masalah pribadiku, apalagi handbook yang tak bisa memberikanku saran untuk menjalani hidup.
 
Ada cara yang lebih baik ketika aku kembali memperkenalkan Al Quran secara benar dalam kehidupanku, kembali menekuni filsafat yang dulu kuremehkan karena aku tak mengerti kerumitan dan kerepotannya, memperbanyak saat-saat diam, merenung, dan berpikir. Dan benar, aku semakin memandang hidupku penting dan ini bukan karena aku semakin paham psikologi, tetapi karena aku semakin memahami diriku sebagai manusia dan apa yang sesungguhnya kubutuhkan dan inginkan.
 
Harapanku adalah segera keluar dari tempat ini, kampusku. Benar juga kata mantan rektorku pada saat pidato di upacara penutupan KKN tahun 2010 yang aku artikan begini:
 
Pergilah jauh-jauh dari universitasmu. Kejarlah apa yang belum kamu dapat di sini.
Carilah apa yang kamu sadari tak menemukannya di sini.
Sadarilah kebodohanmu dan ke mana rasa ingin tahu membawamu, ikuti.
Pergilah jauh-jauh, karena sebagian isi pendidikan ini tidak membesarkanmu.
Kamulah kunci kebesaran dirimu sendiri, jika kamu memahami siapa dirimu dan mau apa kamu.
Pergilah jauh-jauh, seperti burung yang lepas dari sangkarnya…
Berpindah dari sangkar yang sempit, menuju sangkar baru yang bernama semesta.
 
Semangat semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s