Adik, Ayo Belajar IQRO’ Bag. 2: Sedikit Mengevaluasi Buku Iqra’

May 8, ’12 6:26 PM
Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan dengan judul yang sama. Sudah satu tahun aku menjadi guru belajar baca Iqro’-nya Balya. Tahun lalu, dia baru mulai jilid 1. Semester berikutnya bisa lulus jilid 2. Sekarang, menginjak jilid 3, macet. Apa sih susahnya mengganti huruf ba’ yang semula dibaca “ba” menjadi “bi”?

Susah ternyata buat adik yang baru saja berusia lima tahun itu. Ada apa?

Setelah mengamati perkembangannya, sekarang aku paham cara dia sebagai anak-anak belajar, yaitu dengan cara menghafal. Dia melihat ba’ dengan tanda fathah itu sebagai “ba”. Dengan bentuk yang sama, dengan tanda kasrah, dia harus membuat ingat baru bernama “bi”. Begitu pula dengan huruf lainnya. Secara logika orang dewasa, kita mudah menciptakan “jembatan keledai”. Kita bisa mengingat-ingat kalau tandanya di bawah, semua tulisan dibaca “i”. Kalau huruf “b” di kasih “i” jadi “bi” dan sebagainya. Anak-anak belum bisa seperti itu. Kemampuan kognitifnya belum sampai pada pembuatan asosiasi abstrak semacam itu.

Selanjutnya, aku sering mengamati kesalahan baca Balya, ini terkait menggunakan ingatan bentuk huruf untuk membaca huruf lain. Salah satunya, membaca huruf “wauw” sebagai “fa'”, karena sama-sama ada kepalanya yang bulat. Membaca “lam” di depan huruf sambung sebagai “alif” karena sama-sama seperti tongkat. Dia kesulitan membaca huruf “jim, ha’, kha'” yang bertumpuk-tumpuk itu. Terkadang semua yang ada titiknya di atas di baca “ba”.

Yang aku heran adalah bagaimana cara dia menghafal huruf “kaf”. Ia membuat asosiasi konkret. Aku ajarkan dia ingat bahwa huruf “kaf” itu seperti bentuk siku manusia. Tapi selanjutnya, ia sendiri membuat hubungan bahwa siku itu temannya kaki sehingga “kaf” dibaca “ka” (suku kata pertama kata kaki). Dan susahnya sekarang, dia butuh diajarkan lagi cara mengingat bahwa sekarang “kaf” yang tanda bacanya di bawah tidak lagi dibaca “ka”, melainkan “ki”.

Sekarang, setelah tahu ini, jadi kepikiran untuk sedikit mengubah buku “Iqra'” sesuai kebutuhan anak yang belajar dengan cara menghafal dan membuat asosiasi konkret. Kenapa tidak sejak awal mengenalkan huruf sekaligus seluruh tanda bacanya, a-i-u dan an-in-un untuk jilid pertama. Lalu huruf di sambung untuk jilid kedua. Lalu bacaan panjang-pendek untuk jilid tiga, dan seterusnya?

Ya Allah, jadi pengen penelitian tentang ini!!! Seandainya ada anak kecil lagi di rumah, akan kujadikan subjek eksperimen! Insya Allah😀 Senang membayangkannya.

***

Rasanya, kemampuan membaca (dalam alphabet romawi A-B-C) anak TK juga ada hubungannya dengan kemampuan menghafal ini. Dan, rasanya lebih mudah bagi anak TK belajar alphabet romawi daripada hijaiyah. Kalau dibandingkan (dari mengamati cara belajar di sekolah dan lembar-lembar media belajar yang suka dijual-jual itu), pengajaran huruf romawi langsung dipadupadankan dengan huruf vokal sehingga anak langsung bisa hafal variasinya “ba-bi-bu-be-bo”, “ca-ci-cu-ce-co” dengan melihat dan menghafal bunyi huruf per pola atau pasangannya (b+a=ba, dan seterusnya).

Kalau huruf hijaiyah tidak begitu, bukan? Dikenaldanhafalkan dulu semua tulisan ber-fathah sehingga yang mereka hafal “a-ba-ta-tsa-ja-ha-kha, dst”, tidak bersama dengan variasinya yang lain. Jadi, akan ada setidaknya lima sesi menghafal lagi untuk tahu huruf itu dibaca i dan u, an, in dan un. Jadi, kayaknya lebih enak kalau dikenalkan semua variasinya bersama-sama.

BTW, buku Iqra’ itu sedianya ditujukan untuk pembelajar usia minimal berapa? Sepertinya tidak untuk anak prasekolah. Adakah yang bisa membantu menjawabnya?

Pada intinya, mengajarkan anak membaca Al Qur’an sejak dini itu mungkin agak kurang tepat. Lebih baik mengajarkannya untuk menghafal Al Qur’an karena untuk membaca mereka pasti akan belum bisa. Kesimpulanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s