Kisah tentang Sejarah Manusia

 
Alkisah, Pangeran Persia, Zemire, memerintahkan para sarjana untuk menuliskan sejarah manusia. 
 
Dua puluh tahun kemudian, sarjana itu baru menyelesaikan proyeknya. Mereka datang ke hadapan pangeran -kini raja- dengan satu kafilah yang terdiri atas dua puluh ekor unta. Setiap ekor unta mengangkut 200 jilid buku. 
Raja meminta riwayat yang lebih ringkas. Para sarjana bekerja keras dan datang lagi dengan versi yang lebih pendek -kali ini hanya diangkut oleh tiga ekor unta saja. Raja masih terlalu sibuk. Raja memintanya untuk diperpendek lagi.
 
Sepuluh tahun kemudian, mereka membawa satu jilid raksasa -buku tentang manusia, diangkut oleh seekor keledai saja. Raja sudah tua renta dan berbaring sakit di ranjang tidurnya. Ia merintih: “Aku akan mati tanpa mengetahui sejarah manusia.”
 
Seorang di antara sarjana yang masih hidup berkata: “Baginda, saya dapat meringkaskannya untuk baginda dalam tiga kalimat. Mereka (manusia) lahir. Mereka menderita. Mereka mati.”
 
***
Begitulah cerita Anatole France dalam “Pendapat Jerome Coignard”… 
 
Cerita ini ada di dalam bagian pengantar buku “Perspektif Al Quran tentang Manusia dan Agama” karya Murtadha Muthahhari yang ditulis oleh Pak Jalaluddin Rakhmat. *Nah, aku tak peduli terhadap apa opini orang tentang siapa saja mereka yang tersebut di atas. Aku lebih mencintai hikmah daripada isi pergunjingan manusia tentang manusia yang lain.
 
Jadi, mari pikirkan itu. Semoga ada harinya aku bisa mengulasnya.
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s