Ada Harga untuk Sebuah Masa Depan

*Setahun setelah membuat tulisan ini, seorang pembaca “memarah-marahi”ku.  Ini tulisan pertamaku, untuk pertama kalinya aku belajar tentang apa itu privasi dalam menulis. Informasi, ada yang perlu, harus, sebaiknya disampaikan maupun disimpan untuk diri sendiri.

Original post: http://aftina.blogspot.com/2008/11/tentang-sebuah-impian.html

Senin, 03 November 2008

Bermimpilah, bermimpilah, dan bermimpilah…

Apalah maknanya? Begitu sering diucapkan sebagai penyemangat oleh para motivator. Namun, tak perlu bantuan para motivator, kitalah motivator bagi diri kita sendiri. Tak bisa dipungkiri, manusia memang diciptakan untuk bermimpi.

Impian adalah harapan. Jika ada harapan, maka ada jalan. Bermimpilah hari ini dan kau akan menuai hasil di masa depan.

Adakah yang terlewatkan?

Adakah yang salah tentang mimpi kita? Tak ada yang salah dengan bermacam hal yang ingin kita raih di masa depan. Suatu hari, saya seakan mendapat ilham, sebuah insight, yang kemudian saya tuliskan besar-besar dalam kehidupan saya. Ada harga untuk sebuah masa depan. Ada harga untuk sebuah impian.

Kita tak akan pernah berusaha secara total jika kita tak mengetahui dan memahami pentingnya mimpi kita. Seperti pengalaman menjalani puluhan ujian di masa-masa sekolah. Kita tak akan belajar giat (bahkan SKS alias Sistem Kebut Semalam pun termasuk kerja keras!), jika tak merasa gawat, terancam tidak lulus, sehingga belajar menjadi hal yang sangat “penting”. Sama halnya dengan sebuah impiah. Kita tak akan mengejarnya dengan sekuat tenaga, jika kita tak merasa impian itu adalah demi hidup kita, demi hidup yang lebih baik di masa depan, demii segalanya. Bukankah hidup hanya sekali?

Seperti jika kita menginginkan sesuatu yang tak ada jalan lain untuk mendapatkannya kecuali dengan membelinya, bukankah kita akan membayar?

Itulah hakikat sebuah impian. Harganya dengan usaha keras dan pengorbanan, tenaga, pemikiran, biaya, emosi, dan segala macam yang kita miliki. Apakah kita bersedia membayar? Secara kontan atau kredit? Apakah kita akan menawarnya? Setiap detik yang terlewat adalah keputusan kita. Setiap detik berlalu demi suatu pertimbangan, kesempatan yang baik akan melayang. Semakin berharga sesuatu yang kita inginkan, semakin mahal harganya.

Ada harga untuk sebuah masa depan dan saya akan menabung mulai saat ini untuk mendapatkannya (27.9.08/11.31/1).

Dari komentator itu:

tentang sebuah impian?
kenapa kok cuma “sebuah”?
ga’ “sepuluh” ato “seratus” ato “seribu” ato bahkan “sejuta”?
terus apa beda antara mimpi, impian, angan-angan, dan cita-cita?

apa hakikat sebuah impian? aku belum menemukan jawabannya di tulisanmu…

km menganalogikan bahwa impian adalah ibarat barang berharga yang kita sangat ingin memilikinya dengan meminta, ato membelinya (membayarnya).. dan harganya adalah usaha keras, pengorbanan, tenaga, pemikiran, biaya, emosi, dan segala macam yang kita miliki…

apa impian-mu?
impian kita yang seperti apa, sehingga kita harus membayarnya dengan begitu ‘mahal’ (mengorbankan segala macam yang kita miliki)

sebuah masa depan?
maksudnya?
masa depan di hari tua? itukah maksudmu?
kalo orientasi-nya masih duniawi (material),
apakah kita masih rela mengorbakan ‘segala macam yang kita miliki’?

coba mengkritisi tulisanmu,
kamu belum memaparkan dengan jelas tentang impian itu!
impian yang seperti apa?
oke, setiap orang pasti punya impian yang berbeda… tapi, mungkin kamu bisa mengusulkan impian yang sperti apa yng harus kita perjuangkan….

-kamu uda punya nilai plus, uda punya keberanian + kemampuan menuliskan pemikiranmu-

teruslah menulis… teruslah menulis dengan jujur… dengan hati…🙂

 

Jawabku sekarang, setelah empat tahun berlalu:

Impianku memang cuma satu dan itu besar buatku. Aku tidak mau mengungkapkannya pada sembarang orang; itu rahasia bersama dengan orang-orang yang aku percayai, bukan barang obralan. Demi impian itu, salah satunya, aku bertahan menulis sampai sejauh ini. Begitu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s