Apakah sebenarnya ilmuwan itu?

Hanya potongan opini orang di koran KOMPAS, tapi bagiku ini sangat menginspirasi karena membuatku mendefinisikan ulang makna “be a scientist”. Kalau pesimis, aku bilangnya ini susah. Kalau optimis, aku bilangnya ini menantang.😀 Pilih yang mana?
O ya, tulisan ini dibuat oleh Agus Purwanto, seorang fisikawan teoretik ITS. Opininya berjudul “Insentif Berbasis Publikasi Internasiona” dimuat di KOMPAS, Sabtu, 19 November 2011, hal. 7. Sebenarnya, ini berkaitan dengan kekurangberuntungan nasib peneliti dan ilmuwan Indonesia. Banyak sebab, sebenarnya, tetapi semua itu menjadi tidak masalah, tergantung diri sendiri. “Kenyataannya memang ada yang eksis dalam berbagai keterbatasan. Mereka harus diapresiasi secara khusus. Mereka ilmuwan sekaligus pahlawan sejati…
 
Terasa sangat psikologis…
***
Dari sekian banyak masalah riset yang disorot, diulas, dan diusulkan … ada satu yang masih belum mendapat perhatian, yakni ilmuwan sejati yang telah eksis. Di tengah keadaan yang jauh dari kondusif, dengan berbagai cara dan komitmen, mereka berhasil membuktikan kerja sebagai ilmuwan sejati.
Ilmuwan, sesuai namanya, adalah orang yang melakukan pencarian sesuatu yang baru atau orisinal dengan kerja ilmiah. Ilmuwan lekat dengan orisinalitas. Inilah yang membedakan ilmuwan dengan yang bukan ilmuwan. Teknisi dan laboran juga melakukan kerja ilmiah, tetapi sifatnya rutin dengan prosedur dan hasil yang telah diketahui.
Dosen bergelar doktor, bahkan profesor, dapat saja sangat piawai menjelaskan teori-teori rumit. Namun, selama belum punya kontribusi orisinal yang tertulis dan dimuat di jurnal internasional, ia belum ilmuwan: hanya teknisi teoretis. Ia dosen atau pengajar biasa yang mungkin sangat pintar atau hafal di luar kepada karena telah mengajar subjek itu bertahun-tahun.
Ilmuwan dalam negeri dengan publikasi internasional jelas orang hebat, bahkan mungkin setengah gila. Dengan berbagai kendala yang ada, mereka mampu bertahan, bahkan menghasilkan karya orisinal. Setiap tahun, sekian ratus, bahkan sekian ribu, orang pintar dikirim studi lanjut di luar negeri. Mereka pun mendapatkan gelar akademik tertinggi doktor, tetapi hanya sedikit yang terus eksis sebagai ilmuwan ketika kembali ke Tanah Air.
***
Aku tidak pernah bertemu ilmuwan. Dari membaca itu, aku jadi berpikir bahwa dosen-dosen dengan penampilan oke dan gelar wah di kampus, di kampus di mana saja, ternyata belum apa-apa sebelum mereka menjadi seperti orang yang disebut di atas.
Memang tidak bisa asal dalam menilai orang karena bagiku sendiri parameter layak atau tidaknya seseorang mendapat penghargaan adalah seberapa bermanfaat mereka bagi kehidupan. Tetapi, ada saja orang dalam profesi ini yang memperlakukan ilmu pengetahuan seperti orang memperlakukan politik, menjadikannya sarana memperolah kekayaan, memperoleh kebanggaan pribadi, dan sebagainya, yang membuatku ingin menjulurkan lidah karena jijik. Orang-orang yang membeli gelar, menjiplak karya orang lain, mengajar mahasiswa seperti mengajar anak sekolah dasar…
Aku hanya berpikir bahwa kebutuhan generasi adalah mendapatkan teladan yang menginspirasi dan menumbuhkan aspirasi, agar mereka dapat berharap lebih besar, bermimpi lebih tinggi, berbuat lebih banyak untuk keinginan-keinginan mereka… agar mereka bisa berpikir bahwa tujuan belajar mereka bukan menjadi pegawai negeri untuk sekadar bisa menjalani hidup,  bukan menjadi pegawai swasta karena tidak bisa menjadi pegawai negeri, atau bukan menjadi pedagang karena tidak bisa menjadi pegawai swasta.
 
Kalau begini, orang-orang besar, hebat dan pintar harus menyengajakan diri tampil di hadapan generasi, agar generasi tahu bahwa ada alternatif, pilihan untuk juga memiliki hidup seperti itu. Generasi saat ini terlalu banyak terpapar berita buruk yang mematikan harapan bahwa ada kehidupan yang lebih baik, bermakna, dan menyenangkan. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s