Penghiburan untuk Seorang Teman, Mari Kita Mem”beli” Surga

Aku tahu, surga tidak bisa dibeli. Kita semua hanya dapat berharap dengan sebaik-baiknya doa dan usaha.
Tulisan ini aku persembahkan untuk seorang temanku, teman-temanku, siapapun kalian. Baca saja kisah kali ini dan kalian akan tahu apa masalahnya. Ini indah sekali, walaupun sayang aku tidak menemukan sumber dari kisah ini secara jelas.
***
Dalam sebuah majelisnya, tiba-tiba wajah Rasulullah tampak tersenyum sampai kelihatan kilauan putih giginya. Umar bertanya, “Wahai Rasulullah, demi ayah dan ibuku, apa yang menyebabkan engkau tertawa?”
“Kulihat ada dua orang dari umatku yang mendatangi Allah ‘Azza wa Jalla. Yang satu berkata, ‘Ya Rabbi, hukumlah orang yang telah mengambil hak dan menganiayaku di dunia.’ Lalu Allah memerintahkan kepada si lalim ini untuk mengembalikan hak tersebut kepada si empunya. Tapi apa yang dimilikinya?
‘Ya Rabbi, Tuhanku, aku kini tidak lagi memiliki perbuatan-perbuatan baik yang bisa kugantikan untuknya,’ jawab si lalim kepada Allah.
‘Dia sudah tidak lagi memiliki sisa-sisa perbuatan baiknya, lalu apa yang kau harapkan darinya?’ kata Allah kepada orang ini.
‘Ya Rabbi, pindahkan kepadanya dosa-dosaku. Biar dia yang memikulnya,’ pintanya.”
Tiba-tiba air mata Rasulullah mengalir membasahi pipinya mengenang hari yang mahadahsyat itu. Katanya, “Hari itu adalah hari yang mahadahsyat, hari di mana setiap orang berusaha untuk melepaskan setiap beban dosa yang dipikulnya.”
Kemudian Allah berkata kepada si teraniaya, “Wahai Fulan, angkat pandanganmu dan lihatlah surga-surga yang tersedia.”
“Ya Rabbi, kulihat negeri-negeri yang terbuat dari perak dan istana-istana emas yang terhias indah dengan mutiara-mutiara yang berkilauan. Apakah semua ini Kaupersiapkan untuk Nabi utusan-Mu, shiddiq, dan syahid?”
 
“Tidak. Semua itu Kupersiapkan untuk mereka yang mampu membelinya.”
 
“Siapa mereka ya Rabbi?”
 
“Engkau juga mampu memilikinya.”
 
“Bagaimana caranya?”
 
“Dengan memaafkan saudaramu itu.”
 
“Kalau begitu, aku maafkan dia ya Rabbi.”
 
“Ambil tangan saudaramu itu dan masuklah kaliah ke dalam surga yang Kujanjikan.” Di bagian ini mataku panas, terharu…
 
Kemudian Nabi mengakhiri cerita ini dengan pesan sabdanya, “Bertakwalah kamu kepada Allah dan berbaik-baiklah dalam hubungan antara sesama; sungguh Allah Swt. akan mendamaikan antara orang-orang yang beriman kelak pada hari kiamat.
 
***
Temanku, tidak bisa tidak menangis… Tidak bisa tidak… 
Aku tidak bisa bersuara, tetapi entah bagaimana Allah sudah memberikan jawabannya dan aku sangat terharu. Jangan meminta keadilan pada manusia, tetapi mintalah kepada Allah.
 
Semoga setelah ini semua akan lebih baik, bagi mereka, bagimu, bagiku, bagi hati kita semua.
 

One thought on “Penghiburan untuk Seorang Teman, Mari Kita Mem”beli” Surga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s